lintasjabar.id, BERITA PIALA DUNIA 2026. – Perempat final Piala Dunia 2026 datang dengan suasana yang berbeda. Fase delapan besar kali ini bukan hanya soal tim mana yang masih bertahan, tetapi juga soal banyaknya nama besar yang sudah tumbang lebih dulu.
Brasil tidak ada lagi. Portugal sudah pulang. Amerika Serikat dan Kanada sebagai tuan rumah juga sudah tersingkir. Di sisi lain, Norwegia, Maroko, Swiss, dan Belgia masuk ke delapan besar dengan cerita masing-masing.
Situasi ini membuat Piala Dunia 2026 terasa seperti turnamen yang sedang membuka babak baru. Tim-tim besar tetap punya daya tarik, tetapi mereka tidak lagi bisa berjalan hanya dengan nama dan masa lalu.
Brasil menjadi korban paling mencolok. Di babak 16 besar, mereka kalah 1-2 dari Norwegia. Erling Haaland mencetak dua gol dan membawa Norwegia ke perempat final. Hasil itu langsung mengubah suhu turnamen.
Selama ini, Brasil hampir selalu membawa aura khusus di Piala Dunia. Mereka identik dengan tradisi, bakat, dan sejarah panjang. Namun di Piala Dunia 2026, semua itu tidak cukup. Norwegia datang dengan kepercayaan diri dan pulang membawa tiket delapan besar.
Portugal juga merasakan kerasnya fase gugur. Mereka kalah 0-1 dari Spanyol setelah Mikel Merino mencetak gol pada masa tambahan waktu. Kekalahan itu membuat Cristiano Ronaldo harus meninggalkan turnamen.
Di sisi lain, Lionel Messi masih bertahan. Argentina lolos dengan cara dramatis setelah mengalahkan Mesir 3-2. Argentina sempat tertinggal 0-2, tetapi bangkit pada menit-menit akhir. Messi ikut mencetak gol setelah sebelumnya gagal penalti.
Perbandingan ini membuat cerita Piala Dunia 2026 makin kuat. Ronaldo sudah pulang, Messi masih hidup. Brasil tersingkir, Haaland melaju. Tuan rumah berguguran, sementara Maroko dan Swiss justru menembus perempat final.
Amerika Serikat kalah telak 1-4 dari Belgia. Kekalahan itu mengakhiri harapan tuan rumah untuk melangkah lebih jauh. Belgia sendiri datang ke perempat final dengan cerita menarik karena berani mengubah pendekatan permainan.
Pelatih Rudi Garcia mencadangkan sejumlah nama besar seperti Kevin De Bruyne, Jeremy Doku, dan Romelu Lukaku saat melawan Amerika Serikat. Keputusan itu berbuah besar. Belgia tampil lebih agresif dan menang meyakinkan.
Kanada juga berhenti setelah kalah 0-3 dari Maroko. Kemenangan itu semakin mempertegas posisi Maroko sebagai salah satu tim yang paling layak diperhitungkan. Mereka bukan lagi kejutan yang datang sekali lalu hilang.
Swiss pun membawa cerita berbeda. Mereka menyingkirkan Kolombia lewat adu penalti dan kini akan menantang Argentina. Laga itu akan menjadi ujian besar bagi juara bertahan.
Karena itu, perempat final Piala Dunia 2026 punya rasa yang lebih terbuka. Prancis, Argentina, Spanyol, dan Inggris tetap menjadi nama besar. Namun mereka tidak bisa merasa aman.
Norwegia punya Haaland. Maroko punya momentum. Swiss punya mental. Belgia punya keberanian untuk berubah. Dalam fase seperti ini, satu kelengahan kecil bisa menjadi tiket pulang.
Piala Dunia 2026 sedang menunjukkan wajah yang keras: sejarah memang penting, tetapi pertandingan tetap dimenangkan oleh tim yang paling siap pada hari itu.
Perempat final kali ini bukan hanya babak menuju semifinal. Ini adalah panggung seleksi. Siapa yang masih hidup, berarti mampu beradaptasi. Siapa yang hanya membawa nama besar, bisa pulang lebih cepat dari perkiraan. (AA)


