Raymond dan Joaquin Ingin Cetak Sejarah
Di sektor ganda putra, kejutan datang dari pasangan muda Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin yang berhasil melaju hingga final setelah menumbangkan senior mereka, Sabar Karyaman Gutama dan Mohammad Reza Pahlevi Isfahani.
Penampilan konsisten Raymond/Joaquin sepanjang turnamen membuat mereka menjadi salah satu pasangan yang paling banyak diperbincangkan pada Indonesia Open tahun ini.
Pada semifinal, mereka menunjukkan permainan cepat dan agresif yang mampu meredam pengalaman lawan. Kemenangan dua gim langsung memastikan langkah mereka menuju final Super 1000 pertama dalam karier profesional.
Joaquin mengaku kemenangan tersebut menjadi momen yang sangat berharga karena mereka mampu mengalahkan pasangan yang memiliki pengalaman lebih banyak di level dunia.
Peluang Balas Dendam di Partai Puncak
Tantangan berikutnya tidak akan mudah. Raymond dan Joaquin dijadwalkan menghadapi pasangan kuat Malaysia, Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin.
Pertandingan tersebut memiliki cerita tersendiri bagi pasangan Indonesia. Sebab, mereka pernah bertemu pasangan Malaysia itu pada final Indonesia Masters 2026 dan harus mengakui keunggulan lawan.
Karena itu, final kali ini menjadi kesempatan emas untuk melakukan revans sekaligus merebut gelar terbesar dalam perjalanan karier mereka sejauh ini.
Selain sektor yang melibatkan Indonesia, partai final juga akan menyajikan persaingan sengit di nomor tunggal putri, ganda campuran, dan ganda putri yang menghadirkan wakil dari Korea Selatan, Jepang, China, Denmark, serta Malaysia.
Meski persaingan berlangsung ketat, perhatian publik tuan rumah tetap tertuju pada dua wakil Merah Putih yang berpeluang mengangkat trofi di Istora Senayan.
Dengan dukungan penuh suporter dan performa yang terus meningkat sepanjang turnamen, Final Indonesia Open 2026 menjadi kesempatan besar bagi Jonatan Christie serta Raymond Indra/Nikolaus Joaquin untuk mengakhiri puasa gelar Indonesia sekaligus menghadirkan kebanggaan di hadapan publik sendiri. (hs)


