Lewati ke konten
Selasa, 03 November 2026
Nasional

Listyo Sigit Diganti Suyudi, Puan Bilang “Sudah Waktunya”: Apa yang Berubah di Polri?

Redaktur Lintas JabarOktober 1, 20263 menit baca66 dilihat
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA NASIONAL – Tongkat komando Kepolisian Negara Republik Indonesia resmi berpindah tangan. Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo diberhentikan dari jabatan Kapolri dan digantikan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

Pergantian tersebut resmi setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Puan Maharani menyebut pemberhentian Listyo Sigit dilakukan dengan hormat karena masa jabatannya dinilai memang sudah waktunya berakhir.

“Dengan terhormat, karena memang sudah waktunya,” kata Puan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan.

Sebelumnya, DPR telah menyetujui pemberhentian Listyo Sigit sekaligus menyetujui Suyudi sebagai calon Kapolri melalui mekanisme yang berlaku.

Puan juga menegaskan proses pergantian tersebut tidak menemukan persoalan yang perlu dipermasalahkan. Komisi III DPR sebelumnya telah melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Suyudi sebelum persetujuan dibawa ke rapat paripurna.

Dengan pelantikan tersebut, era kepemimpinan Listyo Sigit di tubuh Polri resmi berakhir.

Suyudi langsung bicara pembenahan

Berbeda dengan sekadar pergantian nama di pucuk pimpinan, Suyudi langsung menyampaikan sejumlah agenda yang akan menjadi perhatian awalnya sebagai Kapolri.

Konsolidasi internal menjadi langkah pertama.

Suyudi mengatakan akan melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang telah dijalankan kepemimpinan sebelumnya. Program yang dinilai masih baik akan diteruskan, sedangkan bagian yang membutuhkan perbaikan akan dibenahi.

“Kami akan melihat hal-hal yang mungkin masih bisa ditindaklanjuti dan masih cukup baik kita akan lanjutkan dan yang masih perlu diperbaiki kita akan perbaiki,” ujar Suyudi.

Ia juga menempatkan pelayanan publik sebagai salah satu fokus utama.

Selain itu, Suyudi menyebut penegakan hukum yang adil serta hubungan yang lebih dekat antara polisi dan masyarakat sebagai bagian dari program kerjanya.

Konsep tersebut ia kemas dalam program “Polisi Bersama Masyarakat”.

Menurut Suyudi, polisi harus berada di tengah masyarakat dan mampu memberikan respons terhadap berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dari konsolidasi hingga judi online

Suyudi juga menyatakan akan melakukan pemetaan terhadap berbagai persoalan internal Polri.

Langkah tersebut ditujukan untuk menentukan masalah mana yang menjadi prioritas, baik dalam jangka pendek, menengah maupun panjang.

Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian pemerintah juga masuk dalam agenda kepolisian.

Di antaranya pemberantasan narkotika, penyelundupan dan judi daring.

Suyudi mengatakan Presiden Prabowo telah berulang kali mengingatkan jajaran Polri mengenai persoalan-persoalan tersebut karena menjadi keresahan di tengah masyarakat.

Artinya, pergantian Kapolri tidak hanya menyangkut perubahan figur di pucuk pimpinan.

Ada sejumlah agenda yang sejak awal sudah diletakkan Suyudi sebagai pekerjaan rumah, mulai dari konsolidasi internal, pelayanan publik, penegakan hukum hingga penguatan hubungan polisi dengan masyarakat.

Ada momen haru setelah pelantikan

Di tengah agenda besar pergantian pucuk pimpinan Polri, terdapat momen personal yang menarik perhatian.

Usai dilantik di Istana Negara, Suyudi terlihat bersimpuh di hadapan ibundanya.

Ia kemudian mencium tangan sang ibu.

Momen tersebut terjadi setelah rangkaian pelantikan selesai dan terekam kamera media.

Suyudi sebelumnya menjalani proses pencalonan Kapolri setelah Presiden Prabowo mengajukan namanya kepada DPR. Setelah mendapat persetujuan parlemen, ia kemudian resmi dilantik sebagai Kapolri.

Kini, tugas berikutnya bukan lagi soal proses pergantian.

Publik akan melihat bagaimana agenda yang disampaikan Suyudi diterjemahkan menjadi kebijakan dan kerja nyata di tubuh Polri.

Sebab konsolidasi, pelayanan publik, penegakan hukum yang adil dan kedekatan dengan masyarakat pada akhirnya bukan hanya menjadi pernyataan setelah pelantikan.

Semua itu akan diuji melalui bagaimana Polri bekerja setelah tongkat komando berpindah dari Listyo Sigit kepada Suyudi Ario Seto. (red)

ADS BANNER
728 x 90

Redaktur Lintas Jabar

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaIndonesia Hajar Bangladesh 9-2, Malaysia Menang 6-0: Garuda ke Final FIFA ASEAN Cup! Berita SelanjutnyaProyek Data Center Jatiluhur Disetop KDM, AMDAL dan PBG Belum Beres
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza