Lewati ke konten
Selasa, 03 November 2026
Nasional

Gempa Guncang Jakarta hingga Sumatera, Kenapa Wilayah yang Jauh Ikut Merasakan?

Redaktur Lintas JabarSeptember 12, 20265 menit baca171 dilihat
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA NASIONAL — Gempa bumi yang mengguncang kawasan Kepulauan Seribu pada Sabtu (12/9/2026) dini hari membuat getarannya terasa di wilayah yang cukup luas.

Gempa terjadi sekitar pukul 04.23 WIB. Data awal sempat mencatat magnitudo 6,5 dengan kedalaman 368 kilometer. Namun, berdasarkan pemutakhiran BMKG, parameter gempa kemudian menjadi magnitudo 5,9 dengan kedalaman 376 kilometer.

Episenter terbaru berada pada koordinat 5,81 derajat Lintang Selatan dan 106,56 derajat Bujur Timur, sekitar 49 kilometer barat laut Jakarta atau sekitar 6 kilometer tenggara Kepulauan Seribu.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Yang menarik bukan hanya angka magnitudonya. Gempa ini merupakan gempa dalam yang getarannya dirasakan cukup jauh, mulai dari sejumlah wilayah di Pulau Jawa hingga Sumatera.

Gempa dirasakan sampai Garut, Bandung dan Sumatera

Berdasarkan informasi BMKG, guncangan dirasakan di sejumlah daerah dengan intensitas II hingga III MMI.

Di Jawa Barat, getaran dirasakan antara lain di Garut, Bandung, Sukabumi, Cianjur, Lembang, Rancaekek, Nagrak dan Kalapanunggal.

Guncangan juga dilaporkan terasa di Cilacap, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo hingga Malang.

Menariknya, getaran juga mencapai sejumlah wilayah di Sumatera, termasuk Kota Bengkulu, Sumur, Padang, Kepulauan Mentawai, Pariaman, Solok Selatan, Lemong, Semaka dan Bengkunat.

Rentang wilayah yang cukup luas ini kemudian memunculkan pertanyaan: mengapa gempa yang sumbernya sangat dalam justru dapat dirasakan dari jarak yang jauh?

Jawabannya berkaitan dengan bagaimana energi gempa bergerak di dalam bumi.

Kedalaman ratusan kilometer membuat gelombang menjalar luas

Gempa dengan kedalaman ratusan kilometer memiliki karakteristik berbeda dibandingkan gempa dangkal.

Pada gempa dangkal, sumber guncangan berada relatif dekat dengan permukaan sehingga energi dapat menghasilkan guncangan kuat di wilayah sekitar episenter.

Sementara pada gempa dalam, sumber energinya berada jauh di bawah permukaan. Gelombang seismik dari sumber tersebut dapat merambat melalui bagian dalam bumi dan mencapai wilayah yang lebih luas.

BMKG menjelaskan bahwa energi gempa dipancarkan ke berbagai arah dalam bentuk gelombang gempa. Kuat-lemahnya getaran yang sampai ke permukaan kemudian dipengaruhi oleh perjalanan gelombang tersebut, jarak dari sumber, kondisi tanah dan karakteristik geologi setempat.

Itulah sebabnya jarak episenter bukan satu-satunya ukuran untuk menentukan apakah sebuah wilayah akan merasakan gempa atau tidak.

Mengapa wilayah yang jauh bisa ikut merasakan?

Sederhananya, gelombang gempa tidak berjalan seperti getaran yang hanya menyebar di permukaan.

Energi gempa merambat melalui bagian dalam bumi menggunakan berbagai jenis gelombang seismik. Gelombang tersebut dapat menempuh jarak yang sangat jauh sebelum energinya mencapai permukaan.

Pada gempa dalam, salah satu cirinya adalah energi gempa dapat dirasakan pada wilayah yang luas meskipun guncangan di dekat permukaan episenter tidak selalu menjadi yang paling kuat.

Hal tersebut berbeda dengan gambaran sederhana bahwa semakin dekat dengan titik gempa, pasti semakin kuat guncangannya.

Dalam kenyataannya, respons setiap daerah dapat berbeda.

Kondisi batuan dan tanah setempat, kedalaman sumber gempa, arah serta jenis gelombang yang tiba, hingga kondisi bangunan ikut menentukan bagaimana manusia merasakan guncangan tersebut.

Gempa dalam bukan berarti pasti tidak berbahaya

Ada anggapan bahwa gempa yang sangat dalam otomatis tidak berbahaya.

Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Kedalaman memang menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi dampak gempa, tetapi magnitudo, jarak, mekanisme sumber, kondisi tanah dan kualitas bangunan tetap berperan.

BMKG dalam sejumlah kajian guncangan tanah juga menunjukkan bahwa satu kejadian gempa dapat menghasilkan tingkat guncangan berbeda di lokasi yang berbeda.

Contohnya, gempa intraslab di wilayah selatan Jawa pernah tercatat oleh jaringan akselerograf BMKG di banyak wilayah Indonesia.

Artinya, yang perlu diperhatikan bukan sekadar apakah pusat gempa dekat atau jauh, melainkan bagaimana energi gempa merambat dan bagaimana kondisi wilayah yang dilewatinya.

Apa yang dimaksud gempa intraslab?

Gempa yang terjadi pada Sabtu dini hari ini berkaitan dengan aktivitas lempeng yang menunjam ke bawah sistem subduksi.

Gempa semacam ini dikenal sebagai gempa intraslab, yakni gempa yang terjadi di dalam lempeng yang sedang menunjam, bukan tepat pada batas kontak antarlempeng di permukaan.

Dalam sistem subduksi, lempeng samudra bergerak masuk ke bawah lempeng lainnya. Bagian lempeng yang sudah menunjam ke kedalaman tertentu masih dapat mengalami deformasi dan menghasilkan gempa.

BMKG menjelaskan bahwa gempa intraslab merupakan salah satu jenis gempa yang banyak ditemukan di sepanjang jalur subduksi Indonesia.

Kondisi tersebut juga menjelaskan mengapa Indonesia memiliki sumber gempa yang sangat beragam, mulai dari gempa dangkal hingga gempa yang sumbernya berada jauh di bawah permukaan.

Tidak berpotensi tsunami

Meskipun magnitudo awal gempa sempat tercatat 6,5, kedalaman sumber gempa yang mencapai sekitar 376 kilometer menjadi salah satu faktor penting dalam penilaian potensi tsunami.

BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Tsunami umumnya berkaitan dengan perubahan atau perpindahan dasar laut secara signifikan, terutama akibat gempa dangkal di bawah laut dengan mekanisme yang dapat mengangkat atau menurunkan dasar laut.

Karena gempa kali ini merupakan gempa sangat dalam, masyarakat tidak perlu mengaitkan guncangan yang dirasakan dengan ancaman tsunami.

Namun, kewaspadaan terhadap gempa susulan tetap diperlukan. BMKG juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan.

Mengapa ada daerah dekat episenter yang tidak terlalu terasa?

Ini bagian yang sering membingungkan.

Jarak yang lebih dekat dengan episenter tidak selalu berarti suatu daerah pasti merasakan guncangan paling kuat.

Ada banyak faktor yang memengaruhinya.

Gelombang gempa dapat mengalami pelemahan ketika merambat, tetapi karakter batuan yang dilewati juga ikut menentukan bagaimana energi tersebut sampai ke permukaan.

Kemudian, kondisi tanah lokal dapat memperkuat atau melemahkan respons guncangan tertentu. Wilayah dengan lapisan tanah lunak, misalnya, dapat merespons berbeda dibandingkan wilayah yang berdiri di atas batuan yang lebih keras.

Karena itu, peta intensitas gempa tidak selalu berbentuk lingkaran sempurna yang semakin lemah ketika semakin jauh dari episenter.

Fenomena inilah yang membuat satu wilayah bisa merasakan getaran sementara wilayah lain yang secara geografis relatif lebih dekat merasakan getaran berbeda.

Pelajaran dari gempa dini hari ini

Gempa Kepulauan Seribu menjadi pengingat bahwa masyarakat tidak bisa menilai gempa hanya berdasarkan lokasi episenternya.

Gempa yang sumbernya sangat dalam dapat dirasakan jauh, sementara tingkat guncangan di masing-masing wilayah tetap dipengaruhi banyak faktor.

Bagi masyarakat, respons paling penting tetap sama: tidak panik, memeriksa kondisi bangunan setelah guncangan, menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan dan mengikuti informasi resmi BMKG.

Dan satu hal yang juga penting: angka magnitudo pada menit-menit awal sebuah gempa masih dapat berubah karena BMKG melakukan pemutakhiran parameter setelah data dari jaringan seismik dianalisis.

Dalam kasus gempa Kepulauan Seribu ini, informasi awal M6,5 kemudian diperbarui menjadi M5,9 dengan kedalaman 376 kilometer.

Jadi, bukan hanya gempanya yang perlu dibaca, tetapi juga bagaimana data gempa tersebut diperbarui dan dijelaskan kepada masyarakat. (red)

ADS BANNER
728 x 90

Redaktur Lintas Jabar

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaWarga Tasikmalaya Geger, penemuan Benda Mirip Bom di Gedung Engsun Berita SelanjutnyaTeja Kembali, Sekulic Mengincar Lagi: Persib Bawa Dua Senjata ke Kandang Persija
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza