Lewati ke konten
Selasa, 03 November 2026
Daerah

Polisi Tetapkan 1 Tersangka Kasus Remaja Tewas Usai Bentrok Geng Motor di Tasikmalaya

Redaktur Lintas JabarSeptember 9, 20263 menit baca104 dilihat
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Polres Tasikmalaya Kota menetapkan satu tersangka dalam kasus remaja tewas Tasikmalaya berinisial IMM, 16 tahun, yang meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan dalam insiden yang melibatkan kelompok geng motor.

Korban yang merupakan warga Kecamatan Bungursari tersebut mengalami luka serius di bagian kepala. Ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada 2 September 2026.

Peristiwa yang berujung pada meninggalnya korban terjadi di Jalan E.Z. Muttaqin, Kecamatan Mangkubumi, pada Minggu (30/8/2026) dini hari.

Satu Tersangka Masih di Bawah Umur

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Januar Rangga Fardhela mengatakan, polisi sebelumnya mengamankan empat orang yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.

Setelah menjalani pemeriksaan dan gelar perkara, penyidik kemudian menetapkan satu orang sebagai tersangka.

“Sudah naik gelar dan naik statusnya jadi tersangka satu orang,” kata Januar, Selasa (8/9/2026).

Sementara itu, tiga orang lainnya masih dalam penanganan dan pemeriksaan kepolisian. Ketiganya dipulangkan sementara, namun hal tersebut tidak serta-merta berarti mereka dinyatakan bebas dari perkara.

Tersangka yang telah ditetapkan masih berusia di bawah umur. Karena itu, penanganannya dilakukan dengan mempertimbangkan ketentuan hukum yang berlaku terhadap anak dan ia dititipkan di Lembaga Penyelenggara Kesejahteraan Sosial (LPKS) Kabupaten Pangandaran.

Dalam penyidikan, polisi juga mengamankan sebuah balok kayu yang diduga digunakan untuk memukul korban.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh penyidik dari saksi, kelompok tersangka saat itu sedang berkumpul sambil membakar ayam. Balok yang awalnya digunakan sebagai kayu bakar diduga kemudian digunakan dalam penganiayaan terhadap korban.

Polisi Dalami Awal Mula Kejadian

Penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban mengalami luka hingga akhirnya meninggal dunia.

Dari hasil penyelidikan sementara, kejadian bermula ketika korban bersama dua rekannya melintas menggunakan sepeda motor dengan knalpot yang menimbulkan suara bising.

Sebelumnya, ketiganya disebut berkumpul di wilayah Bungursari sebelum kemudian bergerak menuju kawasan lain.

Polisi juga sebelumnya menyebut korban dan dua rekannya diduga merupakan bagian dari salah satu kelompok geng motor berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Namun, dugaan mengenai keterkaitan korban dengan kelompok tertentu perlu dibedakan dari dugaan tindak kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Keterlibatan dalam suatu kelompok tidak dengan sendirinya membuktikan seseorang terlibat dalam tindakan penganiayaan. Hal tersebut tetap harus dibuktikan berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang dimiliki kepolisian.

Tiga Orang Lain Masih Diperiksa

Kasus remaja tewas di Tasikmalaya tersebut masih dalam proses penyidikan.

Penyidik masih perlu mengungkap secara utuh rangkaian kejadian, termasuk awal mula bentrokan, peran masing-masing pihak, kronologi penganiayaan, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Penetapan satu tersangka menjadi perkembangan penting dalam perkara ini. Namun, status hukum tiga orang lain yang sebelumnya diamankan masih berbeda karena mereka belum ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi juga perlu memastikan hubungan antara barang bukti yang diamankan dengan peristiwa penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Mahasiswa dan Pelajar Gelar Aksi

Kasus tersebut turut mendapat perhatian dari kalangan mahasiswa dan pelajar di Kota Tasikmalaya.

Pada Rabu (9/9/2026), sejumlah mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus bersama Poros Pelajar Kota Tasikmalaya menggelar aksi di Polres Tasikmalaya Kota.

Dalam aksi tersebut, mereka menyuarakan sejumlah tuntutan terkait penanganan kasus meninggalnya IMM serta persoalan keamanan dan kekerasan yang melibatkan kelompok geng motor.

Perkembangan perkara ini masih dinantikan publik, terutama terkait hasil penyidikan terhadap tersangka yang telah ditetapkan maupun status hukum tiga orang lainnya.

Kepolisian diharapkan dapat mengungkap perkara secara menyeluruh berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi sehingga rangkaian peristiwa yang menyebabkan meninggalnya korban dapat diketahui secara terang. (red)

ADS BANNER
728 x 90

Redaktur Lintas Jabar

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaKDM Soroti Penebangan Kayu Masif di Garut Selatan Berita SelanjutnyaMau Ikut Sayembara Logo HUT Kota Tasikmalaya? Ini Syarat dan Jadwalnya
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza