PLN Padamkan Listrik di Tasikmalaya, Acara Sekolah dan Madrasah Terganggu
- account_circle Redaktur Lintas Jabar
- calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
- visibility 61
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Kebijakan PLN padamkan listrik di Tasikmalaya menuai sorotan dari kalangan sekolah dan madrasah yang tengah disibukkan dengan agenda akhir tahun ajaran. Pemadaman listrik yang disebut berlangsung mendadak tanpa pemberitahuan itu dikeluhkan karena dinilai mengganggu persiapan hingga pelaksanaan acara penting di lingkungan pendidikan.
Keluhan tersebut disampaikan Kepala Sekolah Pesantren Persatuan Islam (PPI) 383 Gandok, Arif Ripandi. Ia mengaku prihatin dan menyayangkan adanya pemadaman listrik PLN Tasikmalaya yang terjadi saat sejumlah sekolah sedang menyiapkan kegiatan akhir tahun, mulai dari perpisahan, tasyakur tahunan, akhirul hasanah, hingga pagelaran siswa.
Menurut Arif, perawatan jaringan listrik tentu merupakan hal yang penting dan harus dilakukan demi menjaga kualitas pelayanan. Namun, ia menilai pemadaman semestinya dijadwalkan secara matang dan disosialisasikan lebih awal kepada masyarakat, terutama ketika bertepatan dengan momentum kegiatan besar di sekolah dan madrasah.
“Kalau memang ada pemadaman karena perawatan jaringan, sebaiknya ada pemberitahuan jauh hari. Sekolah bisa menyesuaikan jadwal, menyiapkan teknis acara, dan mencari solusi agar kegiatan tidak terganggu,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).
Pemadaman Listrik Ganggu Agenda Akhir Tahun Sekolah dan Madrasah
Arif menjelaskan, akhir Juni merupakan periode yang sangat padat bagi lembaga pendidikan. Banyak sekolah dan madrasah sedang menggelar acara tahunan sebagai penutup tahun ajaran. Kegiatan tersebut bukan hanya sekadar seremoni, melainkan juga bagian dari evaluasi, apresiasi, dan kebersamaan antara siswa, guru, serta orang tua.
Di lingkungan sekolah yang dipimpinnya, sedikitnya ada tiga wilayah yang berkaitan dengan aktivitas pendidikan, yakni Cibunigeulis, Bungursari, dan Sukalaksana. Di kawasan tersebut, sejumlah agenda besar tengah disiapkan dan seluruhnya membutuhkan pasokan listrik yang stabil.
Ia menegaskan, listrik padam saat acara sekolah bukan masalah kecil. Pemadaman dapat mengganggu penggunaan sound system, proyektor, perangkat multimedia, hingga penerangan utama di lokasi kegiatan. Padahal, sebagian acara sudah dijadwalkan dengan matang dan melibatkan banyak pihak.
“Sekarang ini momen akhir tahun. Ada harlah, akhirul hasanah, tasyakur tahunan, perpisahan, dan pagelaran. Semua kegiatan itu perlu listrik. Kalau tiba-tiba padam tanpa jadwal yang jelas, tentu sangat mengganggu,” katanya.
Kondisi ini membuat pihak sekolah merasa perlu meminta evaluasi kepada PLN. Mereka berharap ada koordinasi yang lebih baik agar pemadaman listrik ganggu pesta akhir tahun madrasah tidak kembali terulang, terutama saat lembaga pendidikan sedang berada di masa paling sibuk dalam satu tahun ajaran.
Kepala Sekolah Minta PLN Tinjau Ulang Jadwal Pemadaman
Arif menegaskan pihaknya tidak menolak perawatan jaringan listrik. Namun, ia meminta agar jadwal pemadaman dapat ditinjau ulang, atau setidaknya digeser ke waktu yang tidak berbenturan dengan pelaksanaan kegiatan sekolah. Baginya, kepastian jadwal menjadi hal penting agar pihak sekolah bisa menyusun langkah antisipasi.
Ia menilai, apabila informasi pemadaman disampaikan lebih awal melalui media sosial resmi atau kanal informasi publik lainnya, sekolah bisa menyesuaikan jam kegiatan, menyiapkan genset, atau mengatur ulang susunan acara. Tanpa informasi tersebut, sekolah berada dalam posisi sulit karena harus menghadapi ketidakpastian di tengah persiapan acara yang sudah berjalan.
Keluhan itu juga muncul karena beberapa kegiatan sekolah dan madrasah dijadwalkan dihadiri tamu penting. Salah satu agenda yang dipersiapkan adalah peresmian Taman Al-Qur’an dan workshop multimedia, yang membutuhkan dukungan listrik memadai agar pelaksanaannya berjalan lancar dan khidmat.
Arif berharap, kejadian PLN Tasikmalaya padamkan listrik tanpa pemberitahuan dapat menjadi bahan evaluasi agar tidak menimbulkan keresahan serupa di tengah masyarakat. Menurutnya, perawatan jaringan harus tetap dilakukan, tetapi dengan mempertimbangkan situasi di lapangan dan kebutuhan masyarakat yang terdampak langsung.
Pentingnya Komunikasi PLN dengan Masyarakat di Tengah Pemadaman Listrik di Tasikmalaya
Sorotan terhadap pemadaman listrik di Tasikmalaya menunjukkan pentingnya komunikasi publik yang lebih baik dari penyedia layanan. Dalam kondisi tertentu, pemadaman memang tidak selalu bisa dihindari, terutama bila berkaitan dengan pemeliharaan jaringan atau gangguan teknis. Namun, penyampaian informasi yang jelas dan tepat waktu tetap menjadi hal yang sangat penting.
Bagi sekolah dan madrasah, jadwal kegiatan akhir tahun biasanya sudah disusun sejak jauh hari. Persiapan dilakukan secara bertahap, melibatkan siswa, guru, panitia, hingga orang tua. Ketika listrik tiba-tiba padam tanpa informasi yang memadai, dampaknya tidak hanya terasa pada teknis acara, tetapi juga pada kesiapan mental dan logistik seluruh pihak yang terlibat.
Karena itu, pihak sekolah berharap PLN dapat meninjau ulang pola sosialisasi jadwal pemadaman. Informasi yang disampaikan lebih awal akan membantu masyarakat menyesuaikan aktivitas, sekaligus mengurangi potensi gangguan terhadap acara penting, termasuk kegiatan pendidikan.
Keluhan dari kalangan madrasah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pelayanan publik tidak hanya soal ketersediaan infrastruktur, tetapi juga menyangkut komunikasi, kepastian, dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat. Terlebih saat agenda pendidikan sedang berlangsung, keberadaan listrik menjadi salah satu unsur vital yang menentukan kelancaran kegiatan.
Hingga kini, harapan sekolah dan madrasah di Tasikmalaya masih sama, yakni agar PLN padamkan listrik di Tasikmalaya tidak dilakukan secara mendadak tanpa pemberitahuan, khususnya saat rangkaian acara akhir tahun ajaran sedang berlangsung. Dengan penjadwalan yang lebih tertib dan komunikasi yang lebih baik, kegiatan sekolah diharapkan dapat tetap berjalan lancar, tertib, dan khidmat.(KRS/Doel)
- Penulis: Redaktur Lintas Jabar


Saat ini belum ada komentar