Lewati ke konten
Selasa, 03 November 2026
Daerah

PKL Dadaha Tasikmalaya Ditertibkan, Pedagang Menanti Kepastian Relokasi

Deny HeryantoAgustus 28, 20262 menit baca125 dilihat
PKL Dadaha Tasikmalaya Ditertibkan, Pedagang Menanti Kepastian Relokasi
ADS BANNER
728 x 90

Lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA. Penertiban PKL Dadaha Tasikmalaya di area jogging track Stadion Wiradadaha memasuki tahap baru setelah kawasan tersebut disterilkan dari aktivitas berjualan. Pantauan pada Jumat (28/8/2026) menunjukkan lintasan olahraga kembali dapat digunakan warga tanpa lapak pedagang.

Penataan itu dilakukan Pemerintah Kota Tasikmalaya sejak Rabu (26/8), setelah sebelumnya pemerintah memberikan pemberitahuan dan sosialisasi kepada pedagang. Pemkot menyatakan jogging track tidak diperuntukkan bagi aktivitas perdagangan agar fungsi kawasan sebagai sarana olahraga dan ruang publik tetap terjaga.

Jogging Track Kembali Steril

Kawasan jogging track Dadaha kini lebih leluasa digunakan untuk berjalan kaki dan berolahraga. Warga yang ditemui di lokasi mendukung penataan karena aktivitas olahraga dinilai lebih nyaman setelah lapak pedagang tidak lagi berada di sepanjang lintasan.

Namun, penataan PKL Dadaha Tasikmalaya tidak hanya menyangkut pengosongan area jogging track. Pemerintah juga perlu memastikan aktivitas ekonomi pedagang tetap memiliki ruang setelah mereka tidak lagi diperbolehkan berjualan di lintasan olahraga.

Pemerintah Kota Tasikmalaya sebelumnya menyatakan pedagang akan diarahkan bergeser atau berjualan lebih jauh dari fasilitas olahraga. Penataan dilakukan bertahap dengan pendekatan persuasif dan komunikatif.

Alternatif Lokasi Belum Menampung Semua Pedagang

Berdasarkan pendataan paguyuban pedagang, terdapat sekitar 180 pedagang yang menggantungkan usaha di sekitar jogging track Dadaha. Angka tersebut merupakan data dari pihak paguyuban, bukan angka resmi keseluruhan pedagang dari pemerintah.

Kepala UPTD Pengelolaan Kompleks Dadaha Dadang Ismail menyebut sejumlah lokasi alternatif telah ditawarkan, antara lain area shelter, sisi GOR Sukapura, dan sekitar Gedung Kesenian. Namun, kapasitas lokasi tersebut belum dapat menampung seluruh pedagang yang jumlahnya lebih dari 170 orang. Prioritas diarahkan kepada pedagang harian dan warga lokal Kota Tasikmalaya.

Dengan demikian, PKL Dadaha Tasikmalaya menghadapi perubahan lokasi berjualan setelah jogging track ditetapkan sebagai kawasan bebas aktivitas PKL. Sementara lintasan olahraga sudah kembali steril, penataan lokasi usaha pedagang masih membutuhkan pengaturan lebih lanjut agar fungsi ruang publik dan keberlangsungan aktivitas ekonomi dapat berjalan berdampingan.

Pemkot sebelumnya menegaskan penataan Dadaha bukan untuk menghentikan aktivitas ekonomi masyarakat, melainkan mengarahkan perdagangan ke lokasi yang telah disiapkan atau ditentukan. (DH)

ADS BANNER
728 x 90

Deny Heryanto

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaTasik Gemas Hadirkan Cek Kesehatan Gratis di Bungursari Berita SelanjutnyaUang Rp6 Miliar Disita, KPK Periksa Kepala Imigrasi Denpasar
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza