Lina Marlina Minta BKMM Tasikmalaya Bergerak Sampai RT dan RW
- account_circle Redaktur Lintas Jabar
- calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
- visibility 101
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Badan Koordinasi Majelis Masjid (BKMM) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Barat, Lina Marlina, menegaskan bahwa kepengurusan baru BKMM DMI Kota Tasikmalaya harus segera bergerak menjalankan program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Lina saat menghadiri pelantikan pengurus PC BKMM DMI Kota Tasikmalaya masa bakti 2026–2031 di Aula Dewan Masjid Indonesia Kota Tasikmalaya.
Menurutnya, pelantikan organisasi bukan sekadar agenda formal atau seremoni tahunan, melainkan momentum awal untuk membangun gerakan sosial keumatan yang lebih aktif melalui masjid.
“Jangan sampai setelah pelantikan semuanya berhenti. Justru setelah dilantik, pengurus harus mulai bergerak, turun ke lapangan, mendengar kebutuhan masyarakat, lalu menghadirkan program yang benar-benar bermanfaat,” ujar Lina.
Ia menilai organisasi perempuan berbasis masjid memiliki potensi besar dalam memperkuat kehidupan sosial masyarakat, terutama dalam pembinaan keluarga, pendidikan keagamaan, hingga pemberdayaan ekonomi umat.
BKMM Tasikmalaya Diminta Bangun Kolaborasi Hingga Tingkat Lingkungan
Dalam kesempatan tersebut, Lina menyoroti pentingnya sinergi lintas elemen agar program BKMM tidak berjalan sendiri.
Tema pelantikan yang mengangkat semangat sinergi dan kolaborasi, menurutnya, harus benar-benar diterjemahkan dalam langkah konkret di lapangan.
Ia menekankan bahwa kekuatan organisasi terletak pada kemampuannya membangun jejaring kerja yang luas, mulai dari pengurus masjid hingga struktur pemerintahan paling bawah.
“Kalau ingin program berhasil, tidak bisa kerja sendiri. Harus kolaborasi dengan pemerintah, tokoh masyarakat, pengurus lingkungan, RT, RW, hingga masyarakat sekitar. Organisasi yang kuat adalah yang punya jaringan kerja yang hidup,” tegasnya.
Menurut Lina, pola kerja kolaboratif akan membuat pembinaan umat dan program pemberdayaan perempuan berbasis masjid berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Masjid Harus Lebih Aktif Menjawab Persoalan Umat
Lina juga mengingatkan agar masjid tidak hanya diposisikan sebagai tempat pelaksanaan ibadah ritual, tetapi menjadi pusat aktivitas sosial yang lebih luas.
Menurutnya, masjid memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih kuat, baik dari sisi pendidikan, sosial, maupun ekonomi.
Ia berharap BKMM DMI Kota Tasikmalaya mampu menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan warga, terutama di tingkat lingkungan terkecil.
Dengan kepengurusan baru ini, BKMM diharapkan mampu menjadi kekuatan penggerak perempuan Islam dalam membangun masyarakat yang lebih aktif, mandiri, dan berdaya melalui masjid. (dh/hs)
- Penulis: Redaktur Lintas Jabar

Saat ini belum ada komentar