Lewati ke konten
Selasa, 03 November 2026
Daerah

Kertajati Disiapkan Jadi Pusat Industri Kedirgantaraan, PTDI hingga Sekolah Penerbang Bakal Masuk

Redaktur Lintas JabarOktober 5, 20265 menit baca87 dilihat
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA JAWA BARAT. – Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka sedang diarahkan menuju fungsi yang jauh lebih besar dari sekadar bandara penumpang.

Kawasan ini disiapkan menjadi bagian dari ekosistem industri pertahanan dan kedirgantaraan, dengan rencana masuknya PT Dirgantara Indonesia (PTDI), sekolah penerbang Angkatan Udara, hingga skuadron udara.

Rencana tersebut mengemuka setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) di BIJB Kertajati pada 1 Oktober 2026.

Pertemuan itu menjadi tindak lanjut pembahasan sebelumnya mengenai pengembangan Kertajati sebagai kawasan strategis industri pertahanan dalam negeri.

Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari mengatakan sejumlah fasilitas penerbangan dan industri pertahanan direncanakan masuk ke kawasan Kertajati.

Sekolah Penerbang Angkatan Udara beserta fasilitas mess di Sukani menjadi salah satu yang direncanakan dipindahkan. Selain itu, terdapat rencana pemindahan skuadron udara dari Bandara Halim Perdanakusuma.

PTDI bersama sejumlah perusahaan yang menjadi bagian dari ekosistem industrinya juga disiapkan masuk ke kawasan tersebut.

Jika berjalan sesuai rencana, aktivitas sekolah penerbangan ditargetkan mulai berlangsung pada November atau Desember 2026, sementara pembangunan fasilitas lainnya diharapkan dapat dimulai pada Januari 2027.

Namun, seluruh rencana tersebut masih berkaitan dengan proses perizinan dan tahapan kerja sama antarlembaga.

Kertajati bukan lagi sekadar bandara

Perubahan arah pengembangan Kertajati sebenarnya bukan rencana yang muncul secara tiba-tiba.

Sejak pertengahan 2026, pemerintah pusat dan PTDI sudah membahas pengembangan Kertajati sebagai hub industri kedirgantaraan.

PTDI dan PT Bandarudara Internasional Jawa Barat sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengembangkan kawasan tersebut sebagai aerospace industrial zone.

Salah satu fasilitas yang diproyeksikan adalah Maintenance, Repair and Overhaul atau MRO.

Pengembangan MRO dinilai penting karena dapat menjadikan Kertajati sebagai pusat pemeliharaan dan perawatan pesawat, termasuk untuk kebutuhan dalam negeri maupun pasar internasional.

PTDI juga telah memanfaatkan Kertajati untuk kegiatan penerbangan uji pesawat tanpa awak MALE dan pesawat N219.

Perusahaan menilai kawasan Bandung semakin terbatas untuk pengembangan aktivitas manufaktur dan pengujian pesawat. Landasan pacu Bandara Husein Sastranegara yang sekitar 2,4 kilometer juga dinilai kurang ideal untuk penerbangan perdana sejumlah pesawat baru yang membutuhkan runway lebih panjang.

Karena itu, Kertajati menawarkan ruang pengembangan yang lebih luas sekaligus akses ke jaringan transportasi dan kawasan industri di Jawa Barat.

Yang pindah PTDI atau fasilitasnya?

Ada satu hal yang perlu diluruskan dari narasi mengenai “PTDI pindah ke Kertajati”.

Pada Desember 2025, PTDI pernah menegaskan bahwa tidak ada rencana memindahkan perusahaan secara keseluruhan dari Bandung ke Kertajati.

Yang disiapkan adalah penambahan fasilitas di Kertajati, sementara kantor pusat PTDI tetap berada di Bandung.

Fasilitas yang diproyeksikan di Kertajati antara lain MRO pesawat tempur, pusat penelitian dan perakitan pesawat nirawak atau UAV, serta kemungkinan final assembly line untuk sejumlah pesawat produksi PTDI.

PTDI juga telah membicarakan pemanfaatan lahan sekitar 13 hektare di kawasan Kertajati untuk pengembangan fasilitas tahap awal.

Dalam perkembangan berikutnya, pemerintah bahkan membicarakan pengembangan kawasan yang lebih besar untuk menopang empat portofolio bisnis, yakni manufaktur pesawat, MRO, aerostructure dan engineering services.

Dengan demikian, istilah “PTDI pindah ke Kertajati” perlu dibaca sebagai perpindahan atau penambahan fungsi operasional dan fasilitas tertentu, bukan otomatis berarti seluruh perusahaan dan kantor pusat meninggalkan Bandung.

Dedi Mulyadi pilih bangun ekosistem dulu

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melihat pengembangan Kertajati tidak harus langsung dikejar dari sisi keramaian bandara.

Prioritas awal justru membangun ekosistem industri.

Konsepnya sederhana. PTDI hadir, fasilitas MRO dibangun, bengkel pesawat asing masuk, kemudian industri penunjang berkembang di sekitar kawasan.

Dari sana diharapkan muncul rantai pasok baru.

Kebutuhan komponen, logistik, jasa teknis, transportasi, tenaga kerja dan berbagai layanan pendukung akan ikut tumbuh ketika aktivitas industri mulai terkonsentrasi.

Menurut Dedi, kebutuhan industri tersebut tidak mungkin seluruhnya dipenuhi oleh wilayah sekitar Kertajati.

Akan terjadi pergerakan barang, jasa, teknologi dan investasi antardaerah, antarprovinsi, bahkan antarnegara.

Dengan pola tersebut, aktivitas komersial di Kertajati diharapkan tumbuh sebagai dampak dari berkembangnya ekosistem industri, bukan semata-mata karena mengejar jumlah penumpang.

Kertajati punya posisi strategis

Dari sisi lokasi, Kertajati berada di kawasan Rebana yang terhubung dengan sejumlah pusat ekonomi Jawa Barat.

Ke arah barat terdapat konektivitas menuju Sumedang, Subang, Purwakarta, Karawang hingga Bekasi dan Jakarta.

Ke utara terdapat Pelabuhan Patimban. Sementara ke timur terhubung dengan Cirebon dan Jawa Tengah.

Posisi tersebut membuat Kertajati memiliki peluang untuk berfungsi sebagai simpul logistik sekaligus pusat industri kedirgantaraan.

Bagi PTDI, lokasi tersebut juga membuka peluang distribusi produk yang lebih efisien.

Selama ini, produk atau komponen berukuran besar harus melalui jalur logistik tambahan sebelum dikirim kepada pengguna atau pelanggan internasional.

Jika fasilitas produksi dan MRO berkembang di Kertajati, distribusi melalui jalur udara dapat dilakukan lebih langsung.

Dampaknya tidak hanya bagi PTDI.

Industri komponen, pemasok material, perusahaan logistik, jasa perawatan, pendidikan vokasi, hingga penyedia tenaga teknis berpotensi ikut masuk dalam rantai industri tersebut.

Tantangannya bukan sekadar memindahkan fasilitas

Meski prospeknya besar, pengembangan Kertajati sebagai pusat industri pertahanan dan kedirgantaraan bukan pekerjaan sederhana.

Pemindahan fasilitas membutuhkan investasi besar, kepastian lahan, infrastruktur pendukung, perizinan, kesiapan sumber daya manusia dan kepastian pasar.

Yang tak kalah penting adalah memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Kemhan, PTDI, pengelola BIJB dan perusahaan pendukung tidak berhenti pada kesepakatan di atas kertas.

Pemerintah Jawa Barat dan pemerintah pusat disebut akan menuangkan kerja sama pengelolaan Kertajati dalam Perjanjian Kerja Sama atau PKS.

Rencana tersebut juga telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dan mendapat respons positif.

Namun, ukuran keberhasilannya baru bisa dilihat ketika fasilitas benar-benar dibangun, aktivitas penerbangan berjalan, investasi masuk dan industri pendukung mulai terbentuk.

Jika berhasil, Kertajati bukan hanya menjadi bandara alternatif.

Kawasan ini dapat berkembang menjadi salah satu pusat industri kedirgantaraan Indonesia, tempat manufaktur, MRO, pendidikan penerbangan, pengujian pesawat dan industri pertahanan bertemu dalam satu ekosistem.

Tetapi jika hanya berhenti pada rencana pemindahan fasilitas tanpa kepastian investasi, pasar dan konektivitas, Kertajati tetap menghadapi persoalan lama: memiliki infrastruktur besar, tetapi belum sepenuhnya mampu menghasilkan aktivitas ekonomi sebesar kapasitasnya.

Kini arah pengembangannya mulai berubah. Kertajati tidak lagi hanya ditawarkan sebagai tempat pesawat datang dan pergi, tetapi sebagai kawasan tempat industri pesawat, sekolah penerbang, fasilitas pertahanan dan rantai pasok kedirgantaraan dibangun. (Red)

ADS BANNER
728 x 90

Redaktur Lintas Jabar

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita Sebelumnya379 Ribu Anak Tak Sekolah di Jabar, Jabar Sakola Diuji dari Tasikmalaya hingga Garut Berita SelanjutnyaHUT ke-81 TNI, DPRD Kota Tasikmalaya Soroti Integritas, Kedekatan dengan Rakyat dan Profesionalisme
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza