Lintasjabar.id, BERITA DAERAH. Peringatan HUT RI ke-81 berlangsung meriah di Kampung Pagaden, Kelurahan Gunung Tandala, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Padepokan Pusaka Ma’ung Hideung bersama pengurus dan warga RT 04, RT 05, serta RT 06 RW 01 menggelar berbagai kegiatan selama dua hari, 22–23 Agustus 2026.
Antusiasme warga terlihat sejak rangkaian kegiatan dimulai. Anak-anak, pemuda-pemudi, ibu-ibu hingga bapak-bapak ikut mengambil bagian dalam berbagai perlombaan dan hiburan yang disiapkan panitia.
Kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan tahunan. Di tengah kemeriahan lomba dan hiburan, warga juga memanfaatkan momentum kemerdekaan untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat gotong royong.
Padepokan Pusaka Ma’ung Hideung Hidupkan Kebersamaan Warga
Rangkaian kegiatan dimulai Sabtu (22/8/2026) dengan berbagai perlombaan untuk anak-anak. Pada malam harinya, suasana berlanjut melalui panggung kreasi dan hiburan.
Kemeriahan kembali berlanjut Minggu (23/8/2026). Perlombaan digelar dengan melibatkan berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, pemuda-pemudi, ibu-ibu hingga bapak-bapak.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan hiburan karaoke ibu-ibu pada malam harinya. Warga berkumpul dalam suasana santai setelah mengikuti berbagai kegiatan selama dua hari.
Ketua pelaksana, Neng Yulia yang akrab disapa Ambu, mengatakan antusiasme masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama sehingga kegiatan dapat berlangsung meriah.
“Kami sangat bersyukur kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan mendapat antusiasme dari warga. Bagi kami, yang paling penting bukan hanya kemeriahannya, tetapi bagaimana warga bisa berkumpul, saling membantu dan menjaga kebersamaan,” ujar Ambu.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dari berbagai kelompok usia menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarwarga.
“Kami berharap kebersamaan seperti ini tidak berhenti setelah acara selesai. Semoga semangat gotong royong dan kekompakan warga terus terjaga dalam kegiatan lainnya,” katanya.
Ketua RW 01 Ayi Ues Mulyana turut mengapresiasi partisipasi masyarakat RT 04, RT 05 dan RT 06 dalam seluruh rangkaian kegiatan.
Menurut Ayi, dukungan warga menjadi modal utama dalam menciptakan perayaan kemerdekaan yang meriah sekaligus memperkuat persaudaraan di lingkungan RW 01.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang sudah ikut berpartisipasi. Dari anak-anak sampai orang tua semuanya mengambil bagian. Ini menunjukkan bahwa kekompakan dan gotong royong warga masih sangat kuat,” ujar Ayi.
Ia berharap semangat tersebut tidak hanya muncul ketika momentum HUT RI, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Mudah-mudahan kebersamaan ini terus dipertahankan. Kalau warga kompak dan saling mendukung, berbagai kegiatan di lingkungan akan lebih mudah dilaksanakan dan manfaatnya bisa dirasakan bersama,” katanya.
Kegiatan tersebut melibatkan jajaran pengurus lingkungan, yakni Ketua RT 04 Robi Rustiana, Ketua RT 05 Asep Supriadi, Ketua RT 06 Gono Gojali, serta Ketua RW 01 Ayi Ues Mulyana.
Oki Siliwangi: Kemerdekaan Diisi dengan Kegiatan Positif
Sementara itu, Ketua Umum Padepokan Pusaka Ma’ung Hideung, Kang Oki Siliwangi, mengatakan keterlibatan padepokan dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kebersamaan dengan masyarakat.
Menurut Oki, perayaan kemerdekaan dapat menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun hubungan positif antara masyarakat dan generasi muda.
“Kami dari Padepokan Pusaka Ma’ung Hideung merasa senang bisa bersama-sama warga memeriahkan HUT RI ke-81. Kegiatan seperti ini bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan,” ujar Oki.
Ia menilai keterlibatan anak-anak dan pemuda dalam kegiatan masyarakat penting untuk memberikan ruang bagi mereka dalam berkreativitas dan bersosialisasi.
“Anak-anak dan pemuda perlu diberikan ruang untuk berkegiatan, berkreativitas dan bersosialisasi. Semangat kemerdekaan bisa kita isi dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi lingkungan,” katanya.
Oki berharap kekompakan yang terbentuk selama kegiatan dapat terus dipertahankan setelah rangkaian perayaan berakhir.
“Semoga kekompakan ini terus terjaga. Padepokan Pusaka Ma’ung Hideung akan selalu berupaya hadir bersama masyarakat dalam kegiatan-kegiatan positif,” ujarnya.
Ade Hendar Apresiasi Semangat Warga Pagaden
Saat diwawancarai dalam agenda terpisah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tasikmalaya, Drs. Ade Hendar, M.M., turut memberikan respons terhadap kegiatan yang digelar warga Kampung Pagaden.
Ade menilai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat tumbuh langsung dari lingkungan masyarakat melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada Padepokan Pusaka Ma’ung Hideung, panitia, warga RT 04, RT 05 dan RT 06 RW 01 Kampung Pagaden, serta seluruh pihak yang telah menggagas dan mendukung kegiatan ini. Warga Kampung Pagaden telah menghadirkan peringatan kemerdekaan melalui pendekatan budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat, sekaligus membawa pesan kebangsaan yang kuat,” ujar Ade.
Menurutnya, keterlibatan anak-anak, remaja hingga orang dewasa dalam berbagai perlombaan dan kegiatan hiburan menjadi bagian penting dalam menumbuhkan semangat kebersamaan.
“Saya merasa bahagia karena semangat kemerdekaan hari ini tumbuh langsung dari lingkungan masyarakat. Saya mengajak seluruh warga menjadikan kegiatan hari ini sebagai awal dari kebiasaan baik yang terus dipelihara,” katanya.
Ade juga mengajak masyarakat menjaga Merah Putih, menghidupkan nilai-nilai Pancasila melalui sikap saling menghormati, menjaga kebersihan lingkungan, serta memperkuat semangat gotong royong.
Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak berhenti pada perayaan tahunan, tetapi perlu diteruskan melalui kegiatan positif yang mampu memperkuat persatuan dan kepedulian masyarakat.
Ditutup Ngaliwet, Warga Duduk Bersama di Amparan Daun Pisang
Setelah dua hari diisi berbagai perlombaan dan hiburan, rangkaian kegiatan HUT RI ke-81 tersebut ditutup dengan tradisi ngaliwet bersama.
Warga duduk dan makan bersama di atas amparan daun pisang yang disiapkan secara gotong royong. Tidak ada sekat antara anak-anak, pemuda, ibu-ibu maupun bapak-bapak. Semuanya larut dalam suasana akrab sambil menikmati hidangan bersama.
Tawa dan wajah bahagia warga menjadi pemandangan yang menutup seluruh rangkaian perayaan. Momen sederhana tersebut justru menjadi gambaran paling nyata dari semangat yang sejak awal dibangun melalui kegiatan kemerdekaan.
Ngaliwet bersama bukan hanya menjadi acara penutup, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan warga RT 04, RT 05 dan RT 06 RW 01. Di atas amparan daun pisang, warga kembali dipertemukan dalam suasana penuh keakraban.
Bagi masyarakat Kampung Pagaden, HUT RI ke-81 akhirnya bukan hanya tentang perlombaan, hiburan dan kemeriahan. Ada silaturahmi yang semakin erat, gotong royong yang terus hidup, serta kebahagiaan sederhana ketika warga bisa duduk bersama dan menikmati kebersamaan.
Semangat kemerdekaan pun terasa semakin nyata: dirayakan bersama, dinikmati bersama, dan dijaga bersama. (DH)

