lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA β Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Golkar Kota Tasikmalaya bukan sekadar pergantian ketua. Setelah Nurul Awalin ditetapkan secara aklamasi, partai berlambang pohon beringin itu langsung dihadapkan pada target politik baru.
Di tengah konsolidasi tersebut, muncul satu nama yang ikut mencuri perhatian: Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra.
Diky mendapat ajakan terbuka untuk bergabung dengan Golkar dari Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Daniel Mutaqien saat menghadiri Musda V di Hotel Harmony, Jumat (18/9/2026).
Namun, Diky belum menyatakan bergabung.
Ia justru mengaku masih mempelajari sejumlah partai politik.
Nurul Awalin Naik, Target 10 Kursi Menunggu
Nurul Awalin resmi memimpin DPD Partai Golkar Kota Tasikmalaya setelah menjadi satu-satunya kandidat yang maju hingga proses pendaftaran ditutup.
Ia kemudian ditetapkan secara aklamasi sebagai ketua untuk periode 2026-2031 dalam Musda V.
Berakhirnya Musda tanpa persaingan terbuka bukan berarti pekerjaan Nurul selesai.
Justru setelah kursi ketua terisi, pekerjaan sebenarnya dimulai: menyatukan kader, memperkuat struktur organisasi dan menyiapkan mesin partai menghadapi pemilu berikutnya.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Daniel Mutaqien bahkan langsung memasang target perolehan kursi DPRD Kota Tasikmalaya.
Angka yang diberikan adalah 10 kursi.
Target tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi kepengurusan baru karena Golkar harus membangun kembali kekuatan politiknya di tingkat kota.
Daniel meminta seluruh kader menerima hasil Musda dan mengakhiri sekat-sekat dukungan yang muncul selama proses pergantian kepemimpinan.
Dengan kata lain, setelah perebutan kursi ketua selesai, pekerjaan berikutnya adalah memastikan seluruh kader kembali berada dalam satu barisan.
Di Tengah Musda, Nama Diky Candra Muncul
Suasana Musda kemudian menjadi lebih menarik ketika Diky Candra ikut hadir sebagai perwakilan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan yang berhalangan datang.
Diky bahkan ikut membaca Pancabakti Golkar bersama peserta Musda.
Momen itulah yang kemudian dimanfaatkan Daniel Mutaqien untuk melontarkan ajakan secara terbuka.
Daniel menyinggung Diky yang dinilainya cukup lancar mengikuti pembacaan Pancabakti Golkar.
βTadi saya dengar sudah fasih Pak Diky ini, jadi boleh untuk bisa bergabung,β ujar Daniel.
Pernyataan tersebut langsung menjadi salah satu perhatian dalam Musda.
Tetapi Diky memberikan penjelasan bahwa dirinya mengikuti pembacaan Pancabakti karena mengikuti arahan pembawa acara.
Artinya, keikutsertaan dalam pembacaan Pancabakti belum dapat dimaknai sebagai tanda bahwa dirinya telah menjadi kader Golkar.
Diky: Saya Masih Pelajari Beberapa Partai
Diky tidak menutup kemungkinan untuk bergabung dengan partai politik.
Namun, ia juga belum menentukan pilihan.
βSaya akui mempelajari, tapi ya PR-PR di Kota Tasik juga masih banyak,β ujar Diky.
Ia mengatakan masih melihat dan mempelajari sejumlah partai sebelum menentukan langkah politik.
Pernyataan tersebut membuat posisi Diky saat ini cukup jelas: mendapat tawaran dari Golkar, tetapi belum menyatakan menerima tawaran tersebut.
Karena itu, kehadiran Diky dalam acara Golkar belum bisa diterjemahkan sebagai perpindahan partai.
Golkar Sedang Membuka Babak Baru
Masuknya Nurul Awalin sebagai ketua baru sekaligus munculnya tawaran kepada Diky Candra membuat dinamika politik Kota Tasikmalaya memasuki fase baru.
Di satu sisi, Golkar sedang berusaha mengonsolidasikan internal organisasi.
Di sisi lain, partai tersebut sudah berbicara mengenai target besar, yakni 10 kursi DPRD pada pemilu mendatang.
Sementara itu, Diky masih berada pada tahap mempelajari sejumlah pilihan politik.
Bagi Golkar Kota Tasikmalaya, target 10 kursi jelas membutuhkan kerja organisasi yang tidak sebentar.
Nurul sebelumnya juga menyebut perlunya menyatukan kembali potensi kader Golkar. Ia bahkan mematok target bertingkat, mulai dari enam kursi sebagai target bawah, delapan kursi di tingkat menengah, hingga 10 kursi atau lebih sebagai target atas. ξ¨3ξ¨
Maka setelah Musda berakhir, pertanyaan berikutnya bukan lagi siapa ketua Golkar Kota Tasikmalaya.
Pertanyaannya adalah bagaimana Nurul Awalin mengubah mandat aklamasi menjadi kekuatan organisasi, sekaligus apakah pintu yang dibuka Daniel Mutaqien kepada Diky Candra nantinya benar-benar berujung pada bergabungnya sang wakil wali kota ke Partai Golkar.
Untuk saat ini, jawabannya masih menunggu waktu. (red)

