lintasJabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Efisiensi anggaran Pemkot Tasikmalaya tidak ganggu pelayanan publik. Pesan itu ditegaskan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candranegara, di tengah kondisi fiskal yang masih menghadapi tantangan akibat kebijakan efisiensi anggaran dan belum optimalnya transfer dana dari pemerintah pusat.
Menurut Diky, perubahan kondisi anggaran yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi tantangan yang tidak hanya dirasakan Pemerintah Kota Tasikmalaya, tetapi juga banyak pemerintah daerah di Indonesia. Meski demikian, ia menegaskan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh ikut terhambat.
“Anggaran yang berubah-ubah memang menjadi tantangan. Mudah-mudahan bisa segera ditangani,” ujar Diky, Selasa (30/6/2026).
Ia menjelaskan, tekanan terhadap anggaran daerah berdampak pada tertundanya sejumlah program pembangunan, termasuk kegiatan di tingkat kelurahan. Namun kondisi tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Diky Candranegara: Lurah Tetap Jadi Garda Terdepan Pelayanan
Diky menekankan bahwa lurah merupakan ujung tombak pelayanan publik yang berhadapan langsung dengan masyarakat setiap hari. Karena itu, warga harus tetap memperoleh pelayanan administrasi maupun layanan dasar meski pemerintah sedang melakukan penyesuaian anggaran.
“Lurah adalah garis depan. Warga tidak bertanya apakah APBD sudah turun atau belum. Yang mereka butuhkan adalah surat selesai, data tertata, dan pelayanan tetap berjalan,” katanya.
Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan jajaran kelurahan tetap solid menghadapi situasi tersebut. Menurutnya, tantangan anggaran justru harus dijawab dengan peningkatan kinerja dan inovasi pelayanan.
“Pemerintahan tidak boleh lumpuh hanya karena persoalan anggaran. Efisiensi harus dijalankan, tetapi pelayanan dasar kepada masyarakat adalah prioritas,” tegasnya.
Program Kelurahan Tertunda Akibat Efisiensi Anggaran
Di sisi lain, Lurah Argasari, Mulyono, mengakui kebijakan efisiensi anggaran membuat sejumlah program kelurahan belum dapat dilaksanakan pada tahun ini.
“Kita mengetahui sampai saat ini belum ada kegiatan yang dapat dilaksanakan di tingkat kelurahan karena masih dalam suasana efisiensi anggaran,” ujarnya.
Meski demikian, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah kelurahan tetap menjalankan tugas administrasi, pelayanan kependudukan, serta berbagai kebutuhan warga yang bersifat mendesak.
Pemkot Tasikmalaya Optimistis Pelayanan Tetap Berjalan
Diky memastikan Pemerintah Kota Tasikmalaya terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat agar penyaluran anggaran dapat kembali berjalan normal. Sambil menunggu kondisi fiskal membaik, seluruh perangkat daerah diminta mengoptimalkan sumber daya yang tersedia agar pelayanan publik tidak terganggu.
Menurutnya, situasi saat ini merupakan ujian bagi pemerintah daerah untuk tetap mampu bekerja secara profesional di tengah keterbatasan anggaran.
“Kalau saat kondisi normal kita bisa bekerja, maka ketika situasi sulit kita juga harus mampu memberikan pelayanan terbaik. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan karena mereka telah memenuhi kewajibannya sebagai warga negara,” pungkas Diky.(KRS/doel)

