Lewati ke konten
Selasa, 03 November 2026
Daerah

19 Tahun Tak Direnovasi, Atap SMPN 17 Tasikmalaya Ambruk

Deny HeryantoAgustus 11, 20262 menit baca101 dilihat
ADS BANNER
728 x 90

LintasJabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Atap ruang kelas VIII A SMPN 17 Kota Tasikmalaya ambruk setelah bangunan sekolah tersebut disebut sekitar 19 tahun belum mendapatkan renovasi. Beruntung, tidak ada korban dalam kejadian yang berlangsung Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 18.30 WIB itu.

Ruang kelas tersebut sudah dikosongkan sejak 3 Agustus 2026 bersama dua ruang lainnya, yakni kelas IX D dan IX E. Pihak sekolah sebelumnya telah mengantisipasi kondisi bangunan yang dinilai berisiko.

Kepala SMPN 17 Kota Tasikmalaya, Ujaz Solihat, mengatakan kerusakan ruang VIII A memang telah diprediksi. Keputusan mengosongkan ruangan dilakukan untuk mencegah siswa maupun guru berada di dalam kelas ketika terjadi kerusakan lebih parah.

Atap Ambruk, 915 Siswa Harus Menyesuaikan Ruang Belajar

Ambruknya ruang VIII A berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar. SMPN 17 Kota Tasikmalaya saat ini memiliki sekitar 915 siswa yang harus menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan fasilitas yang tersedia.

Untuk sementara, masjid sekolah digunakan sebagai ruang belajar. Sementara kegiatan ibadah dialihkan ke ruangan lain yang masih dapat digunakan.

Persoalan tidak berhenti pada ruang VIII A. Pihak sekolah juga mengkhawatirkan kondisi sejumlah bangunan lain.

Sedikitnya empat ruang di bagian depan sekolah dilaporkan memiliki bagian atap yang mulai melengkung. Beberapa di antaranya merupakan laboratorium IPA, perpustakaan, dan ruang kesenian.

Kondisi tersebut membuat pihak sekolah meningkatkan kewaspadaan karena fasilitas yang mengalami kerusakan masih berkaitan dengan aktivitas pendidikan siswa.

19 Tahun Belum Renovasi, Sekolah Ajukan Revitalisasi

Kepala SMPN 17 Kota Tasikmalaya Ujaz Solihat mengatakan sebagian bangunan sekolah sudah sekitar 19 tahun belum mendapatkan renovasi.

Pihak sekolah sebelumnya telah mengajukan usulan perbaikan kepada pemerintah pusat melalui Direktorat SMP. Namun, proses revitalisasi membutuhkan asesmen teknis dan dukungan anggaran.

“Seandainya ada revitalisasi gedung sekolah harus benar-benar dicek kembali kondisi bangunan di seluruh ruang kelas yang ada di sekolah agar seluruh kondisi ruang kelas benar-benar dinyatakan aman,” ujar Ujaz.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Rojab Riswan Taufik, mengatakan pemerintah daerah akan mengajukan bantuan revitalisasi kepada pemerintah pusat.

Menurut Rojab, kemampuan APBD Kota Tasikmalaya belum mencukupi untuk membiayai seluruh kebutuhan perbaikan secara penuh. Nilai pengajuan nantinya akan menyesuaikan hasil asesmen teknis.

Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap dukungan revitalisasi tidak hanya digunakan untuk memperbaiki ruang kelas yang telah ambruk, tetapi juga mencakup fasilitas lain yang kondisinya membutuhkan perhatian.

Ambruknya atap ruang VIII A menjadi peringatan mengenai kondisi infrastruktur pendidikan. Terlebih, pihak sekolah sebelumnya telah mengosongkan sejumlah ruangan karena melihat adanya risiko terhadap keselamatan siswa.

Beruntung, kejadian terjadi setelah kegiatan belajar mengajar selesai sehingga tidak menimbulkan korban. Namun, kondisi tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya pemeriksaan dan perbaikan menyeluruh terhadap bangunan sekolah.

Dengan kondisi tersebut, revitalisasi SMPN 17 Tasikmalaya menjadi kebutuhan penting agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung aman dan nyaman bagi ratusan siswa. (dh)

ADS BANNER
728 x 90

Deny Heryanto

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaIPM Jawa Barat Naik Tertinggi Nasional, KDM: Hampir 1 Poin Berita SelanjutnyaFIK Unsil Gelar Edukasi Remaja di Tasikmalaya, Bahas Fenomena LGBT
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza