Lewati ke konten
Selasa, 03 November 2026
Daerah

Lansia 74 Tahun dan Cucu Disabilitas Tinggal di Gubuk Tak Layak Huni Dekat Komplek Pemukiman Wali Kota Tasikmalaya

Redaktur Lintas JabarOktober 30, 20262 menit baca30 dilihat
ADS BANNER
728 x 90

LintasJabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Kondisi memprihatinkan dialami Nana Kustaman, seorang lansia berusia 74 tahun yang tinggal bersama cucunya penyandang disabilitas di sebuah gubuk tak layak huni di kawasan Sindanghayu, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.

Kondisi tempat tinggal tersebut menjadi perhatian setelah videonya beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, Nana dan cucunya terlihat menjalani kehidupan di hunian sederhana yang dinilai jauh dari standar kelayakan.

Lokasinya berada di kawasan pusat Kota Tasikmalaya, bahkan disebut tidak terlalu jauh dari kediaman Wali Kota Tasikmalaya.

Pemerintah Sudah Turun Tangan, Rumah Layak Huni Jadi Prioritas

Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam video tersebut, pemerintah telah melakukan penanganan awal dengan memberikan bantuan kesehatan dan kebutuhan darurat bagi Nana Kustaman beserta cucunya.

Namun, perhatian pemerintah tidak hanya diarahkan pada bantuan sementara. Upaya membangun rumah yang lebih layak disebut menjadi salah satu prioritas agar keduanya dapat tinggal dengan kondisi yang lebih aman dan manusiawi.

Persoalannya, rencana pembangunan rumah tersebut masih menghadapi kendala terkait status dan penggunaan lahan.

Lahan Warisan untuk Pemakaman Jadi Kendala

Lahan yang saat ini ditempati Nana Kustaman diketahui merupakan tanah warisan keluarga besar yang diperuntukkan bagi pemakaman keluarga.

Kondisi tersebut membuat pembangunan rumah tidak bisa dilakukan begitu saja. Diperlukan komunikasi dan persetujuan dari pihak-pihak yang memiliki hak atas lahan tersebut.

Saat ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya dan pihak terkait disebut tengah menjalin komunikasi dengan para ahli waris serta ketua RT dan RW setempat untuk mencari jalan keluar.

Persetujuan administratif dan kejelasan mengenai penggunaan lahan menjadi bagian penting agar rencana pembangunan rumah dapat direalisasikan tanpa menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Bukan Sekadar Bantuan Darurat

Kisah Nana Kustaman dan cucunya menjadi pengingat bahwa persoalan kesejahteraan warga tidak selalu selesai melalui bantuan kebutuhan sehari-hari.

Bagi seorang lansia yang merawat cucu penyandang disabilitas, tempat tinggal yang aman dan layak merupakan kebutuhan mendasar. Karena itu, penyelesaian persoalan lahan menjadi langkah penting agar upaya pemerintah tidak berhenti pada bantuan sementara.

Masyarakat kini tentu berharap komunikasi dengan para ahli waris dapat menghasilkan kesepakatan sehingga Nana Kustaman dan cucunya bisa segera menempati rumah yang lebih layak.

Penanganan kasus ini juga menjadi ujian bagi koordinasi pemerintah dan lingkungan setempat dalam memastikan warga yang membutuhkan mendapatkan perlindungan serta tempat tinggal yang manusiawi. (Red)

ADS BANNER
728 x 90

Redaktur Lintas Jabar

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaTeh Botol Sosro Diduga Berisi Sabun saat Demo Jakarta, Polisi Turun Tangan Berita SelanjutnyaTahanan Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Polres Tasikmalaya Kota Dikabarkan Kabur
ADS BANNER
728 x 90

1 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza