Lewati ke konten
Selasa, 03 November 2026
Daerah

Dedi Mulyadi Siapkan Desa Bahasa Asing di 27 Kabupaten/Kota Jabar, Target Perluas Peluang Kerja

Redaktur Lintas JabarOktober 16, 20263 menit baca110 dilihat
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA JAWA BARAT – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan program Desa bahasa asing Jabar di setiap kabupaten/kota untuk meningkatkan kemampuan masyarakat sekaligus memperluas peluang mendapatkan pekerjaan. Program ini direncanakan mulai berjalan pada November 2026 dengan melibatkan pemerintah provinsi dan pemerintah daerah.

Melalui program tersebut, warga akan mendapatkan pelatihan bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, dan Arab. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan tenaga pengajar, sedangkan pemerintah kabupaten/kota bertugas menentukan desa yang menjadi lokasi pembelajaran.

Rencana itu menjadi salah satu upaya Pemprov Jabar untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, terutama bagi masyarakat yang ingin masuk ke dunia kerja, baik di dalam negeri maupun pasar kerja global.

Empat Bahasa Asing Disiapkan untuk Warga Desa

Dedi Mulyadi menjelaskan, program Desa bahasa asing Jabar dirancang agar masyarakat memiliki keterampilan tambahan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Dalam keterangan yang diberikan pada hari Jumat, 16 Oktober 2026, Dedi menyebut setiap kabupaten dan kota akan memiliki empat desa yang warganya mengikuti kursus bahasa Arab, Inggris, Mandarin, dan Jepang.

Pemilihan lokasi pembelajaran akan disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi daerah. Dengan demikian, pelatihan bahasa diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pendidikan, tetapi juga memiliki manfaat praktis bagi warga yang mencari pekerjaan.

Salah satu contoh penerapannya berada di Kabupaten Indramayu. Desa Muntur, Kecamatan Losarang, dipilih sebagai lokasi pembelajaran bahasa Mandarin karena berada di sekitar kawasan industri yang memiliki investor asal China.

Menurut Dedi, kemampuan berbahasa Mandarin dapat membantu warga berkomunikasi di lingkungan kerja, termasuk memahami penjelasan tenaga ahli asing selama proses produksi.

Dikaitkan dengan Kebutuhan Dunia Industri

Program desa bahasa asing juga diarahkan untuk mempertemukan kemampuan masyarakat dengan kebutuhan perusahaan. Penguasaan bahasa dinilai menjadi salah satu bekal penting bagi tenaga kerja, khususnya ketika berhadapan dengan lingkungan kerja yang melibatkan tenaga ahli dari negara lain.

Di kawasan industri Losarang, misalnya, terdapat perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing asal China untuk melatih pekerja lokal agar mampu menghasilkan produk sesuai standar dan permintaan pembeli.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemilihan Desa Muntur sebagai lokasi pembelajaran bahasa Mandarin. Pemprov Jabar juga berencana melibatkan lembaga pendidikan yang memiliki pengalaman mengajarkan bahasa asing untuk mendukung ketersediaan tenaga pengajar.

Sebelumnya, Pemprov Jabar telah menyampaikan rencana memulai program desa bahasa pada November 2026. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat I Gusti Agung Kim Fajar menilai keterampilan bahasa asing penting untuk meningkatkan daya saing pekerja Indonesia, termasuk mereka yang hendak bekerja di luar negeri.

Pelatihan Bahasa Perlu Terhubung dengan Kesempatan Kerja

Program Desa bahasa asing Jabar diharapkan dapat memperkuat kesiapan warga menghadapi persaingan kerja. Namun, keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh tersedianya pengajar dan kegiatan kursus.

Kesesuaian materi dengan kebutuhan perusahaan, kualitas pembelajaran, serta akses warga terhadap informasi lowongan kerja juga menjadi faktor penting agar keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara nyata.

Pemprov Jabar sendiri mengembangkan upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja bersamaan dengan penyediaan informasi lowongan kerja. Pada bursa kerja daring pekan ini, pemerintah menyampaikan tersedianya 1.112 lowongan dari 28 perusahaan.

Dengan rencana program desa bahasa asing tersebut, pemerintah berharap masyarakat di berbagai daerah tidak hanya memiliki akses terhadap pelatihan, tetapi juga peluang lebih besar untuk bersaing di pasar kerja.

Pelaksanaannya mulai November 2026 akan menjadi tahap penting untuk melihat bagaimana program ini dijalankan di tingkat desa dan sejauh mana pelatihan bahasa dapat membantu meningkatkan kesempatan kerja warga Jawa Barat. (Red)

ADS BANNER
728 x 90

Redaktur Lintas Jabar

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaPolisi Dalami Dugaan TPPO Siswi Tasikmalaya, Modus Pengantin Pesanan Disorot Berita SelanjutnyaPos Polisi Tak Aktif di Kota Banjar Hangus Terbakar, Pemadam Tiba dalam 7 Menit
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza