Lewati ke konten
Selasa, 03 November 2026
Daerah

Ruang Guru SDN 3 Batulawang Kota Banjar Ambruk, Sudah Tiga Tahun Tak Digunakan

Redaktur Lintas JabarOktober 14, 20262 menit baca116 dilihat
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA BANJAR. – Bangunan bekas ruang guru SDN 3 Batulawang di Dusun Tundagan, Desa Batulawang, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, ambruk pada Selasa malam, 13 Oktober 2026. Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa karena bangunan sudah tidak digunakan untuk aktivitas sekolah.

Bangunan yang terakhir dibangun pada 2013 itu telah dikosongkan selama sekitar tiga tahun akibat kerusakan, termasuk retakan pada bagian lantai.

Ruangan tersebut sebelumnya digunakan untuk menyimpan berbagai perlengkapan sekolah, mulai dari alat musik, buku perpustakaan, peralatan memasak, bangku hingga rak buku.

Kepala SDN 3 Batulawang, Tri Isnadiari, menjelaskan bahwa bangunan bekas ruang guru tersebut sudah tidak ditempati karena kondisinya mengalami kerusakan.

Meski satu bangunan ambruk, kegiatan belajar mengajar di sekolah itu dilaporkan tidak terganggu.

Bangunan Berada di Kawasan Pegunungan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar, Dedi Suardi, menyebut bangunan yang ambruk merupakan ruang guru yang sudah tidak difungsikan karena mengalami kerusakan.

Lokasi SDN 3 Batulawang berada di kawasan pegunungan dengan kondisi lahan yang memiliki lereng. Faktor kebencanaan disebut dalam laporan sebagai penyebab ambruknya bangunan tersebut.

Namun, informasi mengenai penyebab langsung keruntuhan masih perlu diperjelas melalui pemeriksaan kondisi bangunan dan lingkungan di sekitarnya.

Kondisi ini penting untuk memastikan apakah kerusakan struktur, kondisi tanah, faktor cuaca, atau faktor lain turut berperan dalam kejadian tersebut.

Keselamatan Bangunan Sekolah Perlu Diperhatikan

Ambruknya bekas ruang guru SDN 3 Batulawang menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan berkala terhadap bangunan sekolah, termasuk ruangan yang sudah tidak digunakan.

Bangunan yang dikosongkan akibat kerusakan tetap berpotensi menimbulkan risiko apabila tidak diamankan atau dipantau kondisinya.

Pemeriksaan teknis diperlukan untuk memastikan area yang terdampak aman, sekaligus menentukan langkah penanganan terhadap sisa bangunan.

Hingga informasi dalam laporan tersebut dipublikasikan, proses belajar mengajar di SDN 3 Batulawang disebut tetap berjalan tanpa gangguan. Perhatian berikutnya tertuju pada penanganan sisa bangunan dan kepastian penyebab ambruknya bekas ruang guru tersebut. (Red)

ADS BANNER
728 x 90

Redaktur Lintas Jabar

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaMinapolitan Cibunigeulis Kembali Produktif, Tiga Kelompok Pembudidaya Kelola Aset Daerah Berita SelanjutnyaPPP Surati Wali Kota Tasik, Operasional Golden Karaoke Dipersoalkan
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza