Lewati ke konten
Selasa, 03 November 2026
Nasional

Ayah Masih Menunggu, Doa Mengiringi Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

Redaktur Lintas JabarSeptember 11, 20265 menit baca70 dilihat
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA NASIONAL — Hari-hari penantian belum berakhir bagi keluarga 5 jurnalis hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Di tengah operasi pencarian yang terus diperluas, keluarga masih menggantungkan harapan pada satu kemungkinan: kelima jurnalis bersama tiga kru speedboat yang mereka tumpangi dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Salah satu penantian paling berat dirasakan Mansyur Suryana, ayah M. Bagus Khoirunnas, jurnalis LKBN Antara yang menjadi bagian dari rombongan tersebut.

Mansyur datang ke posko pencarian dan tetap menunggu kabar mengenai anaknya.

Bagus dikenal keluarga sebagai sosok yang berani dan terbiasa turun langsung ke lokasi ketika menjalankan tugas jurnalistik. Bagi sang ayah, pekerjaan tersebut bukan sesuatu yang baru bagi putranya.

Bagus sebelumnya juga pernah meliput sejumlah peristiwa besar, termasuk bencana tsunami Banten 2018.

Kini, keluarga hanya bisa menunggu setiap perkembangan dari tim pencarian.

Delapan orang masih belum ditemukan

Rombongan tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.

Mereka menggunakan speedboat untuk menuju kawasan Gunung Anak Krakatau guna melakukan peliputan aktivitas vulkanik.

Rombongan berjumlah delapan orang. Lima di antaranya merupakan jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.

Tiga orang lainnya adalah Warta sebagai kapten kapal, Surakman sebagai ABK dan Heriyanto sebagai pemandu.

Komunikasi dengan rombongan dilaporkan terputus setelah mereka berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

Basarnas kemudian mengerahkan operasi pencarian gabungan dengan melibatkan unsur SAR, TNI AL, Polri dan berbagai pihak lainnya.

Pencarian menyasar Pulau Sertung

Salah satu titik yang menjadi perhatian dalam pencarian 5 jurnalis hilang tersebut adalah kawasan Pulau Sertung.

Informasi mengenai kemungkinan rombongan berada di sekitar pulau tersebut muncul setelah adanya petunjuk mengenai foto Gunung Anak Krakatau yang sempat dikirim oleh pemandu rombongan pada Senin sore.

Petunjuk tersebut kemudian ikut menjadi bahan pertimbangan dalam memperluas pencarian.

Namun, hingga Jumat, 11 September 2026, belum ada tanda yang memastikan keberadaan kelima jurnalis di Pulau Sertung.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan pemantauan visual menggunakan teropong belum menunjukkan tanda keberadaan para korban.

Tim SAR gabungan bersama nelayan setempat juga telah melakukan pencarian di sejumlah pulau sekitar kawasan Anak Krakatau.

Masalahnya, pencarian langsung di Pulau Sertung belum dapat dilakukan karena kawasan tersebut berada dalam radius 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.

Radius tersebut merupakan zona berbahaya yang harus dihindari karena aktivitas vulkanik Anak Krakatau masih tinggi.

Dengan kondisi tersebut, tim SAR harus menghitung antara kebutuhan memperluas pencarian dan keselamatan personel yang berada di lapangan.

Area pencarian terus diperluas

Pencarian terhadap delapan orang tersebut tidak hanya dilakukan di satu titik.

Tim SAR gabungan membagi wilayah pencarian ke sejumlah sektor dan mengerahkan kapal dari berbagai unsur.

Sebelumnya, area pencarian mencapai puluhan mil laut di kawasan Selat Sunda. Penyisiran juga mempertimbangkan kemungkinan pergerakan korban atau benda dari kapal akibat arus, angin dan gelombang.

Pada hari-hari sebelumnya, pencarian dilakukan dengan kapal Basarnas, armada TNI AL, Polairud dan unsur lainnya.

Helikopter juga dipertimbangkan untuk membantu pencarian dari udara ketika kondisi cuaca memungkinkan.

Namun, hingga memasuki hari kelima, belum ada temuan yang dapat memastikan keberadaan delapan orang tersebut.

Kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik menjadi tantangan tersendiri bagi operasi SAR.

Keluarga terus menjaga harapan

Di tengah pencarian yang belum membuahkan hasil, keluarga para jurnalis memilih mempertahankan harapan.

Desi, istri Bagus, sebelumnya mengatakan tetap yakin suaminya masih selamat.

Harapan yang sama disampaikan keluarga kru kapal dan jurnalis lainnya.

Mereka tidak hanya menunggu informasi dari posko, tetapi juga berharap seluruh anggota rombongan dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

Bagi keluarga, setiap kapal yang kembali ke posko dan setiap informasi dari petugas menjadi sesuatu yang ditunggu.

Sementara itu, dukungan juga datang dari komunitas pers dan masyarakat.

Doa bersama digelar di Depok

Solidaritas terhadap lima jurnalis yang hilang juga terlihat dari kegiatan doa bersama yang digelar sejumlah organisasi wartawan bersama Polres dan Pemerintah Kota Depok.

Doa bersama berlangsung di Depok Open Space pada Kamis, 10 September 2026.

Sejumlah organisasi profesi dan komunitas pers ikut hadir, antara lain Pewarta Foto Indonesia (PFI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).

Doa tersebut digelar sebagai bentuk dukungan moral sekaligus harapan agar operasi pencarian berjalan lancar dan seluruh jurnalis beserta kru kapal dapat segera ditemukan.

Kelima jurnalis yang masih dalam pencarian adalah Ari Basuki dari Merdeka.com, M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency dan Donal Husni sebagai jurnalis lepas.

Harapan yang dipanjatkan dalam doa tersebut pada dasarnya sama: mereka ditemukan dalam keadaan selamat dan dapat kembali kepada keluarga.

Antara tugas jurnalistik dan risiko di lapangan

Peristiwa ini kembali memperlihatkan risiko yang dihadapi jurnalis ketika menjalankan tugas di lokasi bencana.

Peliputan erupsi gunung api membutuhkan akses informasi sekaligus pertimbangan keselamatan yang tidak sederhana.

Dalam kasus Anak Krakatau, aktivitas vulkanik yang masih berlangsung membuat ruang gerak tim pencari maupun masyarakat terbatas.

Di satu sisi, lokasi yang menjadi titik pencarian 5 jurnalis hilang harus diperiksa dan terus ditelusuri namun di sisi lain, petugas tidak boleh mengabaikan ancaman yang juga dapat membahayakan mereka.

Karena itu, operasi pencarian tidak hanya berbicara tentang seberapa luas wilayah yang dapat disisir, tetapi juga bagaimana setiap langkah dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan tim SAR.

Hingga Jumat, pencarian masih berlangsung.

Belum ditemukannya lima jurnalis dan tiga kru kapal bukan berarti harapan telah berakhir. Bagi keluarga yang masih menunggu di posko, satu kabar baik dari laut masih menjadi hal yang paling mereka nantikan.

Kini, pencarian bukan sekadar operasi SAR. Di belakangnya ada keluarga yang menunggu kepulangan orang-orang yang mereka cintai, rekan seprofesi yang terus mendoakan, serta publik yang berharap delapan orang tersebut segera ditemukan. (red)

ADS BANNER
728 x 90

Redaktur Lintas Jabar

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita Sebelumnya22 DPC Peradi Turut soroti Kasus Wabup Sumedang dan Kawal Kepastian Hukumnya Berita SelanjutnyaWarga Tasikmalaya Geger, penemuan Benda Mirip Bom di Gedung Engsun
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza