Lewati ke konten
Selasa, 03 November 2026
Daerah

Kampung Naga Tasikmalaya Masih Ditutup, Apa yang Sedang Dipulihkan?

Deny HeryantoAgustus 9, 20262 menit baca200 dilihat
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Kampung Naga Tasikmalaya masih ditutup untuk kunjungan wisatawan hingga 31 Agustus 2026. Kawasan masyarakat adat di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, tersebut menjalani penutupan sementara sejak 1 Juni untuk pemulihan ekosistem serta pemeliharaan dan pelestarian kawasan adat.

Penutupan berlaku bagi seluruh jenis kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Kebijakan tersebut merupakan hasil kesepakatan masyarakat adat Kampung Naga dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat setelah arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Penutupan Berlangsung Tiga Bulan

Kampung Naga Tasikmalaya ditutup selama tiga bulan, mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026. Selama periode tersebut, aktivitas kunjungan wisata dihentikan sementara sebagai bagian dari upaya memulihkan kondisi kawasan.

Beberapa sumber informasi menyampaikan penutupan dilakukan untuk mendukung pemulihan ekosistem, sekaligus pemeliharaan dan pelestarian kawasan adat. Keputusan itu juga disebut telah disepakati bersama masyarakat adat Kampung Naga.

Laporan lain menyebut penutupan tersebut berkaitan dengan upaya menata kembali kawasan serta tata kelola kunjungan. Salah satu informasi yang muncul adalah rencana penataan area parkir yang berada di sisi jalan raya Tasikmalaya-Garut.

Dengan masa penutupan yang tersisa hingga akhir Agustus, kawasan Kampung Naga belum dapat dikunjungi wisatawan seperti biasanya. Informasi mengenai pembukaan kembali perlu menunggu pengumuman resmi dari pihak masyarakat adat atau pemerintah terkait.

Pemulihan Ekosistem Jadi Alasan Utama

Kampung Naga Tasikmalaya merupakan kawasan masyarakat adat yang menjadi salah satu tujuan wisata budaya di Kabupaten Tasikmalaya. Penutupan sementara memberi ruang bagi pengelola dan masyarakat adat untuk melakukan pemeliharaan kawasan tanpa aktivitas kunjungan wisatawan.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat sebelumnya menyebut penutupan tersebut sebagai bagian dari pemulihan ekosistem serta pemeliharaan dan pelestarian kawasan adat.

Selain aspek lingkungan, penataan tata kelola kunjungan juga menjadi perhatian. Salah satu laporan menyebut setelah kawasan kembali dibuka, calon pengunjung perlu melakukan koordinasi atau survei terlebih dahulu sebelum waktu kunjungan. Pengaturan tersebut dimaksudkan agar masyarakat di kawasan adat mengetahui jumlah dan waktu kedatangan tamu.

Aturan mengenai barang yang dibawa pengunjung juga disebut akan diperhatikan. Salah satu laporan menyebut pengunjung nantinya tidak diperbolehkan membawa makanan dari luar ke dalam kawasan sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan mengurangi sampah. Ketentuan tersebut tetap perlu dikonfirmasi kembali kepada pengelola sebelum digunakan sebagai informasi final bagi wisatawan.

Hingga 9 Agustus 2026, Kampung Naga Tasikmalaya masih berada dalam masa penutupan. Jika tidak ada perubahan kebijakan, kunjungan wisatawan baru dapat kembali dilakukan setelah periode penutupan berakhir pada 31 Agustus 2026.

Karena itu, perkembangan yang penting dipantau bukan hanya tanggal pembukaan kembali, tetapi juga hasil pemulihan ekosistem, perubahan tata kelola kunjungan, serta aturan baru yang akan diterapkan ketika kawasan adat tersebut kembali menerima wisatawan. (dh)

ADS BANNER
728 x 90

Deny Heryanto

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaBatukaras Surf Festival Masuk Hari Terakhir, Pangandaran Jadi Pusat Selancar Berita SelanjutnyaKDM Soroti Peredaran Tramadol, 2,7 Juta Butir Barang Bukti Dimusnahkan
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza