Lewati ke konten
Daerah

MBG Tasikmalaya Kembali Disorot, Sayur Jagung Muda Diduga Berulat

Redaktur Lintas JabarMei 20, 20263 menit baca95 dilihat
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan di Kabupaten Tasikmalaya setelah beredarnya video yang memperlihatkan temuan ulat dalam sajian makanan yang diduga bagian dari program tersebut. Insiden itu disebut terjadi di Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (19/5/2026).

Video temuan tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu reaksi publik. Dalam rekaman yang beredar, terlihat satu paket makanan lengkap berisi telur goreng, sayuran, dan buah. Namun perhatian publik tertuju pada temuan ulat mati yang terlihat berada di dalam menu oseng jagung muda.

Den legal Tasikmalaya-lintas jabar

Temuan ini memunculkan kekhawatiran terkait standar kebersihan dan pengawasan distribusi makanan dalam program nasional yang digagas untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat tersebut.

Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Tasikmalaya, Roni Romansyah, menyebut insiden tersebut sebagai peristiwa yang memprihatinkan. Ia mengatakan informasi serupa disebut bukan kali pertama terjadi, meski sebelumnya tidak sampai ramai menjadi perhatian publik.

“Kali ini terjadi di wilayah Bojongkapol, Bojonggambir. Kejadiannya sangat memprihatinkan karena sajian MBG diduga ditemukan ada ulatnya. Informasi yang kami terima, ini bukan kejadian pertama,” ujar Roni saat dihubungi, Selasa malam.

Menurut dia, jika benar temuan tersebut berasal dari program MBG, maka persoalan kebersihan dan pengawasan harus menjadi perhatian serius.

Desakan Audit dan Evaluasi Pengelolaan MBG

Roni menilai pengelolaan makanan, termasuk di wilayah pelosok, tetap harus memenuhi standar kebersihan yang sama tanpa kompromi.

“Jangan karena dapurnya berada di wilayah terpencil lalu pengelolaannya menjadi tidak maksimal. Ini menyangkut makanan yang dikonsumsi masyarakat, sehingga aspek higienitas tidak bisa diabaikan,” katanya.

Ia menegaskan program MBG merupakan program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, sehingga pelaksanaannya harus dijaga secara serius.

Menurutnya, jika ditemukan kelalaian dalam proses penyediaan makanan, maka perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap pihak penyedia.

Roni bahkan mendesak agar dapur penyedia makanan yang diduga terkait insiden tersebut diaudit, termasuk jika diperlukan melibatkan aparat penegak hukum apabila ditemukan unsur pelanggaran.

“Kalau memang ada kelalaian, harus ada evaluasi tegas. Jika ada pelanggaran serius, tentu penegakan aturan juga perlu dipertimbangkan agar ada efek perbaikan,” ujarnya.

Polisi dan Satgas MBG Turun Tangan

Menanggapi video yang beredar, jajaran kepolisian setempat menyatakan akan menelusuri kebenaran informasi tersebut.

Kapolsek Bojonggambir, Iptu Agus Sukmana, membenarkan pihaknya sedang melakukan pendalaman terhadap video yang viral di media sosial.

“Informasi itu sedang kami telusuri. Ada video yang beredar terkait hidangan yang diduga bagian dari program MBG,” kata Agus.

Respons juga datang dari Ketua Satuan Tugas MBG Kabupaten Tasikmalaya, Ruby Azhara. Ia menyatakan tim akan turun langsung untuk melakukan pengecekan terhadap laporan yang beredar.

“Terima kasih atas informasinya. Kami akan menurunkan tim untuk melakukan penelusuran, termasuk mendeteksi SPPG yang diduga menyediakan hidangan tersebut,” ujarnya.

Langkah verifikasi dinilai penting untuk memastikan kebenaran informasi, termasuk menelusuri apakah makanan dalam video benar-benar berasal dari program MBG resmi.

Ujian Pengawasan Program Strategis Nasional

Kasus ini kembali menempatkan pengawasan program MBG dalam sorotan publik. Sebagai program strategis nasional yang menyasar peningkatan kualitas gizi masyarakat, standar keamanan pangan menjadi aspek yang tidak bisa ditawar.

Jika temuan tersebut terbukti benar, maka evaluasi terhadap sistem pengawasan, proses distribusi, hingga pengelolaan dapur penyedia makanan menjadi hal mendesak.

Kepercayaan publik terhadap program ini sangat bergantung pada konsistensi kualitas pelaksanaan di lapangan. Sebab, program yang bertujuan membangun kualitas generasi masa depan justru tidak boleh tercoreng oleh persoalan mendasar seperti kebersihan makanan.

Hingga berita ini ditulis, proses penelusuran masih berlangsung dan belum ada hasil verifikasi resmi terkait asal-usul pasti makanan dalam video tersebut. (dh/hs) 

ADS BANNER
728 x 90

Redaktur Lintas Jabar

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaTransparansi Anggaran Perwaskim Kota Tasikmalaya Dipersoalkan Berita SelanjutnyaCuranmor Gagal di Tamansari, Terduga Pelaku Diamankan Polisi
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza