Lewati ke konten
Selasa, 03 November 2026
Daerah

Kopi Bunar Tasikmalaya dari Kampung Ke Pasar Internasional

Deny HeryantoMei 15, 20262 menit baca71 dilihat
Kopi Bunar Tasikmalaya-lintasjabar
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Produk kopi lokal asal Kabupaten Tasikmalaya kembali mencuri perhatian. Kopi Bunar, yang dikembangkan masyarakat Kampung Bunihurip, Kecamatan Pagerageung, berhasil menembus pasar Jepang dan menjadi salah satu produk unggulan daerah yang mulai dikenal di kancah internasional.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi menilai capaian itu lahir dari ketekunan masyarakat dalam membangun usaha kopi berbasis komunitas secara mandiri.

Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa potensi desa mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki daya saing global jika dikelola dengan konsisten.

Dari Kampung ke Pasar Internasional

Asep menyebut perjalanan Kopi Bunar Tasikmalaya menjadi contoh bagaimana produk lokal dapat tumbuh dari lingkungan sederhana hingga dikenal di luar negeri.

Masyarakat setempat dinilai memiliki peran sentral karena terlibat langsung dalam seluruh proses produksi, mulai dari budidaya tanaman kopi hingga pengolahan hasil panen.

Dengan model pengelolaan berbasis warga, kualitas produk terus berkembang dan menarik perhatian pasar yang lebih luas.

Tak hanya pasar ekspor, permintaan terhadap kopi tersebut di dalam negeri juga disebut terus meningkat.

Pengelola kini mulai membuka peluang distribusi ke negara lain sebagai bagian dari ekspansi bisnis.

Pemerintah Siapkan Dukungan Strategis

Untuk menjaga momentum pertumbuhan kopi ekspor Tasikmalaya, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah langkah strategis.

Salah satunya adalah mendorong percepatan sertifikasi produk agar standar mutu dan legalitas Kopi Bunar semakin kuat di pasar global.

Selain itu, dukungan infrastruktur juga disiapkan untuk memperlancar aktivitas produksi masyarakat.

Beberapa program yang masuk agenda antara lain pembangunan tembok penahan tanah, peningkatan akses jalan menuju kawasan produksi, serta bantuan alat pengolahan bagi petani.

Langkah tersebut diharapkan memperkuat rantai produksi sekaligus meningkatkan kapasitas usaha masyarakat.

Harga Kopi Naik, Ekonomi Warga Terdongkrak

Keberadaan kopi asal Tasikmalaya ini disebut telah memberi dampak ekonomi nyata bagi warga sekitar.

Peningkatan kualitas produksi dan strategi pemasaran yang lebih baik membuat nilai jual kopi mengalami lonjakan signifikan.

Jika sebelumnya harga kopi berada pada kisaran sangat rendah, kini nilainya meningkat berkali lipat.

Perubahan tersebut menjadi indikator bahwa pengelolaan produk pertanian dengan pendekatan kualitas mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar.

Disiapkan Jadi Destinasi Agrowisata

Tak hanya fokus pada ekspor, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga menyiapkan pengembangan kawasan Kopi Bunar sebagai destinasi agrowisata.

Konsep tersebut diharapkan mampu memperluas manfaat ekonomi, bukan hanya bagi petani kopi, tetapi juga sektor pariwisata dan usaha pendukung lainnya.

Wisatawan nantinya diharapkan dapat menikmati pengalaman melihat langsung proses budidaya, pengolahan, hingga menikmati kopi di lokasi asalnya.

Keberhasilan Kopi Bunar menjadi bukti bahwa produk desa bisa berkembang menjadi ikon ekonomi baru yang membawa nama daerah ke panggung internasional. (dh) 

ADS BANNER
728 x 90

Deny Heryanto

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaBandung: Hujan Deras Picu Insiden Korban Hanyut di Cikapundung Berita SelanjutnyaMiras Ilegal di Pasar Wanamekar Garut Diamankan
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza