Kejuaraan Taekwondo Nasional Tasik Open 9 Resmi Digelar
- account_circle Deny Heryanto
- calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
- visibility 23
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Kejuaraan Tasik Open 9 resmi bergulir di GOR Sukapura, Kota Tasikmalaya. Ajang bergengsi tingkat nasional untuk nomor Kyorugi dan Poomsae ini berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Mei 2026.
Antusiasme peserta begitu tinggi. Sebanyak 1.250 atlet dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam kejuaraan yang semakin mengukuhkan Tasikmalaya sebagai salah satu pusat perkembangan taekwondo nasional.

Diikuti Atlet dari Lima Provinsi
Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia Jawa Barat, Divie, memberikan apresiasi atas konsistensi panitia dalam menggelar event berskala nasional.
Menurutnya, perkembangan Tasik Open sangat pesat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Dulu cakupannya masih sebatas Priangan Timur. Kini, peserta datang dari lima provinsi. Ini menjadi indikator positif perkembangan atlet Taekwondo Tasikmalaya,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Peserta datang dari berbagai daerah, mulai dari Banten, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
Ajang Pembuktian Atlet Daerah
Kejuaraan Taekwondo Nasional Tasik ini menjadi panggung penting bagi atlet lokal untuk mengukur kemampuan melawan atlet dari luar daerah.
Divie juga mengungkapkan kebanggaannya setelah salah satu atlet Kota Tasikmalaya sukses meraih medali emas pada Kejuaraan Nasional di Kalimantan.
Prestasi tersebut menjadi motivasi tambahan bagi para peserta yang berlaga di Tasik Open 9.
Fasilitas GOR Jadi Sorotan
Membludaknya jumlah peserta membuat kapasitas GOR Sukapura menjadi perhatian utama.
Divie berharap, ke depan Kota Tasikmalaya memiliki sarana olahraga yang lebih representatif untuk mendukung penyelenggaraan event nasional maupun internasional.
“Kalau belum bisa membangun gedung baru, setidaknya fasilitas yang ada dapat direnovasi agar lebih nyaman,” katanya.
Dicky Chandra Akui Keterbatasan
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Chandra, mengaku kondisi fasilitas olahraga saat ini memang belum sepenuhnya ideal.
Ia menilai, peningkatan sarana olahraga menjadi kebutuhan mendesak seiring semakin banyaknya event besar yang digelar di Tasikmalaya.
“Jujur, saya cukup prihatin melihat kondisi lapangan yang ada saat ini,” ujar Dicky.
Butuh Dukungan Pemprov dan Pemerintah Pusat
Menurut Dicky, keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan utama dalam pembangunan infrastruktur olahraga.
Karena itu, Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pemerintah pusat.
Langkah tersebut dinilai penting agar cita-cita menjadikan Tasikmalaya sebagai kota olahraga dapat segera terwujud.
Tasikmalaya Kian Diperhitungkan
Penyelenggaraan Tasik Open 9 membuktikan bahwa Tasikmalaya semakin diperhitungkan dalam kalender kejuaraan taekwondo nasional.
Selain menjadi ajang kompetisi, event ini juga berdampak positif terhadap sektor ekonomi, pariwisata, serta pembinaan atlet usia dini di daerah.
Dengan dukungan fasilitas yang memadai, bukan tidak mungkin Tasikmalaya akan menjadi tuan rumah kejuaraan dengan skala yang lebih besar di masa mendatang. (dh)
- Penulis: Deny Heryanto

Saat ini belum ada komentar