LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 di Kota Tasikmalaya diisi dengan aksi nyata. Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar kegiatan bersih-bersih sungai di wilayah Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Minggu (26/4/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan ratusan peserta dari berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, relawan kebencanaan, hingga masyarakat setempat. Mereka bergotong royong membersihkan sampah, lumpur, serta sedimentasi yang selama ini menghambat aliran sungai di sejumlah titik rawan genangan.
Aksi kolaboratif ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat mitigasi bencana, khususnya menghadapi ancaman banjir dan genangan yang kerap terjadi saat musim hujan.

Aksi Nyata Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menegaskan bahwa peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata.
Menurutnya, peringatan tahunan ini harus diwujudkan melalui langkah konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Harus ada aksi nyata yang berdampak langsung. Salah satunya adalah membersihkan saluran air dan sungai untuk mengurangi risiko banjir,” ujar Viman saat memimpin apel di kawasan Gedung Tasmalia.
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam membangun budaya siaga bencana di tengah masyarakat.
Alasan Pemilihan Kelurahan Tugujaya
Pemilihan Kelurahan Tugu jaya sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Wilayah ini termasuk salah satu kawasan yang kerap mengalami genangan saat curah hujan tinggi. Kondisi saluran air yang tersumbat oleh sampah dan sedimentasi menjadi salah satu penyebab utama.
Selain itu, tingginya partisipasi masyarakat di wilayah tersebut menjadi pertimbangan penting bagi BPBD Kota Tasikmalaya. Keterlibatan warga dinilai menjadi kunci keberhasilan upaya mitigasi berbasis komunitas.
Data Bencana Jadi Pengingat
Sepanjang tahun 2025, BPBD Kota Tasikmalaya mencatat berbagai kejadian bencana yang cukup signifikan.
Terdapat 19 kejadian tanah longsor, 42 peristiwa cuaca ekstrem, serta enam kejadian banjir yang tersebar di berbagai wilayah Kota Tasikmalaya.
Sebagian besar banjir yang terjadi berupa genangan akibat intensitas hujan tinggi dan kapasitas drainase yang belum optimal.
Data tersebut menjadi alarm penting bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan.
Pemerintah Kota Tasikmalaya Perkuat Mitigasi
Selain fokus pada penanganan saat bencana terjadi, Pemerintah Kota Tasikmalaya juga terus memperkuat langkah mitigasi.
Salah satunya melalui normalisasi sungai, perbaikan drainase, serta edukasi kebencanaan kepada masyarakat.
Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan menegaskan, kesiapsiagaan harus menjadi budaya yang tumbuh mulai dari lingkungan keluarga hingga tingkat komunitas.
“Kita harus membangun kesadaran kolektif bahwa penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama,” katanya.
Antisipasi Musim Kemarau
Tidak hanya menghadapi musim hujan, Walikota Tasikmalaya juga menyoroti pentingnya kesiapan menghadapi musim kemarau.
Pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, termasuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), embung, serta jaringan distribusi air menjadi prioritas utama.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi adaptasi menghadapi perubahan iklim yang semakin nyata.
Kolaborasi Jadi Kunci Ketangguhan
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Hanafi, menjelaskan bahwa tema nasional Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 adalah “Siap untuk Selamat. Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana”.
Tema tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.
Menurut Hanafi, ketangguhan daerah hanya dapat dibangun melalui kerja sama seluruh elemen.
Edukasi dan Simulasi Terus Diperkuat
Selain kegiatan bersih sungai, BPBD Kota Tasikmalaya juga rutin menggelar edukasi dan simulasi kebencanaan di sekolah, lingkungan masyarakat, dan kawasan rawan bencana.
Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Pengetahuan dasar mengenai evakuasi, pertolongan pertama, hingga mitigasi mandiri menjadi bekal penting dalam mengurangi risiko korban.
Menjaga Sungai, Menjaga Kehidupan
Aksi bersih sungai di Kelurahan Tugu jaya bukan sekadar kegiatan simbolis. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah bagian tak terpisahkan dari upaya pengurangan risiko bencana.
Sungai yang bersih akan mengurangi potensi banjir, menjaga kualitas lingkungan, serta meningkatkan kenyamanan hidup masyarakat.
Membangun Budaya Siaga Bencana
Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 di Kota Tasikmalaya menjadi momentum untuk memperkuat budaya siaga di tengah masyarakat.
Dengan keterlibatan aktif seluruh elemen, Kota Tasikmalaya diharapkan semakin tangguh menghadapi berbagai ancaman bencana.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Tugujaya menjadi contoh nyata bahwa kesiapsiagaan dimulai dari lingkungan terkecil.
Karena pada akhirnya, bencana memang tidak dapat dicegah, tetapi risikonya dapat diminimalkan melalui kesiapan dan kepedulian bersama. (DH)

