Lima Ancaman Besar Persib Saat Lawan PSM Makassar
- account_circle Deny Heryanto
- calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
- visibility 118
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lintasjabar.id, BERITA OLAHRAGA. Persib Bandung menghadapi ujian besar saat bertandang ke markas PSM Makassar pada pekan ke-33 Super League 2025/2026. Duel yang digelar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Minggu 17 Mei 2026 pukul 19.00 WIB, menjadi pertandingan penting dalam perebutan gelar juara musim ini.
Laga PSM Makassar vs Persib Bandung bukan sekadar pertemuan dua tim besar. Maung Bandung datang ke Parepare dengan tekanan tinggi dan sejumlah masalah yang bisa menjadi ancaman serius bagi peluang mereka menjaga posisi di papan atas klasemen.
Berikut lima ancaman besar Persib saat menghadapi PSM Makassar.
1. Persib Tanpa Bojan Hodak
Ancaman pertama datang dari absennya pelatih kepala Bojan Hodak. Pelatih asal Kroasia itu tidak bisa mendampingi Persib di pinggir lapangan karena hukuman akumulasi kartu kuning.
Kehilangan Bojan Hodak menjadi masalah besar bagi Persib. Dalam pertandingan penting seperti ini, kehadiran pelatih kepala sangat dibutuhkan untuk membaca jalannya laga dan menentukan perubahan strategi.
Asisten pelatih Igor Tolic mengatakan Bojan masih memimpin persiapan tim sebelum kembali ke Kroasia karena ibundanya meninggal dunia.
“Bojan memimpin latihan untuk persiapan laga ini di Bandung. Setelah itu, ia pulang ke Kroasia untuk menghadiri pemakaman ibunya,” ujar Tolic.
Tanpa Bojan Hodak, Persib harus menghadapi tekanan laga besar tanpa komando langsung dari sosok utama mereka.
2. Empat Pemain Inti Absen
Persib juga kehilangan empat pemain penting sekaligus. Federico Barba dan Luciano Guaycochea absen akibat akumulasi kartu kuning. Sementara Sergio Castel dan Layvin Kurzawa masih cedera.
Kondisi ini membuat kekuatan Persib tidak dalam kondisi terbaik. Barba dan Guaycochea selama ini menjadi bagian penting dalam keseimbangan permainan Maung Bandung.
Absennya empat pemain inti membuat pilihan taktik Persib semakin terbatas saat menghadapi PSM Makassar yang dikenal kuat di kandang.
3. Parepare Belum Bersahabat
Stadion Gelora BJ Habibie Parepare juga menjadi ancaman tersendiri bagi Persib Bandung. Dalam beberapa musim terakhir, Persib tidak selalu mampu meraih hasil bagus saat menghadapi PSM di kandangnya.
Atmosfer suporter PSM dikenal sangat kuat dan sering memberi tekanan kepada tim tamu. Situasi ini bisa memengaruhi mental pemain Persib dalam pertandingan penentu seperti sekarang.
Karena itu, laga PSM vs Persib bukan hanya soal kualitas teknis, tetapi juga soal mental menghadapi tekanan besar.
4. PSM Makassar Sangat Kuat di Kandang
PSM Makassar tampil solid ketika bermain di depan pendukung sendiri. Juku Eja memiliki keseimbangan permainan yang kuat dalam bertahan maupun menyerang.
Bek Persib, Kakang Rudianto, mengakui kualitas lawan yang akan mereka hadapi.
“Makassar tim yang bagus. Mereka sangat kuat, baik bertahan maupun menyerang. Jadi kami bakal lebih kerja keras lagi karena ini akan menentukan kita menjadi juara di tahun ini,” kata Kakang.
Persib harus tampil disiplin dan efektif jika tidak ingin kehilangan poin penting di Parepare.
5. Persaingan Juara Makin Ketat
Ancaman terakhir datang dari situasi klasemen. Persib Bandung kini memiliki poin yang sama dengan Borneo FC Samarinda di papan atas klasemen Super League 2025/2026.
Situasi ini membuat ruang kesalahan Persib semakin sempit. Satu hasil buruk saja bisa mengubah peta persaingan juara musim ini.
Karena itu, duel PSM Makassar vs Persib Bandung terasa seperti partai final bagi Maung Bandung. Mereka tidak hanya melawan kekuatan PSM, tetapi juga tekanan besar dalam perebutan gelar juara.
Parepare kini menjadi panggung pembuktian bagi Persib. Maung Bandung harus menunjukkan mental juara jika ingin melewati salah satu laga terberat musim ini. (DH)
- Penulis: Deny Heryanto

Saat ini belum ada komentar