Lewati ke konten
Daerah

LAPAS Kelas IIB Tasikmalaya Cetak Barista Andal

Deny HeryantoApril 27, 20263 menit baca8 dilihat
ADS BANNER
728 x 90

LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Aroma kopi yang mengepul dari balik jeruji besi mungkin terdengar tidak biasa. Namun, pemandangan itulah yang kini hadir di LAPAS Kelas IIB Tasikmalaya. Melalui program pembinaan kemandirian, lembaga pemasyarakatan ini berhasil melahirkan barista-barista terampil dari kalangan warga binaan.

Program tersebut dikemas dalam wadah bernama Gallery of Haskana atau Hasil Karya Narapidana. Salah satu produk unggulannya adalah kopi racikan warga binaan yang kualitasnya dinilai mampu bersaing dengan berbagai kedai kopi profesional di Kota Tasikmalaya.

Lebih dari sekadar pelatihan, Gallery of Haskana menjadi simbol transformasi, bahwa masa pidana bukan akhir dari segalanya, melainkan awal untuk membangun kehidupan baru.

Membina Keterampilan dari Balik Jeruji

Program pembinaan di LAPAS Kelas IIB Tasikmalaya terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman. Salah satu yang paling diminati adalah pelatihan barista.

Warga binaan dilatih secara intensif, mulai dari mengenal karakter biji kopi, proses roasting, teknik grinding, kalibrasi espresso, hingga seni meracik latte art.

Seluruh materi disampaikan langsung oleh barista profesional yang secara rutin memberikan pendampingan.

Dengan metode pembelajaran yang terstruktur, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga menguasai praktik secara langsung.

Gallery of Haskana, Wajah Baru Pemasyarakatan

Pelaksana Harian Kepala Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Yadi Suryaman, menegaskan bahwa Gallery of Haskana merupakan wujud nyata perubahan paradigma pemasyarakatan.

Menurutnya, lapas bukan sekadar tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang pembelajaran dan pemberdayaan.

“Di sini mereka tidak hanya menjalani pidana. Mereka belajar, berkarya, dan dipersiapkan agar mampu mandiri setelah bebas,” ujar Yadi.

Saat ini, produk kopi Gallery of Haskana bahkan telah menjalin kerja sama dengan sejumlah hotel dan mitra usaha di Kota Tasikmalaya.

Dari Pemula Menjadi Barista Profesional

Banyak peserta program yang sebelumnya sama sekali tidak memiliki pengalaman di dunia kopi.

Namun, berkat pembinaan berkelanjutan, mereka kini mampu mengoperasikan mesin espresso, melakukan ekstraksi dengan presisi, hingga menghasilkan latte art yang memukau.

Salah seorang warga binaan mengaku pelatihan ini telah mengubah cara pandangnya terhadap masa depan.

“Dulu hidup saya pahit. Sekarang saya belajar meracik pahit yang dinikmati banyak orang,” ujarnya sambil tersenyum.

Kalimat sederhana itu menggambarkan betapa besar arti sebuah kesempatan kedua.

Apresiasi Wakil Wali Kota Tasikmalaya

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap program tersebut.

Setelah mencicipi langsung kopi hasil racikan warga binaan, Diky menyebut kualitasnya tidak kalah dengan kopi yang disajikan di berbagai coffee shop ternama.

“Rasanya sangat baik. Ini bukti bahwa pembinaan di lapas berjalan dengan efektif,” katanya.

Ia menilai program seperti ini sangat penting untuk mempersiapkan warga binaan kembali ke masyarakat, baik di Kota Tasikmalaya maupun Kabupaten Tasikmalaya.

Potensi Ekonomi yang Menjanjikan

Industri kopi nasional terus menunjukkan pertumbuhan positif dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini membuka peluang besar bagi lulusan program barista dari LAPAS Kelas IIB Tasikmalaya untuk meniti karier atau membuka usaha sendiri setelah bebas.

Dengan bekal keterampilan yang dimiliki, mereka memiliki peluang untuk bersaing di pasar kerja maupun dunia usaha.

Terlebih, kebutuhan tenaga barista profesional di Kota Tasikmalaya terus meningkat seiring menjamurnya kedai kopi modern.

Dorongan untuk Pengembangan Branding

Diky juga mendorong agar produk kopi Gallery of Haskana dikembangkan secara lebih profesional. Mulai dari penguatan merek, desain kemasan, hingga perluasan jaringan pemasaran.

Menurutnya, Pemerintah Kota Tasikmalaya siap mendukung upaya tersebut.

“Produk ini punya kualitas. Tinggal diperkuat branding dan pemasarannya agar dikenal lebih luas,” tegasnya.

Langkah ini penting agar hasil karya warga binaan mampu menembus pasar yang lebih besar, termasuk di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Pemasyarakatan yang Produktif dan Humanis

Keberhasilan Gallery of Haskana membuktikan bahwa pembinaan berbasis keterampilan memiliki dampak nyata.

Selain meningkatkan kompetensi, program ini juga menumbuhkan rasa percaya diri dan optimisme bagi warga binaan.

Mereka tidak lagi melihat masa pidana sebagai akhir, melainkan sebagai masa persiapan menuju kehidupan yang lebih baik.

Inilah esensi pemasyarakatan modern yang terus dibangun oleh LAPAS Kelas IIB Tasikmalaya.

Menyeduh Harapan untuk Masa Depan

Gallery of Haskana bukan sekadar tempat meracik kopi. Ia adalah ruang di mana harapan diseduh, mimpi diracik, dan masa depan dipersiapkan.

Dari balik tembok tinggi, lahir keterampilan, kreativitas, dan tekad untuk berubah. Bagi warga binaan, secangkir kopi bukan hanya minuman, tetapi simbol kesempatan kedua. (DH) 

ADS BANNER
728 x 90

Deny Heryanto

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaWarga Binaan LAPAS Tasikmalaya Dapat Santunan Berita SelanjutnyaJaga Kampung Bareng Polisi, Gerakan Ajak Warga Bantarkalong Perkuat Kamtibmas
Iklan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *