Lewati ke konten
Daerah

Krisis Air Bersih Ciamis Kian Terasa, Ratusan Warga Mulai Berebut Pasokan Air

Kang DoelJuli 8, 20262 menit baca65 dilihat
BPBD salurkan bantuan bagi warga terdampak Krisis Air Bersih di Caimis
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA CIAMIS – Dampak musim kemarau mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Ciamis. Krisis Air Bersih Ciamis kini menghantam Dusun Panamun, Desa Kawasen, di mana ratusan warga harus berjuang mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah sumur dan sumber mata air mulai mengering.

Sedikitnya 183 kepala keluarga atau sekitar 422 jiwa yang tersebar di tiga RT terdampak kekeringan. Kondisi tersebut memaksa warga mengandalkan bantuan air bersih dari pemerintah agar aktivitas rumah tangga tetap berjalan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis pun bergerak cepat dengan menyalurkan 10.000 liter air bersih ke wilayah terdampak pada Rabu (8/7/2026).

Krisis Air Bersih Ciamis Ubah Aktivitas Warga

Datangnya mobil tangki BPBD menjadi pemandangan yang paling dinantikan warga Dusun Panamun.

Dengan membawa jeriken, ember, hingga drum plastik, warga berbaris untuk memperoleh pasokan air bersih yang akan digunakan untuk memasak, mandi, mencuci, hingga memenuhi kebutuhan air minum keluarga.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengatakan bantuan tersebut diberikan sebagai langkah cepat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mulai kesulitan memperoleh air.

“Kami menerima laporan dari pemerintah desa terkait krisis air bersih yang dialami warga. Kami langsung menyalurkan bantuan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

Menurut Ani, kondisi tersebut dipicu menurunnya debit air tanah akibat musim kemarau yang mulai melanda sebagian wilayah Kabupaten Ciamis.

Kemarau Panjang Jadi Ancaman Wilayah Perbukitan

Wilayah Dusun Panamun yang berada di kawasan perbukitan menjadi salah satu daerah yang paling rentan terdampak kekeringan.

Debit mata air yang selama ini menjadi sumber kebutuhan warga terus menurun sehingga tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat.

BPBD memperkirakan kondisi tersebut masih berpotensi berlangsung apabila curah hujan belum kembali normal dalam beberapa waktu ke depan.

Karena itu, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang memiliki potensi mengalami krisis serupa.

BPBD Siapkan Distribusi Air Jika Kekeringan Meluas

Selain mendistribusikan 10.000 liter air bersih, BPBD Kabupaten Ciamis juga menyiapkan langkah antisipasi apabila musim kemarau menyebabkan wilayah terdampak semakin meluas.

Ani Supiani mengimbau masyarakat menggunakan air secara hemat dan segera melaporkan apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

“Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan. Jika ada desa lain yang mengalami kondisi serupa, kami siap melakukan distribusi bantuan air bersih sesuai kebutuhan,” katanya.

BPBD berharap kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan seluruh pihak dapat mempercepat penanganan dampak kekeringan sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.(KRS/doel)

ADS BANNER
728 x 90

Kang Doel

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di lintasjabar.id

Berita SebelumnyaPC Kawalu 234 SC Gelar Turnamen Tenis Meja dan Santunan Yatim Berita SelanjutnyaDominasi Cerai Gugat di Kota Tasikmalaya, Ketika Pasangan Tak Lagi Saling Mendengar
Iklan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *