Kenaikan Harga BBM Paksa Pemkot Tasikmalaya Perketat Efisiensi
- account_circle Redaktur Lintas Jabar
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 230
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Dampak Kenaikan Harga BBM Tasikmalaya mulai dirasakan di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Meningkatnya harga bahan bakar, khususnya jenis Pertamax, mendorong pemerintah daerah melakukan penyesuaian terhadap penggunaan anggaran operasional kendaraan dinas tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pemerintah Kota Tasikmalaya memastikan aktivitas pemerintahan tetap berjalan normal meskipun biaya operasional mengalami peningkatan akibat perubahan harga bahan bakar. Langkah efisiensi pun menjadi strategi utama agar roda pemerintahan tetap bergerak di tengah tekanan ekonomi yang terjadi.
Penegasan tersebut disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Tasikmalaya, Hanapi, yang meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lebih cermat dalam mengelola anggaran operasional.
Menurutnya, kenaikan harga BBM tidak otomatis diikuti dengan penambahan alokasi anggaran dari pemerintah daerah. Karena itu, setiap perangkat daerah dituntut mampu menyesuaikan pola pengeluaran sesuai kondisi terbaru.
Kenaikan Harga BBM Tasikmalaya Dorong Penyesuaian Anggaran
Hanapi menjelaskan bahwa setiap OPD perlu menghitung ulang kebutuhan bahan bakar kendaraan dinas agar tetap sesuai dengan pagu anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya.
Jika sebelumnya jumlah anggaran tertentu mampu memenuhi kebutuhan bahan bakar dalam volume yang lebih besar, kini perangkat daerah harus melakukan penyesuaian karena harga per liter mengalami peningkatan.
Kondisi tersebut menuntut adanya pengelolaan anggaran yang lebih efektif dan terukur agar pelayanan kepada masyarakat tidak mengalami gangguan.
Pemerintah daerah juga meminta seluruh OPD memperkuat pengawasan terhadap penggunaan kendaraan dinas guna memastikan penggunaan BBM dilakukan secara efisien dan dapat dipertanggungjawabkan.
OPD Diminta Maksimalkan Efisiensi Operasional
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Tasikmalaya mendorong setiap perangkat daerah untuk mengevaluasi aktivitas perjalanan dinas yang dinilai kurang mendesak.
Penggunaan kendaraan secara bersama untuk beberapa kegiatan juga menjadi salah satu opsi yang disarankan guna menekan konsumsi bahan bakar.
Selain itu, pencatatan penggunaan BBM dilakukan secara berkala agar seluruh pengeluaran operasional dapat dipantau dengan lebih transparan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan pelayanan publik dan kemampuan fiskal daerah di tengah perubahan harga energi.
Pemkot Tasikmalaya Perluas Koordinasi Virtual
Di samping penghematan penggunaan kendaraan dinas, Pemkot Tasikmalaya juga mulai mendorong optimalisasi rapat dan koordinasi berbasis virtual.
Pemanfaatan teknologi komunikasi menjadi salah satu solusi untuk mengurangi mobilitas pegawai sekaligus menekan biaya perjalanan dinas.
Strategi ini dinilai sejalan dengan upaya modernisasi birokrasi yang selama beberapa tahun terakhir terus dikembangkan oleh pemerintah daerah.
Meski menghadapi tantangan akibat naiknya harga bahan bakar, Pemerintah Kota Tasikmalaya memastikan seluruh layanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Melalui berbagai langkah penyesuaian tersebut, Kenaikan Harga BBM Tasikmalaya diharapkan tidak menghambat jalannya pemerintahan maupun kualitas pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat. (dh/hs)
- Penulis: Redaktur Lintas Jabar


Saat ini belum ada komentar