Kebakaran Pabrik Cobek Kayu Tasikmalaya, Diduga Akibat Rokok
- account_circle Redaktur Lintas Jabar
- calendar_month 23 jam yang lalu
- visibility 216
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Peristiwa Kebakaran Pabrik Cobek Kayu Tasikmalaya terjadi di kawasan Ciwaas Depok II, Kelurahan Sukahurip, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Kamis (11/6/2026) dini hari. Kobaran api yang muncul saat sebagian besar warga masih terlelap menyebabkan bangunan produksi mengalami kerusakan cukup serius.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut mengakibatkan sebagian area pabrik dan aset produksi terdampak. Dugaan sementara mengarah pada puntung rokok yang belum padam sempurna hingga memicu percikan api di area yang banyak terdapat material mudah terbakar.
Berdasarkan informasi dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tasikmalaya, laporan kejadian diterima sekitar pukul 01.15 WIB. Tak lama setelah laporan masuk, petugas langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan dua unit kendaraan Fire Water Supply.
Kebakaran Pabrik Cobek Kayu Tasikmalaya Bermula dari Percikan Api
Pemilik pabrik, Aef, menuturkan bahwa sebelum api membesar ia sempat melihat percikan kecil yang diduga berasal dari puntung rokok.
Karena menganggap api masih dalam skala kecil, ia mencoba melakukan pemadaman secara mandiri. Namun kondisi berubah dalam waktu singkat ketika api mulai menjalar ke bagian lain bangunan yang berisi material kayu dan perlengkapan produksi.
Karakteristik bahan baku kayu yang mudah terbakar membuat kobaran api berkembang cukup cepat dan mengancam seluruh area produksi.
Melihat situasi yang semakin sulit dikendalikan, pemilik pabrik segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tasikmalaya untuk meminta bantuan.
Damkar Kota Tasikmalaya Bergerak Cepat ke Lokasi
Setelah menerima laporan, Regu 2 Damkar Kota Tasikmalaya langsung diterjunkan menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 11 kilometer dari markas pemadam kebakaran.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 01.36 WIB dan segera melakukan pemadaman untuk mencegah api merambat ke area lain.
Komandan Regu 2, Eman Sulaeman, menjelaskan bahwa petugas menjalankan prosedur penanganan sesuai standar operasional, mulai dari pemadaman, pendinginan, hingga pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Berkat respons cepat petugas, kobaran api berhasil dikendalikan dalam waktu singkat sebelum menyebabkan kerusakan yang lebih luas.
Industri Kayu Rentan Terhadap Risiko Kebakaran
Kebakaran yang menimpa pabrik cobek kayu ini menjadi pengingat penting bagi pelaku usaha yang bergerak di sektor pengolahan kayu dan industri rumahan.
Material kayu, serbuk produksi, serta benda mudah terbakar lainnya memiliki tingkat risiko tinggi apabila terpapar sumber panas atau percikan api sekecil apa pun.
Selain memastikan sistem keamanan lingkungan berjalan baik, pelaku usaha juga perlu meningkatkan kesadaran terhadap bahaya puntung rokok yang sering kali dianggap sepele.
Akibat kejadian tersebut, bagian belakang bangunan dilaporkan mengalami kerusakan cukup berat, sementara area depan turut terdampak. Sebagian hasil produksi masih berhasil diselamatkan, meskipun nilai kerugian material hingga kini masih dalam proses pendataan.
Peristiwa Kebakaran Pabrik Cobek Kayu Tasikmalaya ini menjadi peringatan bahwa kelalaian kecil dapat memicu kerugian besar, terutama pada usaha yang menyimpan banyak material mudah terbakar. (dh/hs)
- Penulis: Redaktur Lintas Jabar


Saat ini belum ada komentar