Lewati ke konten
Daerah

Inflasi Pangan Ciamis Dijaga Lewat Klaster Padi, BI dan Pemkab Perkuat Ketahanan Pangan

Kang DoelJuli 17, 20262 menit baca26 dilihat
Inflasi Pangan Ciamis
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA CIAMIS Inflasi Pangan Ciamis menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama Bank Indonesia Tasikmalaya dalam menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Panen Raya dan peresmian Kantor Sekretariat Klaster Padi Pamarican di Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi, M.T., mewakili Bupati Ciamis itu turut dihadiri perwakilan Kementerian Pertanian RI, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bank Indonesia Tasikmalaya, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Program ini merupakan bagian dari implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS) yang dikembangkan di wilayah Priangan Timur melalui pendekatan hulu hingga hilir sektor pertanian.

Inflasi Pangan Ciamis Jadi Perhatian Bank Indonesia

Deputi Kepala Bank Indonesia Tasikmalaya, Azhar Livaldy Setyawigoena, menegaskan sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mengendalikan inflasi, khususnya pada komoditas pangan yang rentan mengalami gejolak harga.

Menurutnya, penguatan produktivitas pertanian menjadi langkah penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi petani, mulai dari perubahan iklim, kenaikan harga sarana produksi, alih fungsi lahan, hingga regenerasi petani.

Bank Indonesia terus mendorong penguatan kelembagaan petani melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP), inovasi teknologi pertanian, serta pengembangan ekosistem klaster pangan bersama pemerintah daerah.

Klaster Padi Pamarican Jadi Solusi Pengendalian Harga Pangan

Peresmian Kantor Sekretariat Klaster Padi Pamarican menjadi salah satu strategi nyata dalam menjaga pasokan pangan sekaligus mengendalikan inflasi di Kabupaten Ciamis.

Sekretariat tersebut diharapkan mampu menjadi pusat penguatan kelembagaan petani, peningkatan efisiensi pascapanen, pengembangan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar, hingga peningkatan nilai tambah hasil produksi padi.

Melalui pendekatan tersebut, rantai pasok pangan dapat menjadi lebih efisien sehingga harga komoditas strategis tetap terjaga di tingkat produsen maupun konsumen.

Produksi Padi Ciamis Jadi Modal Ketahanan Pangan

Kabupaten Ciamis memiliki potensi besar sebagai salah satu daerah penghasil pangan di Jawa Barat. Luas baku sawah di Kabupaten Ciamis mencapai 32.386 hektare dengan potensi produksi sebesar 402.917 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara dengan 257.947 ton beras setiap tahunnya.

Pada kegiatan panen raya di Kecamatan Pamarican, produktivitas padi bahkan mencapai 7,5 ton per hektare pada lahan seluas 54 hektare, termasuk 23 hektare padi organik.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pertanian sehat dan ramah lingkungan mampu berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Sekolah Lapang Perkuat Kapasitas Petani

Sebanyak 40 petani juga mengikuti program Sekolah Lapang yang digelar sebagai bagian dari kegiatan tersebut.

Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan budidaya yang adaptif terhadap perubahan iklim, mitigasi dampak El Nino, serta menjaga kualitas hasil panen secara berkelanjutan.

Ke depan, sinergi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui pengembangan klaster pangan dan GPIPS diharapkan mampu menjaga pasokan pangan, mengendalikan inflasi, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di wilayah Priangan Timur.(KRS/doel)

ADS BANNER
728 x 90

Kang Doel

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di lintasjabar.id

Berita SebelumnyaDPO DPRD Banjar, ARM Sempat Buron Empat Bulan Sebelum Ditahan Kejari Berita SelanjutnyaPolisi Sahabat Anak, Satlantas Polres Garut Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas Sejak Dini
Iklan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *