Hari Pertama Menjabat PLH Wali Kota, Diky Candra Pimpin Apel di Lapas Tasikmalaya
- account_circle Deny Heryanto
- calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
- visibility 109
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Diky Candranegara resmi menjabat Plh Wali Kota Tasikmalaya dan memegang kendali pemerintahan sementara menggantikan Viman Alfarizi Ramadhan yang tengah menunaikan ibadah haji.
Hari pertama Diky Candranegara menjabat Plh Wali Kota Tasikmalaya, langsung menjalankan tugas perdananya dengan memimpin Apel Pemasyarakatan Bersih dari Halinar di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Jumat (8/5/2026).
Momentum tersebut menjadi hari pertama Diky menjalankan tugas sebagai Plh Wali Kota Tasikmalaya.

Soroti Penegakan Aturan di Dalam Lapas
Dalam amanatnya, Diky menegaskan pentingnya penegakan aturan di lingkungan pemasyarakatan. Ia menyoroti program pemberantasan Halinar, yakni handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba yang saat ini terus digencarkan jajaran lapas.
“Manusia tanpa aturan pasti berantakan. Karena itu aturan soal kebersihan, kenyamanan, sampai penertiban HP ilegal dan narkoba harus dijalankan,” ujar Diky.
Menurutnya, disiplin dan kepatuhan terhadap aturan menjadi fondasi penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas, terlebih dalam kondisi penghuni yang melebihi kapasitas.
Apresiasi Program Pembinaan Warga Binaan
Di sela sambutannya, Diky turut mengapresiasi berbagai program pembinaan yang berjalan di dalam lapas. Ia menilai kegiatan pembinaan menjadi bagian penting dalam membentuk mental dan keterampilan warga binaan agar lebih siap kembali ke masyarakat.
Beberapa program yang disorot di antaranya kegiatan hiburan dan pembinaan keterampilan yang mendapat dukungan dari berbagai pihak. Diky juga menyinggung budidaya lele yang dikelola warga binaan sebagai salah satu bentuk kegiatan produktif di dalam lapas.
Selain itu, ia mengaku cukup terkesan dengan kondisi Lapas Kelas IIB Tasikmalaya yang dinilai tetap bersih dan tertata meski dihuni melebihi kapasitas ideal. Saat ini, lapas tersebut dihuni lebih dari 400 warga binaan.
“Walaupun overload, tapi kebersihan dan kenyamanan di sini tetap terjaga. Itu bukti aturan tetap berjalan meski kondisi tidak ideal,” ungkapnya.
Menurut Diky, kondisi tersebut menunjukkan adanya kerja sama yang baik antara petugas lapas dan warga binaan dalam menjaga lingkungan tetap kondusif. Ia berharap semangat menjaga ketertiban dan pembinaan positif di dalam lapas bisa terus dipertahankan.
Diky juga menegaskan Pemerintah Kota Tasikmalaya siap mendukung berbagai program pembinaan yang berdampak baik bagi warga binaan, termasuk program keterampilan dan pemberdayaan. Dengan pendekatan yang lebih manusiawi namun tetap disiplin, ia berharap warga binaan nantinya dapat kembali ke tengah masyarakat dengan bekal mental, keterampilan, dan semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa hukuman mereka. (dh)
- Penulis: Deny Heryanto

Saat ini belum ada komentar