Bupati Syakur Amin Minta Kades Baru Garut Fokus Pendidikan dan Stunting
- account_circle Redaktur Lintas Jabar
- calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
- visibility 51
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar.id, BERITA GARUT – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memberikan sejumlah arahan strategis kepada tujuh kepala desa hasil Pemilihan Antar Waktu (PAW) yang resmi dilantik di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Senin (8/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya peran pemerintah desa dalam menyelesaikan persoalan pendidikan dan kesehatan yang masih dihadapi masyarakat.
Menurut Syakur Amin, desa memiliki posisi penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan daerah. Karena itu, kepala desa dituntut mampu menjadi penggerak perubahan sekaligus hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat.
Ia menilai kemajuan Kabupaten Garut tidak dapat dilepaskan dari kemajuan desa. Sebaliknya, jika desa menghadapi berbagai hambatan pembangunan, dampaknya akan turut dirasakan oleh daerah secara keseluruhan.
Anak Putus Sekolah Jadi Perhatian Pemkab Garut
Dalam arahannya, Bupati Garut menyoroti masih adanya anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikan. Ia meminta para kepala desa yang baru dilantik untuk lebih aktif melakukan pendataan dan mencari akar permasalahan yang menyebabkan anak putus sekolah.
Menurutnya, setiap kasus memiliki latar belakang berbeda sehingga membutuhkan penanganan yang tepat. Apabila kendala yang dihadapi berkaitan dengan perlengkapan sekolah atau keterbatasan biaya, pemerintah daerah siap membantu melalui berbagai program yang tersedia.
Syakur Amin menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus dijaga bersama oleh pemerintah, masyarakat, dan keluarga.
Karena itu, ia meminta pemerintah desa tidak menunggu laporan, melainkan proaktif mendatangi masyarakat dan memastikan anak-anak usia sekolah tetap memperoleh hak pendidikannya.
Penanganan Stunting Harus Terus Diperkuat
Selain persoalan pendidikan, isu stunting juga menjadi perhatian utama dalam arahannya kepada para kepala desa.
Meskipun angka stunting di Kabupaten Garut menunjukkan tren penurunan, Bupati mengingatkan bahwa upaya pencegahan tidak boleh berhenti. Pemerintah desa diminta terus meningkatkan pengawasan terhadap kesehatan ibu hamil, balita, serta memastikan program pencegahan stunting berjalan optimal.
Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting merupakan hasil kerja bersama yang harus terus dijaga agar kualitas kesehatan generasi mendatang semakin baik.
Kolaborasi antara pemerintah desa, puskesmas, kader kesehatan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci penting dalam mempertahankan capaian tersebut.
Kepala Desa Diminta Aktif Laporkan Permasalahan Warga
Syakur Amin juga mengingatkan para kepala desa agar tidak bersikap pasif ketika menemukan persoalan di wilayahnya. Ia meminta seluruh aparatur desa membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah kecamatan maupun pemerintah kabupaten.
Menurutnya, berbagai persoalan akan lebih mudah diselesaikan apabila segera dilaporkan dan dicarikan solusi secara bersama-sama.
Ia berharap kepala desa mampu menjadi pemimpin yang dekat dengan masyarakat, memahami kebutuhan warga, serta mampu menghadirkan pelayanan yang cepat dan responsif.
Pelantikan tujuh kepala desa hasil PAW tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat pembangunan desa sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Garut. Dengan kepemimpinan yang aktif dan kolaboratif, pemerintah daerah optimistis berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (dh/hs)
- Penulis: Redaktur Lintas Jabar


Saat ini belum ada komentar