lintasjabar.id, BERITA BANDUNG – Dedi Mulyadi (KDM) mengikuti ujian proposal disertasi untuk program doktor Ilmu Politik di Universitas Padjadjaran (Unpad). Dalam Ujian Proposal Disertasi, KDM mengangkat tema transformasi ideologi politik tradisionalisme Sunda dari Kabayan menuju Bujangga Manik.
Informasi mengenai ujian proposal disertasi KDM tersebut dipublikasikan pada 21 Oktober 2026 melalui pemberitaan yang merujuk pada video di kanal Kang Dedi Mulyadi.
Penelitian yang diajukan berjudul “Transformasi Ideologi Politik Tradisionalisme Sunda dari Kabayan Menuju Bujangga Manik.” Tema tersebut menghubungkan tradisi pemikiran Sunda dengan dinamika politik dan tata kelola pemerintahan kontemporer.
Penting ditegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan ujian proposal disertasi, yakni tahapan akademik untuk mempresentasikan dan mempertahankan rancangan penelitian sebelum penelitian disertasi dilanjutkan. Informasi yang tersedia tidak menunjukkan bahwa KDM telah menyelesaikan disertasi atau memperoleh gelar doktor.
Kabayan dan Bujangga Manik dalam Kajian Politik Sunda
Proposal disertasi KDM mengangkat dua figur dalam khazanah kebudayaan Sunda, yakni Kabayan dan Bujangga Manik, sebagai pintu masuk untuk membahas transformasi pemikiran politik tradisional.
Kabayan dikenal sebagai figur budaya yang kerap digunakan untuk menggambarkan kritik sosial melalui humor dan kedekatannya dengan kehidupan masyarakat. Sementara itu, Bujangga Manik berkaitan dengan tradisi sastra Sunda lama yang merekam perjalanan, pencarian pengetahuan, dan refleksi spiritual.
Dalam konteks penelitian tersebut, keduanya menjadi bagian dari upaya mengkaji bagaimana nilai dan simbol kebudayaan Sunda dapat dipahami dalam perkembangan pemikiran politik.
Tema ini juga membuka ruang pembahasan mengenai hubungan antara kebudayaan, kepemimpinan, komunikasi politik, dan penyelenggaraan pemerintahan.
Ujian Proposal Bukan Sidang Akhir Disertasi
Dalam pendidikan doktoral, ujian proposal merupakan tahapan untuk menilai kelayakan rancangan penelitian, termasuk rumusan masalah, landasan teori, metode penelitian, dan kontribusi ilmiah yang hendak dihasilkan.
Setelah proposal dinyatakan layak sesuai ketentuan perguruan tinggi, mahasiswa umumnya melanjutkan penelitian, analisis data, penulisan disertasi, serta tahapan evaluasi akademik berikutnya.
Karena itu, keikutsertaan KDM dalam ujian proposal disertasi tidak dapat disamakan dengan penyelesaian program doktor. Status kelulusan ujian proposal dan perkembangan akademik selanjutnya perlu mengacu pada konfirmasi resmi Universitas Padjadjaran.
Relevansi Kajian bagi Jawa Barat
Penelitian mengenai tradisionalisme Sunda berpotensi memberikan perspektif akademik terhadap hubungan antara identitas budaya dan pemikiran politik di Jawa Barat.
Namun, kontribusi ilmiah penelitian tersebut nantinya perlu dinilai berdasarkan hasil penelitian lengkap, argumentasi teoritis, metode yang digunakan, serta temuan yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Dengan demikian, perhatian terhadap ujian proposal disertasi KDM tidak hanya berkaitan dengan perjalanan pendidikan seorang pejabat publik, tetapi juga dengan gagasan penelitian yang mengangkat kebudayaan Sunda sebagai objek kajian politik. (Red)

