Lewati ke konten
Daerah

Tower Kesambi Cirebon Roboh Saat Dibongkar, 1 Pekerja Tewas

Redaktur Lintas JabarSeptember 14, 20262 menit baca70 dilihat
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA CIREBON – Rencana membongkar menara yang sudah tidak berfungsi di Kantor Kelurahan Kesambi, Kota Cirebon, berakhir tragis. Tower Kesambi Cirebon setinggi sekitar 30 meter itu tiba-tiba miring lalu roboh ketika proses pembongkaran berlangsung, Minggu (13/9/2026).

Dua pekerja yang saat itu berada di atas menara ikut terjatuh dari ketinggian sekitar 20 meter. Keduanya langsung dievakuasi ke RSD Gunung Jati untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, insiden tersebut kemudian berubah menjadi kabar duka. Salah seorang pekerja bernama Aminuddin dilaporkan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan.

Sementara seorang pekerja lainnya mengalami luka dan masih mendapat penanganan medis.

Tower Mulai Dibongkar Sejak Pagi

Berdasarkan informasi yang dihimpun kepolisian, proses pembongkaran tower Kesambi Cirebon tersebut dimulai sekitar pukul 11.00 WIB.

Saat pekerjaan berlangsung, terdapat tiga pekerja di lokasi. Dua orang berada di bagian atas tower untuk memotong struktur besi, sedangkan satu pekerja lainnya berada di bawah.

Sekitar pukul 13.00 WIB, situasi berubah ketika struktur tower tiba-tiba miring.

Konstruksi tersebut kemudian roboh. Dua pekerja yang berada di atas tidak sempat menyelamatkan diri sehingga ikut terjatuh bersama struktur menara.

Suara benda jatuh terdengar dari dalam kantor kelurahan. Warga dan orang-orang di sekitar lokasi kemudian mengetahui adanya kecelakaan tersebut dan membantu proses evakuasi.

Tower Sudah Berusia Sekitar 20 Tahun

Tower yang berada di lingkungan Kantor Kelurahan Kesambi itu bukan bangunan baru.

Menurut keterangan Lurah Kesambi Herry Purnomo, menara tersebut dibangun sekitar 2005–2006 ketika Pemerintah Kota Cirebon menjalankan program e-tower untuk mendukung jalur komunikasi.

Seiring perkembangan teknologi, fungsi tower tersebut disebut semakin berkurang hingga akhirnya tidak lagi digunakan.

Pembongkaran dilakukan sekaligus untuk menata ulang kawasan kantor kelurahan. Salah satu rencananya adalah memperluas area parkir.

Namun, ketika struktur tersebut dipotong, keseimbangan tower diduga berubah hingga akhirnya ambruk.

Saat kejadian, bagian tower yang roboh juga menimpa bagian depan kantor kelurahan. Kabel serta sejumlah kawat penyangga terlihat ikut terputus.

Polisi Periksa SOP Keselamatan Kerja

Polsek Kesambi langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan kecelakaan.

Garis polisi dipasang di sekitar lokasi dan petugas melakukan pemeriksaan untuk mengumpulkan informasi mengenai penyebab tower roboh.

Kapolsek Kesambi Iptu H. Suganda mengatakan polisi masih meminta keterangan dari sejumlah pihak, termasuk rekan kerja korban dan pengawas proyek.

Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui bagaimana proses pembongkaran dilakukan serta apakah prosedur keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 telah diterapkan.

Polisi juga belum menyimpulkan penyebab pasti robohnya tower. Kemungkinan adanya kelalaian masih menjadi bagian dari penyelidikan.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembongkaran struktur tinggi memiliki risiko besar. Kondisi konstruksi, teknik pemotongan, keseimbangan struktur hingga prosedur pengamanan harus diperhitungkan sebelum pekerjaan dilakukan.

Kini, selain menyisakan duka bagi keluarga korban, insiden tower roboh di Kesambi Cirebon juga menjadi perhatian aparat untuk memastikan apakah seluruh prosedur keselamatan kerja telah dijalankan dalam proyek tersebut. (red)

ADS BANNER
728 x 90

Redaktur Lintas Jabar

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaSekda dan DPRD Kota Tasikmalaya Tolak Halus Ajakan Audiensi GABRUTAS, Asep: Mungkin Mereka Takut Boroknya Terkuak Berita SelanjutnyaResmi Jadi Ormas, DPC 234 SC Kota Tasikmalaya Siapkan 10 PC
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza