Lewati ke konten
Selasa, 03 November 2026
Daerah

5 Jurnalis Hilang Saat Liput Erupsi Anak Krakatau, SAR Perluas Pencarian hingga 20 Mil Laut

Redaktur Lintas JabarSeptember 10, 20265 menit baca103 dilihat
ADS BANNER
728 x 90

lintasiabar.id, BERITA BANTEN – Operasi pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Anak Krakatau di Selat Sunda terus diperluas.

Bukan hanya kapal pencarian yang dikerahkan. Tim SAR gabungan juga menggunakan drone termal dan mengerahkan berbagai unsur dari Basarnas, TNI AL, Polairud, hingga potensi SAR masyarakat untuk menyisir perairan yang menjadi lokasi terakhir rombongan diketahui.

Kelima jurnalis tersebut berada dalam satu speedboat bersama tiga awak kapal. Hingga perkembangan terakhir, keberadaan delapan orang dalam rombongan itu masih belum diketahui.

Operasi pencarian kini memasuki tahap yang semakin luas setelah penyisiran awal belum menemukan tanda-tanda keberadaan mereka.

Berangkat dari Carita menuju Anak Krakatau

Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.

Tujuannya adalah melakukan peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang saat itu tengah mengalami peningkatan aktivitas.

Dalam perjalanan, rombongan masih dapat berkomunikasi dengan rekan jurnalis di Lampung.

Sekitar pukul 14.42 WIB, salah satu anggota rombongan mengirimkan lokasi terakhir kepada rekannya.

Setelah itu komunikasi terputus.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Basarnas, rombongan diketahui sudah berada di sekitar Gunung Anak Krakatau pada Senin sore.

Namun setelah itu tidak ada lagi komunikasi yang berhasil dilakukan.

Delapan orang berada dalam satu speedboat

Yang dicari tim SAR bukan hanya lima jurnalis.

Ada delapan orang yang berada di dalam speedboat tersebut.

Lima di antaranya merupakan jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhis dari iNews, Firdaus atau Daus dari Anadolu Agency, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas.

Tiga orang lainnya adalah Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal, dan Heriyanto yang berperan sebagai pemandu.

Identitas tersebut telah disampaikan Basarnas dalam perkembangan operasi pencarian.

Dengan demikian, operasi SAR saat ini mencakup pencarian terhadap seluruh delapan orang yang berada dalam rombongan.

Pencarian pertama masih nihil

Laporan mengenai hilangnya komunikasi baru diterima Kantor SAR Banten pada Selasa, 8 September 2026.

Tim kemudian mengerahkan KN SAR Tetuka dan RIB-02 untuk menuju titik yang diperkirakan menjadi lokasi terakhir rombongan.

Penyisiran dilakukan hingga sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau, Pulau Krakatau dan Pulau Panjang.

Namun pencarian awal belum membuahkan hasil.

Kondisi laut dan jarak pandang juga menjadi tantangan bagi tim di lapangan.

Pada malam hari, operasi laut harus dihentikan sementara demi efektivitas pencarian sekaligus keselamatan personel.

Pencarian kemudian dilanjutkan pada hari berikutnya dengan cakupan wilayah yang lebih luas.

Drone termal dipakai karena pencarian udara terkendala abu

Salah satu tantangan terbesar dalam pencarian adalah kondisi udara di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Sebaran abu vulkanik membuat penggunaan helikopter atau pesawat untuk melakukan pencarian dari udara tidak bisa dilakukan secara optimal pada tahap awal.

Sebagai alternatif, Basarnas menyiapkan dua drone termal yang dapat diterbangkan dari kapal KN SAR Tetuka.

Teknologi tersebut diharapkan membantu menemukan objek atau tanda-tanda keberadaan rombongan dari udara, terutama di area yang sulit dijangkau melalui penyisiran laut.

Penggunaan drone menjadi penting karena tim tidak hanya harus mencari di permukaan laut.

Ada kemungkinan speedboat berada di sekitar pulau kecil, kawasan pesisir atau lokasi lain yang belum terpantau dari jalur pencarian utama.

Area pencarian diperluas

Pada hari kedua operasi, Basarnas memperluas wilayah pencarian dengan membagi area menjadi empat Search and Rescue Unit atau SRU.

Luas area pencarian mencapai sekitar 68,3 nautical mile.

Basarnas juga mengerahkan armada gabungan dari berbagai instansi.

Di laut terdapat KN SAR Tetuka milik Basarnas, sejumlah kapal TNI AL, kapal Polairud, serta RIB dari Basarnas Banten dan Lampung.

Potensi SAR lokal seperti nelayan dan relawan juga dilibatkan.

Langkah tersebut dilakukan karena semakin luasnya wilayah pencarian membutuhkan banyak mata dan sarana yang bergerak secara bersamaan.

Radius pencarian kini mencapai sekitar 20 mil laut

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad menyampaikan bahwa hasil evaluasi operasi membuat tim memperluas penyisiran.

Sektor selatan perairan hingga radius kurang lebih 20 nautical mile dari titik tengah Gunung Anak Krakatau telah dicakup dalam pencarian.

Penyisiran kemudian dilanjutkan ke sektor lain untuk memastikan tidak ada area yang terlewat.

Perluasan ini menunjukkan bahwa tim SAR tidak hanya terpaku pada titik terakhir komunikasi.

Kemungkinan perubahan arah kapal, kondisi arus, angin serta berbagai faktor lain turut diperhitungkan dalam menentukan area pencarian.

Erupsi Anak Krakatau menjadi tantangan tersendiri

Pencarian berlangsung ketika Gunung Anak Krakatau masih berada dalam kondisi aktif.

Sebelumnya, gunung api tersebut mengalami episode erupsi menerus yang menghasilkan kolom abu dan material vulkanik.

Aktivitas tersebut juga berdampak terhadap wilayah yang lebih luas, termasuk mengganggu penerbangan dan aktivitas masyarakat di sejumlah daerah.

Kondisi erupsi anak Krakatau tersebut membuat operasi SAR harus dilakukan dengan perhitungan keselamatan yang lebih ketat.

Tim tidak hanya mencari delapan orang yang hilang kontak.

Mereka juga harus memastikan personel SAR tidak masuk ke situasi yang membahayakan.

Karena itu, perkembangan cuaca, kondisi laut, jarak pandang dan aktivitas vulkanik menjadi bagian dari pertimbangan setiap kali operasi dilakukan.

Bukan pertama kalinya Anak Krakatau menjadi kawasan berisiko

Gunung Anak Krakatau memiliki sejarah aktivitas vulkanik yang panjang.

Peristiwa paling fatal terjadi pada Desember 2018 ketika runtuhan tubuh Anak Krakatau memicu tsunami Selat Sunda.

Bencana tersebut menewaskan ratusan orang dan menyebabkan ribuan warga mengungsi.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan kawasan sekitar gunung api selalu mendapat perhatian serius ketika aktivitas vulkanik meningkat.

Namun kondisi erupsi anak Krakatau saat ini tidak otomatis berarti tsunami akan terjadi.

Masyarakat tetap diminta mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi, PVMBG, Basarnas, BNPB dan instansi terkait.

Pencarian terus dilakukan, keselamatan tim tetap menjadi prioritas

Basarnas menegaskan seluruh kekuatan yang tersedia akan dioptimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian.

Operasi tidak hanya mengandalkan satu kapal atau satu instansi.

Berbagai unsur dikerahkan untuk memperluas peluang menemukan keberadaan speedboat beserta seluruh penumpangnya.

Namun pencarian di sekitar gunung api aktif bukan operasi biasa.

Kondisi alam dapat berubah dengan cepat.

Laut bisa menjadi tidak bersahabat, jarak pandang dapat turun dan sebaran abu dapat mengganggu operasi udara.

Karena itu, tim SAR harus bergerak cepat sekaligus berhitung.

Hingga perkembangan terakhir, belum ada informasi resmi mengenai keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut.

Keluarga, rekan sesama jurnalis dan berbagai pihak kini masih menunggu kabar dari operasi pencarian.

Yang pasti, operasi SAR belum berhenti.

Kapal terus menyisir.

Drone disiapkan dari udara.

Nelayan dan unsur masyarakat ikut membantu.

Sementara tim SAR memperluas wilayah pencarian hingga puluhan mil laut.

Di tengah aktivitas Anak Krakatau yang masih harus dipantau, harapan terbesar kini sederhana: delapan orang yang hilang kontak itu segera ditemukan dalam keadaan selamat. (red)

ADS BANNER
728 x 90

Redaktur Lintas Jabar

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaKasus Mobil Fidusia Pangandaran, Kuasa Hukum Bongkar Rangkaian yang Belum Terungkap Berita SelanjutnyaAbu Anak Krakatau Ganggu Aktivitas Jabar, Sekolah Bisa Beralih ke PJJ hingga Posko Disiapkan
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza