Lewati ke konten
Selasa, 03 November 2026
Daerah

Pesawat Boleh Terbang, Listrik Jangan Padam: PLN Siagakan 15 Personel di Pangandaran

Redaktur Lintas JabarSeptember 5, 20264 menit baca147 dilihat
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA PANGANDARAN – Perhatian masyarakat saat Pangandaran Airshow 2026 tentu akan lebih banyak tertuju ke langit. Puluhan pesawat dan paramotor dijadwalkan meramaikan kawasan pesisir Pangandaran selama 4–6 September 2026.

Namun di balik atraksi udara yang mengundang perhatian itu, ada satu hal yang mungkin terdengar sepele tetapi tidak boleh ikut “terbang”: listrik.

PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tasikmalaya memastikan kesiapan pasokan listrik untuk mendukung rangkaian Pangandaran Airshow 2026 dan Pesta Rakyat Pangandaran.

Sebanyak 15 personel PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pangandaran disiagakan untuk melakukan pemantauan sekaligus pengamanan sistem kelistrikan selama kegiatan berlangsung.

Bagi penonton, listrik menyala mungkin dianggap sebagai hal biasa.

Tetapi dalam acara yang melibatkan banyak orang, panggung hiburan, aktivitas UMKM, penerangan, perangkat komunikasi hingga berbagai fasilitas pendukung, listrik baru terasa penting ketika tiba-tiba mati.

Dan tentu saja, tidak ada yang ingin pesta rakyat berubah menjadi pesta mencari colokan.

Lebih dari Sekadar Pertunjukan Pesawat

Pangandaran Airshow 2026 bukan hanya agenda atraksi pesawat.

Susi Air selaku penyelenggara menjadwalkan rangkaian kegiatan selama tiga hari di Susi International Beach Strip, Pangandaran.

Lebih dari 60 pesawat dan paramotor dari berbagai organisasi, klub, serta komunitas penerbangan di Indonesia dijadwalkan ikut meramaikan acara tersebut.

Selain atraksi udara, rangkaian kegiatan juga mencakup Festival UMKM, kegiatan lingkungan, Joy Flight, Public Walkaround hingga Pesta Rakyat.

Penyelenggara menjadwalkan Festival UMKM berlangsung selama rangkaian acara. Sementara pada Jumat, 4 September, masyarakat juga dapat menikmati Pesta Rakyat secara gratis di Alun-Alun Paamprokan mulai pukul 18.30 WIB.

Pesta rakyat tersebut dijadwalkan menghadirkan pertunjukan seni dan budaya serta penampilan Slank.

Artinya, aktivitas tidak hanya terkonsentrasi di langit.

Ada pula kerumunan masyarakat di darat yang membutuhkan dukungan berbagai fasilitas.

15 Personel Disiapkan untuk Menjaga Keandalan

Dalam kondisi seperti itu, PLN ULP Pangandaran menyiagakan 15 personel.

Manager PLN ULP Pangandaran Diki Gunawan mengatakan kesiapsiagaan tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan dapat berlangsung tanpa gangguan pasokan listrik.

Personel melakukan pemantauan terhadap sistem kelistrikan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Langkah ini menjadi bagian dari antisipasi mengingat acara berlangsung di ruang publik dengan aktivitas masyarakat yang cukup padat.

Apalagi, Pangandaran Airshow tahun ini membawa sejumlah agenda sekaligus.

Pada 4 September, rangkaian acara dimulai dengan Festival UMKM dan penanaman vegetasi pesisir. Pada malam harinya, masyarakat diarahkan ke Alun-Alun Paamprokan untuk mengikuti Pesta Rakyat.

Kemudian pada 5 September, agenda utama airshow berlangsung dengan atraksi penerbangan mulai pagi hari.

Pada sore hari, terdapat sesi Joy Flight dan Public Walkaround yang memberikan kesempatan kepada pengunjung melihat pesawat dari jarak dekat.

Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan dukungan teknis tidak berhenti ketika pesawat mengudara.

Saat Langit Ramai, Darat Juga Harus Siap

Pangandaran Airshow 2026 memang menjual pemandangan langit.

Tetapi keberhasilan sebuah acara besar tidak hanya ditentukan oleh atraksi yang terlihat kamera.

Ada banyak pekerjaan yang justru berlangsung di belakang layar.

Kelistrikan salah satunya.

Lampu panggung, perangkat suara, fasilitas pelaku UMKM, penerangan kawasan dan berbagai kebutuhan teknis lainnya bergantung pada sistem pendukung yang harus bekerja tanpa gangguan.

Karena itu, keberadaan personel PLN di lapangan menjadi bagian dari sistem pengamanan acara yang mungkin tidak terlalu terlihat oleh pengunjung.

Mereka tidak ikut menerbangkan pesawat.

Tidak pula tampil di panggung.

Tetapi ketika semuanya berjalan normal, justru itu tandanya pekerjaan mereka tidak terlihat.

Dan dalam urusan listrik, “tidak terlihat” biasanya berarti kabar baik.

Pangandaran Airshow Sekaligus Dorong Ekonomi Lokal

Besarnya rangkaian Pangandaran Airshow juga berpotensi memberikan dampak lebih luas terhadap aktivitas ekonomi lokal.

Festival UMKM yang digelar selama acara memberi ruang bagi pelaku usaha setempat untuk menawarkan produk dan kuliner kepada pengunjung.

Penyelenggara juga menempatkan kegiatan ini sebagai ruang pertemuan antara komunitas penerbangan, masyarakat, pemerintah, pelaku pariwisata dan pelaku usaha lokal.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat turut menyebut Pangandaran Airshow 2026 sebagai salah satu kegiatan yang dapat menjadi magnet wisata baru bagi Pangandaran.

Dengan demikian, acara ini bukan hanya tentang pesawat yang datang dan kemudian kembali ke hanggar.

Ada wisatawan yang datang, pedagang yang berjualan, pelaku UMKM yang berharap dagangannya laris, hingga masyarakat yang ingin menikmati hiburan.

Semakin banyak aktivitas yang berlangsung, semakin banyak pula kebutuhan pendukung yang harus dipastikan berjalan.

Termasuk listrik.

Pesawat Boleh Terbang, Listrik Jangan Padam

Pangandaran Airshow 2026 akhirnya menjadi gambaran kecil bagaimana sebuah event besar membutuhkan banyak lapisan pendukung.

Publik akan melihat pesawat melakukan atraksi di langit.

Sebagian lainnya mungkin lebih sibuk mencari makanan di Festival UMKM atau menikmati hiburan di Pesta Rakyat.

Namun di balik itu semua, ada petugas yang harus memastikan sistem pendukung tetap bekerja.

PLN ULP Pangandaran menyiagakan 15 personel sebagai bagian dari kesiapan tersebut.

Sebab pertunjukan udara memang membutuhkan pesawat untuk terbang.

Tetapi acara sebesar ini juga membutuhkan banyak hal lain untuk tetap berjalan.

Dan salah satunya sederhana saja:

Listrik jangan padam.

Sebab kalau pesawat terlambat terbang, penonton mungkin masih bisa menunggu.

Kalau listrik padam saat panggung sedang ramai, ceritanya bisa lain.

Pesawat boleh terbang.

Pangandaran boleh geger.

Tapi listrik tetap harus menyala.

(red)

ADS BANNER
728 x 90

Redaktur Lintas Jabar

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaPrediksi Nottingham Forest vs Tottenham: Duel Sengit di City Ground Berita SelanjutnyaPrediksi Inter vs Napoli 5 September 2026: Inter Unggul?
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza