Lewati ke konten
Selasa, 03 November 2026
Daerah

Aksi Makan Unik Tuai Sorotan di Tasikmalaya

Redaktur Lintas JabarSeptember 4, 20264 menit baca51 dilihat
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Makan sambil jalan-jalan biasanya terdengar seperti ide sederhana. Tetapi bagaimana kalau meja makan, tikar, nasi tutug oncom, ayam goreng, sambal dan lalapan semuanya dinaikkan ke bak mobil pikap yang sedang berjalan? Sebuah aksi makan unik Tasikmalaya yang sempat viral dan berhasil menuai sorotan.

Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah perempuan menikmati makanan di atas bak mobil pikap sambil berkeliling kota viral di media sosial. Aksi yang awalnya dimaksudkan sebagai kegiatan unik untuk memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia itu justru menuai sorotan karena berkaitan dengan keselamatan lalu lintas.

Kegiatan tersebut diketahui berlangsung pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Rutenya dimulai dari kawasan Alun-Alun Kota Tasikmalaya, melintasi Jalan HZ Mustofa, kemudian menuju Jalan Tentara Pelajar sebelum kembali ke titik awal.

Di atas bak pikap, sejumlah perempuan terlihat duduk menikmati hidangan khas Sunda. Bahkan, suasananya dibuat seperti sedang makan bersama di tempat makan biasa.

Bedanya, kali ini ruang makannya ikut bergerak.

Dan itulah yang kemudian menjadi persoalan.

Dari Konten Unik Menjadi Perhatian Polisi

Video tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan mendapatkan beragam respons dari masyarakat.

Sebagian melihatnya sebagai aksi kreatif dan berbeda dari biasanya. Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan aspek keselamatannya.

Pasalnya, bak terbuka pada kendaraan pikap bukan ruang penumpang yang dirancang untuk digunakan sebagai tempat duduk sambil menikmati makanan ketika kendaraan berjalan.

Ketika kendaraan bergerak, orang yang berada di ruang terbuka tersebut tentu memiliki risiko lebih besar apabila terjadi pengereman mendadak, kendaraan oleng, benturan atau kecelakaan.

Apalagi aktivitas dilakukan di jalan raya dan berinteraksi dengan kendaraan lain.

Yang awalnya mungkin ingin terlihat unik di media sosial, bisa berubah menjadi persoalan serius kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Polres Tasikmalaya Kota kemudian menindaklanjuti informasi tersebut setelah video aksi makan di pikap beredar.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Tasikmalaya Kota Ipda Dian Fardiansyah mengatakan pihaknya menerima laporan masyarakat mengenai video tersebut dan kemudian mencari pihak penyelenggara.

Polisi akhirnya menemukan rumah makan yang menggelar kegiatan tersebut.

Polisi Beri Teguran, Pengelola Mengaku Kegiatan Insidental

Dari hasil klarifikasi, kegiatan makan keliling tersebut disebut bukan layanan rutin rumah makan.

Pihak penyelenggara menjelaskan kegiatan itu merupakan acara insidental untuk memeriahkan HUT ke-81 RI.

Meski begitu, alasan kegiatan tidak menghapus persoalan keselamatan.

Satlantas Polres Tasikmalaya Kota kemudian memberikan edukasi mengenai keselamatan berkendara serta risiko penggunaan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut penumpang.

Penyelenggara disebut kooperatif dan bersedia tidak mengulangi kegiatan serupa.

Mereka juga membuat video klarifikasi kepada masyarakat.

Langkah polisi ini menarik karena tidak berhenti pada persoalan “viral lalu ditegur”.

Ada persoalan yang lebih penting, yakni bagaimana kreativitas membuat konten atau kegiatan tetap berada dalam batas keselamatan pengguna jalan.

Ketika Kreativitas Bertemu Aturan Lalu Lintas

Fenomena semacam ini sebenarnya memperlihatkan tantangan baru di tengah budaya media sosial.

Semakin unik sebuah kegiatan, semakin besar peluangnya direkam dan menjadi viral.

Masalahnya, tidak semua hal yang menarik ditonton aman untuk ditiru.

Makan di atas bak pikap sambil berjalan mungkin terlihat menyenangkan selama video hanya berdurasi beberapa detik.

Tetapi kondisi di jalan tidak mengenal tombol pause.

Ada kendaraan lain, ada pengereman mendadak, ada lubang, ada pengendara yang bisa kehilangan konsentrasi, dan ada berbagai kemungkinan yang tidak bisa diprediksi hanya dari sebuah video.

Karena itu, teguran polisi dalam kasus ini seharusnya tidak hanya dipandang sebagai respons terhadap sebuah video viral.

Lebih jauh, ini menjadi pengingat bahwa ruang publik memiliki aturan yang harus dipatuhi, termasuk ketika seseorang ingin membuat kegiatan yang dianggap unik atau menghibur.

Viral Boleh, Bahaya Jangan

Kegiatan kreatif tentu bukan sesuatu yang harus dilarang.

Membuat konsep makan bersama yang unik, mengangkat kuliner lokal atau memeriahkan HUT RI juga bukan persoalan.

Yang perlu dipikirkan adalah tempat dan cara pelaksanaannya.

Kalau ingin makan sambil keliling kota, mungkin kendaraan bisa dibuat sebagai bagian dari konsep tanpa menjadikan bak terbuka sebagai ruang makan ketika kendaraan bergerak.

Sebab antara konten yang mengundang tawa dan konten yang berujung kecelakaan, jaraknya kadang hanya beberapa detik.

Dan kalau sudah kecelakaan, tidak ada yang bisa diedit seperti video media sosial.

Kasus di Kota Tasikmalaya ini akhirnya menjadi pelajaran sederhana: kreativitas boleh jalan terus, tetapi keselamatan jangan ikut dibawa ke belakang.

Karena viral hanya soal berapa banyak orang yang melihat.

Sedangkan keselamatan menyangkut apakah semua orang bisa sampai rumah dengan selamat. (red)

ADS BANNER
728 x 90

Redaktur Lintas Jabar

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaDesil Bansos Tiba-Tiba Berubah? Ini Biang Keroknya Berita SelanjutnyaPrediksi Man City vs Coventry: Haaland Siap Menggila
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza