lintasjabar.id, BERITA BANDUNG – Ada satu momen yang cukup familiar bagi warga Bandung: perut sudah lapar, mata mulai mencari tempat makan, tetapi sebelum sempat memesan makanan, ada satu hal yang kadang ikut muncul dalam pikiran. Memang ada Jajan tanpa parkir Bandung?
Maklum, bagi sebagian orang, jajan bukan cuma soal harga makanan. Ada “biaya tambahan” yang kadang baru terasa setelah kendaraan hendak ditinggalkan.
Tapi bagaimana kalau kali ini bisa jajan tanpa harus waswas dengan urusan parkir?
Ternyata ada kawasan kuliner di Kota Bandung yang menawarkan pengalaman berbeda. Pengunjung bisa datang, memilih makanan, nongkrong, lalu pulang tanpa perlu membayar parkir kepada juru parkir.
Bukan promo.
Bukan pula karena sedang beruntung.
Kawasan Jajan tanpa parkir Bandung tersebut berada di Bumi Panyileukan, Kelurahan Cipadung Kidul, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung.
Jajan Dulu, Urusan Parkir Belakangan? Di Sini Justru Tidak Ada
Kawasan kuliner di Bumi Panyileukan memang bukan pusat kuliner yang penuh papan nama besar atau restoran mewah.
Suasananya justru lebih sederhana.
Deretan tempat makan dan jajanan berada di kawasan permukiman, tepatnya di belakang kompleks Bumi Panyileukan dan tidak jauh dari Jalan Soekarno-Hatta.
Namun ada satu hal yang membuat kawasan ini cukup menarik perhatian.
Pengunjung yang membawa kendaraan tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar jasa parkir.
Bagi sebagian orang, nominal parkir mungkin tidak seberapa.
Tetapi kalau sedang jajan bersama keluarga, berpindah tempat beberapa kali, atau sekadar mampir membeli makanan, tentu rasanya lumayan juga kalau uang tersebut tetap berada di dompet.
Apalagi kalau tujuan awalnya cuma beli cireng.
Jangan-jangan cirengnya Rp10 ribu, parkirnya ikut bikin perasaan Rp10 ribu.
Pilihan Jajan Tidak Cuma Satu
Soal makanan, pengunjung tidak harus bingung mencari pilihan.
Beragam jenis makanan tersedia di kawasan tersebut.
Ada nasi goreng, pecel ayam, pecel lele hingga berbagai jajanan ringan.
Buat yang tidak terlalu lapar tetapi ingin nongkrong, tersedia pula kedai kopi.
Pilihan camilan juga cukup beragam, mulai dari makaroni, risoles, cakwe hingga cireng.
Dengan pilihan seperti itu, kawasan ini lebih cocok disebut sebagai tempat jajan warga ketimbang destinasi kuliner yang sengaja diburu wisatawan.
Justru itu daya tariknya.
Datang tidak perlu banyak gaya.
Parkir tidak dipusingkan.
Mau makan berat bisa.
Mau sekadar ngemil juga bisa.
Mau ngopi sambil ngobrol pun tersedia.
Lokasinya di Panyileukan
Kawasan kuliner tersebut berada di belakang kompleks Bumi Panyileukan, Kelurahan Cipadung Kidul, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung.
Lokasinya relatif mudah dijangkau karena berada tidak jauh dari Jalan Soekarno-Hatta.
Kawasan ini bisa menjadi alternatif bagi warga yang ingin mencari makanan dengan suasana lebih santai tanpa harus masuk ke pusat kuliner besar.
Terlebih bagi pengendara yang biasanya sudah bersiap dengan uang kecil khusus untuk parkir setiap kali berhenti membeli makanan.
Di sini, uang receh tersebut bisa disimpan kembali.
Lumayan.
Bisa buat tambah cireng satu.
Parkir Gratis Memang Sederhana, Tapi Bikin Nyaman
Tidak adanya pungutan parkir tentu bukan satu-satunya alasan seseorang memilih tempat makan.
Rasa makanan, harga, kebersihan, kenyamanan dan pelayanan tetap menjadi pertimbangan utama.
Namun pengalaman kecil seperti tidak perlu membayar parkir ternyata bisa memberikan nilai tambah.
Sebab bagi pengunjung, kenyamanan sering kali justru dibentuk oleh hal-hal sederhana.
Datang tidak ribet.
Mencari tempat makan tidak sulit.
Kendaraan bisa diparkir tanpa harus memikirkan biaya tambahan.
Setelah selesai makan, tinggal pulang.
Tidak ada adegan membuka dompet untuk mencari uang receh yang entah sejak kapan terselip di saku.
Bisa Jadi Alternatif Kuliner Warga Bandung
Bumi Panyileukan menunjukkan bahwa tempat kuliner tidak selalu harus berada di kawasan yang terkenal.
Kadang, tempat makan yang sederhana justru menawarkan pengalaman yang lebih santai.
Dengan beragam pilihan makanan dan tidak adanya pungutan parkir, kawasan tersebut bisa menjadi salah satu alternatif bagi warga Bandung yang ingin jajan tanpa terlalu banyak biaya tambahan.
Apalagi di tengah harga kebutuhan yang terus menjadi perhatian masyarakat, selisih beberapa ribu rupiah tetap saja berarti.
Jadi, kalau suatu hari perut mulai berbunyi dan dompet sedang minta diajak kompromi, kawasan Bumi Panyileukan mungkin bisa masuk daftar tujuan.
Mau makan ada.
Mau ngemil ada.
Mau ngopi ada.
Dan yang paling penting, satu pertanyaan bisa dilewati:
“Parkirnya berapa, Kang?” (red)

