Lewati ke konten
Selasa, 03 November 2026
Daerah

PAD Kota Tasikmalaya Tembus Rp248,71 Miliar, Baru 54,58 Persen

Deny HeryantoAgustus 13, 20262 menit baca77 dilihat
ADS BANNER
728 x 90

LintasJabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota Tasikmalaya hingga Agustus 2026 telah mencapai Rp248,71 miliar. Angka tersebut setara 54,58 persen dari target PAD yang ditetapkan dalam APBD 2026 sebesar Rp455,65 miliar.

Data tersebut tercatat dalam publikasi Databoks berdasarkan data APBD 2026. Target PAD Kota Tasikmalaya tahun ini juga meningkat 3,54 persen dibandingkan anggaran PAD tahun sebelumnya.

Realisasi tersebut menunjukkan pemerintah daerah telah mengumpulkan lebih dari separuh target PAD hingga periode Januari-Agustus 2026. Namun, masih terdapat sekitar 45 persen target yang harus dikejar hingga akhir tahun.

Pajak Jadi Penyumbang Terbesar PAD Tasikmalaya

Dari total PAD yang ditargetkan dalam APBD 2026, pajak daerah menjadi sumber penerimaan terbesar.

Anggaran pajak daerah Kota Tasikmalaya mencapai Rp146,38 miliar. Komponen ini menjadi bagian terbesar dalam struktur PAD daerah.

Sementara itu, sumber PAD lainnya berasal dari pos lain-lain PAD yang sah dengan anggaran Rp83,06 miliar.

Kemudian terdapat retribusi daerah sebesar Rp13,51 miliar serta hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp5,75 miliar.

Jika seluruh komponen tersebut dijumlahkan, totalnya mencapai sekitar Rp248,7 miliar sesuai angka realisasi PAD yang tercatat hingga Agustus 2026.

Target PAD Masih Harus Dikejar

Dengan target PAD sebesar Rp455,65 miliar, Pemerintah Kota Tasikmalaya masih memiliki pekerjaan untuk memenuhi sisa target hingga penghujung 2026.

Realisasi 54,58 persen hingga Agustus menjadi gambaran posisi penerimaan daerah setelah memasuki delapan bulan tahun anggaran.

Besarnya penerimaan PAD menjadi salah satu indikator kemampuan pemerintah daerah dalam menggali sumber pendapatan dari wilayahnya sendiri.

PAD juga memiliki peran penting dalam mendukung pembiayaan berbagai program pemerintah daerah, meskipun struktur pendapatan daerah tidak hanya berasal dari PAD.

Karena itu, peningkatan penerimaan PAD perlu diikuti dengan pengelolaan yang efektif agar pendapatan yang berhasil dihimpun dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Data tersebut juga memperlihatkan bahwa pajak daerah masih menjadi komponen utama dalam struktur PAD Kota Tasikmalaya. Optimalisasi sektor pajak dan sumber pendapatan lainnya menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga penerimaan daerah hingga akhir tahun.

Hingga Agustus 2026, PAD Kota Tasikmalaya tercatat Rp248,71 miliar atau 54,58 persen dari target Rp455,65 miliar. Pemerintah daerah masih memiliki waktu untuk mengejar sisa target sebesar sekitar 45,42 persen sebelum tahun anggaran 2026 berakhir.

Dan satu hal penting: 54,58% itu persentase realisasi terhadap target, bukan berarti pertumbuhan PAD 54,58%. (dh)

ADS BANNER
728 x 90

Deny Heryanto

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita Sebelumnya3.000 Warga Jabar Jadi Penyapu Jalan, Gaji Rp3,3 Juta Berita Selanjutnya7 Tentara AS Dilaporkan Tewas di USS Lincoln, Begini Awal Bentroknya
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza