lintasjabar.id BERITA TASIKMALAYA – Keberadaan Kolam Batu Fosfor di kawasan Tugu Koperasi Kota Tasikmalaya ternyata menyimpan cerita yang mengkhawatirkan. Selama hampir 40 tahun, material yang diduga merupakan batu fosfor itu disebut harus selalu terendam air agar tetap stabil dan tidak menimbulkan reaksi yang berpotensi membahayakan.
Kolam yang berada di belakang kawasan Tugu Koperasi tersebut memiliki ukuran sekitar 2×3 meter dengan kedalaman kurang lebih tiga meter. Hingga kini, material yang berada di dalamnya belum dapat dipindahkan karena masih menunggu kajian dari tim ahli dan instansi terkait.
Penjaga kawasan Tugu Koperasi, Aan Suherman (65), mengaku selama ini keberadaan kolam tersebut menjadi perhatian warga sekitar. Menurutnya, kondisi air di dalam kolam harus selalu dijaga.
“Fosfor itu harus selalu basah dan terus terendam air. Kalau kering kelamaan bisa mengeluarkan asap sendiri,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).
Namun demikian, keterangan tersebut masih merupakan informasi dari narasumber dan belum terdapat hasil penelitian resmi mengenai karakteristik material yang tersimpan di lokasi.
Kolam Batu Fosfor Disebut Berpotensi Bereaksi Jika Mengering
Menurut pengakuan Aan, apabila kondisi air di dalam kolam berkurang atau mengering, material tersebut dapat mengeluarkan asap putih yang menjadi indikasi adanya reaksi tertentu.
Ia juga menyebut material itu tidak boleh bersentuhan dengan bahan yang mudah terbakar karena dikhawatirkan dapat memicu api.
“Kalau berdekatan dengan rumput kering bisa keluar api. Makanya selama ini harus terus direndam air,” katanya.
Informasi tersebut masih perlu diverifikasi melalui kajian ilmiah yang dilakukan oleh instansi yang memiliki kewenangan dalam penanganan bahan berbahaya dan beracun.
BPBD Kota Tasikmalaya Belum Bisa Lakukan Penanganan
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Budi Martanova, memastikan pihaknya belum dapat melakukan evakuasi maupun penanganan terhadap material yang berada di dalam kolam tersebut.
BPBD masih menunggu pemberitahuan resmi dari pemilik lokasi maupun Pemerintah Kota Tasikmalaya sebelum melakukan langkah lanjutan.
“Kami menunggu pemberitahuan resmi dari pemilik dan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Setelah itu akan kami kaji bersama PT Dahana dan instansi terkait. Penanganannya harus sesuai standar demi keamanan,” kata Budi Martanova.
Menurutnya, material yang diduga merupakan batu fosfor olahan tidak dapat dipindahkan secara sembarangan karena membutuhkan prosedur keselamatan yang ketat.
Kolam Batu Fosfor Jadi Perhatian Revitalisasi Tugu Koperasi
Keberadaan Kolam Batu Fosfor juga menjadi perhatian di tengah rencana revitalisasi kawasan Tugu Koperasi yang tengah dipersiapkan Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Selain memiliki nilai sejarah, kawasan tersebut kini menyimpan persoalan yang memerlukan penanganan serius dari berbagai pihak. Pemerintah diharapkan dapat segera melakukan identifikasi terhadap material yang berada di dalam kolam sehingga potensi risiko yang mungkin timbul dapat diminimalisasi.
Hingga saat ini, publik masih menunggu hasil kajian resmi mengenai jenis material yang tersimpan di dalam kolam tersebut serta langkah penanganan yang akan diambil oleh pemerintah dan instansi terkait.(KRS/doel)


