Lewati ke konten
Daerah

Gas Metana TPA Jadi Ancaman Kebakaran di Musim Kemarau, DPRKPLH Ciamis Tingkatkan Kewaspadaan

Kang DoelJuli 17, 20263 menit baca23 dilihat
Gas Metana TPA
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA CIAMIS  – Ancaman Gas Metana TPA menjadi perhatian serius Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis memasuki musim kemarau 2026. Gas yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah organik tersebut berpotensi memicu kebakaran apabila terakumulasi dan tidak dikelola dengan baik.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Ciamis mulai memperkuat berbagai langkah mitigasi untuk memastikan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) tetap aman bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.

Sekretaris DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Aris Taufik Abadi, S.T., mengatakan pengelolaan TPA tidak hanya sebatas menampung sampah, tetapi juga harus mampu mencegah potensi bahaya yang ditimbulkan dari gas metana.

“Gas metana tidak boleh sampai terkumpul di satu titik. Karena itu harus ada pelepasan gas agar tidak memicu kebakaran. TPA harus tetap aman dan tidak menimbulkan pencemaran maupun bahaya bagi masyarakat,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).

Gas Metana TPA Berasal dari Sampah Organik

Gas metana merupakan salah satu gas yang dihasilkan dari proses penguraian sampah organik di dalam timbunan sampah. Apabila tidak dikelola dengan baik, gas tersebut dapat terakumulasi dan meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, terutama saat musim kemarau.

DPRKPLH Kabupaten Ciamis pun mendorong masyarakat untuk mulai mengurangi volume sampah organik yang dibuang ke TPA dengan memanfaatkan metode pengomposan maupun pengolahan mandiri di rumah tangga.

Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi produksi gas metana sekaligus memperpanjang usia operasional TPA.

Gas Metana TPA Jadi Fokus Mitigasi Kebakaran

Sebagai bagian dari mitigasi bencana lingkungan, DPRKPLH telah melakukan identifikasi terhadap sejumlah titik rawan kebakaran di kawasan TPA bersama pemerintah desa, kecamatan, UPTD, dan relawan lingkungan.

Selain itu, pengawasan terhadap limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) juga diperketat karena berpotensi memicu percikan api yang dapat memperbesar risiko kebakaran.

Tidak hanya itu, DPRKPLH menggandeng Satpol PP dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Ciamis untuk melakukan simulasi penanganan kebakaran di kawasan TPA.

“Simulasi ini penting agar seluruh personel memahami langkah cepat ketika muncul titik api, termasuk kesiapan sarana pendukung seperti air dan peralatan pemadam yang harus selalu tersedia,” jelas Aris.

DPRKPLH Imbau Masyarakat Tidak Membakar Sampah

Memasuki musim kemarau, DPRKPLH Kabupaten Ciamis juga mengingatkan masyarakat untuk tidak lagi membakar sampah di lingkungan tempat tinggal maupun di sekitar TPS dan TPA.

Kebiasaan membakar sampah dinilai masih menjadi salah satu penyebab utama munculnya titik api di kawasan pengelolaan sampah.

Selain memperkuat pengawasan internal, DPRKPLH juga telah menginstruksikan seluruh UPTD di wilayah Ciamis, Panumbangan, Kawali, dan Banjarsari untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya pembakaran sampah.

“Kami lebih mengedepankan langkah preventif. Setiap laporan maupun potensi kebakaran akan segera ditindaklanjuti bersama pemerintah desa, kecamatan, dan instansi terkait agar tidak berkembang menjadi kebakaran besar,” tegas Aris.

DPRKPLH memastikan stok tanah penutup (soil cover) serta sarana pendukung lainnya dalam kondisi aman untuk menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.

Melalui penguatan mitigasi dan partisipasi masyarakat, ancaman kebakaran akibat gas metana di kawasan TPA diharapkan dapat diminimalkan sehingga pengelolaan sampah di Kabupaten Ciamis dapat berjalan lebih aman dan berkelanjutan.(doel)

ADS BANNER
728 x 90

Kang Doel

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di lintasjabar.id

Berita SebelumnyaKolam Batu Fosfor di Tugu Koperasi Tasikmalaya, Tak Pernah Kering Selama Puluhan Tahun Berita SelanjutnyaTruk Rem Blong Terguling di Tikungan Sumadra Garut, Muatan 5 Ton Berhamburan
Iklan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *