Keren, RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Selamatkan Pasien Stroke Akut
- account_circle Kang Doel
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 63
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya mencatat pencapaian penting dalam layanan kesehatan setelah berhasil menyelamatkan pasien stroke akut melalui terapi trombolisis.
Keberhasilan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat karena rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya itu kini menghadirkan layanan penanganan stroke akut yang cepat, terpadu, dan menjadi yang pertama di wilayah Priangan Timur.
Direktur RSUD KHZ Musthafa, dr. Eli Hendalia, mengatakan rumah sakit yang dipimpinnya telah berhasil menangani tiga pasien stroke infark atau stroke akibat sumbatan pembuluh darah di otak dengan metode trombolisis. Hasilnya, pasien menunjukkan pemulihan yang sangat baik setelah mendapatkan penanganan cepat dari tim medis.
Menurut dr. Eli, trombolisis merupakan terapi medis untuk melarutkan sumbatan pada pembuluh darah otak sehingga aliran darah kembali normal. Penanganan ini sangat menentukan peluang kesembuhan pasien, terutama jika dilakukan dalam waktu cepat sejak gejala stroke muncul.
“Penanganan stroke harus dilakukan secepat mungkin. Dengan trombolisis, sumbatan pembuluh darah bisa dihancurkan sehingga aliran darah kembali normal. Peluang kesembuhan pasien akan jauh lebih besar jika ditangani dalam waktu cepat sejak gejala muncul,” ujarnya.
Layanan Trombolisis Pertama di Priangan Timur
Keberhasilan RSUD KHZ Musthafa selamatkan pasien stroke akut dengan trombolisis tidak lepas dari kesiapan rumah sakit dalam membangun sistem penanganan stroke yang terintegrasi. RSUD KHZ Musthafa kini memiliki layanan trombolisis pertama di Priangan Timur yang didukung aktivasi Code Stroke, yakni sistem penanganan terpadu untuk pasien stroke akut.
Dalam sistem ini, penanganan pasien melibatkan berbagai unsur secara cepat, mulai dari dokter spesialis saraf, dokter bedah saraf, dokter Instalasi Gawat Darurat (IGD), perawat, petugas laboratorium, radiologi, hingga farmasi. Rumah sakit juga telah menyiapkan obat trombolitik sebagai komponen utama terapi serta melakukan pelatihan dan simulasi bagi tenaga kesehatan.
Dr. Eli menjelaskan, seluruh alur penanganan pasien stroke di rumah sakit tersebut sudah disusun secara jelas. Begitu pasien tiba di IGD, petugas medis akan melakukan identifikasi awal dalam waktu singkat. Selanjutnya pasien segera menjalani CT Scan untuk memastikan adanya sumbatan pembuluh darah di otak. Jika memenuhi indikasi medis, pasien langsung dibawa ke ruang Stroke Corner untuk mendapatkan terapi trombolisis.
“Begitu pasien datang, tim langsung bergerak cepat mulai dari IGD, CT Scan, hingga pemberian terapi. Semua tahapan sudah memiliki alur yang jelas,” katanya.
Pasien Mulai Pulih dalam Waktu Sekitar Satu Jam
Salah satu keluarga pasien asal Leuwisari, Nia, mengaku sangat bersyukur atas penanganan cepat yang diberikan tim medis RSUD KHZ Musthafa. Ia menceritakan ayahnya sempat mengalami kondisi serius akibat stroke hingga tidak bisa berbicara dan hampir tidak memberikan respons saat diajak berkomunikasi.
Namun kondisi itu berubah setelah pasien mendapatkan terapi trombolisis. Dalam waktu sekitar satu jam, pasien mulai menunjukkan perbaikan dan dapat berbicara kembali.
“Alhamdulillah, setelah ditangani dengan cepat di RSUD KHZ Musthafa, sekitar satu jam kemudian ayah saya sudah mulai bisa berbicara dan mengobrol kembali,” ujarnya.
Pasien lain asal Ciawi juga berhasil selamat setelah mendapatkan penanganan serupa. Kisah pemulihan dua pasien tersebut menjadi bukti bahwa penanganan stroke akut dengan trombolisis dapat memberikan hasil signifikan bila pasien datang dalam masa emas penanganan.
Dokter Spesialis Neurologi RSUD KHZ Musthafa, dr. Bili Muchamad Ramdani, menjelaskan salah satu pasien yang berhasil ditangani datang pada dini hari dengan gejala kelemahan anggota gerak sebelah kanan disertai penurunan kesadaran. Pasien tersebut langsung ditangani oleh Tim Code Stroke yang memang dibentuk khusus untuk menangani stroke akut secara cepat dan terintegrasi.
“Begitu pasien datang, kami bergerak cepat. Dalam waktu kurang dari setengah jam seluruh pemeriksaan dan penilaian selesai dilakukan. Setelah obat trombolisis diberikan, perbaikannya sangat signifikan,” kata dr. Bili.
Menurutnya, perubahan kondisi pasien umumnya mulai terlihat dalam satu hingga dua jam setelah obat diberikan. Terapi trombolisis sendiri dapat diberikan kepada pasien yang memenuhi kriteria medis tertentu, termasuk datang dalam golden period penanganan stroke, yakni kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama muncul.
Code Stroke Jadi Kunci Penyelamatan Pasien Stroke
Dokter Spesialis Saraf RSUD KHZ Musthafa, dr. Indra Gunawan, menegaskan kesigapan keluarga membawa pasien ke rumah sakit menjadi faktor penting dalam keberhasilan terapi. Menurutnya, pasien yang berhasil ditangani datang dengan gejala khas stroke akut berupa kelumpuhan mendadak pada anggota gerak dan gangguan bicara.
Ia menilai keberhasilan layanan ini tidak lepas dari kesiapan seluruh tim medis yang siaga selama 24 jam melalui sistem Code Stroke RSUD KHZ Musthafa. Dengan penanganan cepat dan terintegrasi, peluang pasien untuk pulih tanpa kecacatan berat menjadi lebih besar.
Layanan trombolisis di RSUD KHZ Musthafa juga menjadi bagian dari penguatan layanan penyakit katastropik yang terus didorong Kementerian Kesehatan. Kehadiran layanan ini memberi harapan baru bagi masyarakat Tasikmalaya dan Priangan Timur agar mendapatkan penanganan stroke akut secara cepat, tepat, dan sesuai standar medis tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
Dengan pencapaian ini, RSUD KHZ Musthafa selamatkan pasien stroke akut dengan trombolisis bukan hanya menjadi kabar menggembirakan bagi dunia kesehatan daerah, tetapi juga langkah maju dalam menekan risiko kecacatan maupun kematian akibat stroke di Tasikmalaya dan sekitarnya. (doel)
- Penulis: Kang Doel


Saat ini belum ada komentar