Karinding Sunda Tasikmalaya Bergema di Gentra Loka Vol 4
- account_circle Deny Heryanto
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 129
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA. Suasana malam di Kopi Siloka 2, Indihiang, Kota Tasikmalaya, Sabtu (23/5/2026), terasa hangat dan penuh makna. Denting karinding mengalun pelan di antara cahaya lampu temaram dan aroma kopi yang memenuhi ruang acara. Dalam atmosfer sederhana namun berkelas itu, Gentra Loka Vol 4 Show Story Karinding Sadulur featuring Man Jasad menjadi ruang temu antara tradisi, kreativitas, dan semangat pelestarian budaya Sunda.
Gelaran tersebut menghadirkan pengalaman budaya yang dekat dengan masyarakat. Tidak hanya menjadi panggung pertunjukan, acara ini juga memperlihatkan bagaimana komunitas seni mampu menjaga identitas lokal melalui pendekatan yang relevan dengan generasi muda. Kehadiran Man Jasad semakin memperkuat daya tarik acara sekaligus menghadirkan energi baru bagi penonton yang memadati lokasi kegiatan.
Dinas Kepemudaan Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Kepala Bidang Kebudayaan Disporabudpar Agus Fauzi, S.PT., M.Si menilai ruang kreatif kebudayaan memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan tradisi di tengah perkembangan zaman.
“Kami mendukung penuh setiap gerakan yang dilakukan Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya dan kami ucapkan selamat atas digelarnya kegiatan Gentra Loka Vol 4 ini oleh Komite Budaya,” ujar Agus.
Menurutnya, komunitas budaya memiliki kontribusi besar dalam memperkuat identitas daerah. Kehadiran ruang seni seperti Gentra Loka juga dinilai mampu mempertemukan pelaku budaya, komunitas kreatif, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang sehat dan produktif.
Dalam kegiatan tersebut, Karinding Sunda Tasikmalaya tampil bukan sekadar sebagai kesenian tradisional, tetapi juga simbol keterhubungan antara warisan leluhur dan kehidupan masyarakat modern. Suara karinding yang sederhana justru menghadirkan nuansa reflektif yang membuat pertunjukan terasa lebih intim dan berkesan.
Karinding Sunda Tasikmalaya Diperkuat Melalui Regenerasi Komunitas
Agus Fauzi menegaskan bahwa karinding merupakan salah satu warisan budaya penting yang dimiliki Kota Tasikmalaya. Karena itu, upaya pelestarian harus berjalan beriringan dengan regenerasi komunitas agar kesenian tradisional tetap berkembang secara berkelanjutan.
“Karinding ini salah satu kesenian tradisional terpenting yang dimiliki Kota Tasikmalaya, oleh karena itu kami sangat berterima kasih kepada Karinding Sadulur yang terus berupaya meregenerasi kelompok karinding lain,” katanya.
Ia juga menilai keberadaan ruang publik budaya perlu terus dijaga agar konektivitas antar komunitas semakin kuat. Melalui kegiatan seperti Gentra Loka, masyarakat mendapat kesempatan untuk mengenal lebih dekat nilai budaya Sunda melalui pendekatan yang terbuka dan inklusif.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Gentra Loka Vol 4, Mukhsy Arafah Sugandi, mengatakan seluruh persiapan acara dilakukan selama satu bulan penuh. Bersama tim dan komunitas yang terlibat, pihaknya berupaya menghadirkan sajian budaya yang mampu memberi kesan mendalam bagi pengunjung.
Mukhsy memastikan Gentra Loka Vol 5 akan kembali digelar pada Juni mendatang. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen komunitas dalam menjaga keberlangsungan Karinding Sunda Tasikmalaya agar tetap hidup, berkembang, dan semakin dekat dengan generasi muda. (DH)
- Penulis: Deny Heryanto

Saat ini belum ada komentar