Nobar Persib di Galih Pawesti Berujung Dugaan Pesta Miras, Diky Murka
- account_circle Redaktur Lintas Jabar
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Euforia kemenangan Persib Bandung di Kota Tasikmalaya ternoda. Kegiatan nonton bareng (nobar) laga Persib vs Persijap Jepara di kawasan Gedung Galih Pawesti, Sabtu (23/5/2026) malam, berubah jadi sorotan setelah aparat menemukan dugaan pesta minuman keras di area fasilitas milik pemerintah.
Polisi yang datang ke lokasi langsung membubarkan kerumunan dan mengamankan 26 unit sepeda motor serta satu mobil. Di lokasi, petugas juga menemukan botol-botol minuman keras yang diduga dikonsumsi peserta nobar.

Insiden ini memicu kemarahan Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara. Ia menyebut kejadian tersebut sebagai bentuk kelalaian serius karena fasilitas publik justru dipakai untuk aktivitas yang mencederai ketertiban.
“Ini sangat kami sesalkan. Saya marah dan kecewa. Gedung pemerintah seharusnya dipakai untuk kegiatan positif, bukan justru jadi lokasi aktivitas yang merusak ketertiban,” tegas Diky.
Menurut informasi yang diterima pemerintah kota, sebagian orang yang berada di lokasi diduga dalam kondisi tidak terkendali saat aparat melakukan penertiban.
Gedung Galih Pawesti Jadi Sorotan, Penyelenggara Nobar Terancam Dievaluasi
Diky memastikan insiden di Gedung Galih Pawesti Tasikmalaya tidak akan dibiarkan berlalu begitu saja.
Pemerintah Kota Tasikmalaya akan memanggil pihak penyelenggara untuk meminta penjelasan terkait pengawasan kegiatan nobar yang berujung ricuh tersebut.
Menurutnya, evaluasi menyeluruh akan dilakukan, termasuk kemungkinan pemberian sanksi jika ditemukan adanya kelalaian dalam pengelolaan kegiatan.
“Kami akan cek langsung dan minta klarifikasi. Kalau ada kelalaian, tentu akan ada evaluasi serius. Fasilitas pemerintah tidak boleh disalahgunakan,” katanya.
Ia menjelaskan pengelolaan gedung berada di bawah unit terkait, sehingga koordinasi internal segera dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Pemkot juga menegaskan pengawasan terhadap penggunaan fasilitas umum akan diperketat, terutama untuk kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar.
Euforia Persib Jangan Jadi Alasan Ganggu Ketertiban
Insiden ini terjadi di tengah gelombang perayaan kemenangan Persib Bandung yang meluas di berbagai daerah, termasuk Tasikmalaya.
Namun Diky menegaskan, dukungan terhadap sepak bola maupun kegiatan nobar tetap harus berada dalam koridor yang sehat dan tertib.
Menurutnya, semangat sportivitas tidak boleh berubah menjadi perilaku yang justru merugikan masyarakat atau mencoreng nama kota.
“Nobar boleh, merayakan kemenangan juga boleh. Tapi jangan sampai euforia dijadikan alasan untuk membuat keributan atau melanggar aturan,” tegasnya.
Kasus ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah terkait pengelolaan kegiatan publik, khususnya yang menggunakan aset pemerintah.(hs)
- Penulis: Redaktur Lintas Jabar

Saat ini belum ada komentar