Tasikmalaya: Korban Hanyut di Cikalong Ditemukan Tak Bernyawa
- account_circle Redaktur Lintas Jabar
- calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
- visibility 117
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Upaya pencarian terhadap seorang lansia yang dilaporkan hanyut di aliran Sungai Ciwulan, Kabupaten Tasikmalaya, akhirnya membuahkan hasil. Korban bernama Pahroni (69), warga Kampung Borosole, Desa Cikalong, Kecamatan Cikalong, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dua hari pencarian.
Korban sebelumnya dilaporkan terseret arus sungai pada Selasa (12/5/2026) pagi, saat debit air meningkat akibat hujan yang mengguyur wilayah Tasikmalaya.

Tim gabungan sejak hari pertama langsung melakukan pencarian dengan menyusuri aliran sungai, namun derasnya arus dan kondisi air yang keruh menjadi tantangan dalam proses evakuasi.
Ditemukan di Muara Sungai
Setelah pencarian intensif selama dua hari, korban akhirnya ditemukan di kawasan muara Sungai Ciwulan.
Informasi penemuan pertama kali berasal dari seorang warga yang tengah beraktivitas menangkap ikan di sekitar lokasi.
Jasad korban kemudian dievakuasi oleh tim gabungan yang sejak awal terlibat dalam operasi pencarian.
Relawan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Mamat Rahmat, menyampaikan bahwa korban ditemukan dalam radius sekitar satu kilometer dari titik awal diduga hanyut.
Proses evakuasi dilakukan menjelang tengah malam hingga dini hari.
Tim Gabungan Turun ke Lokasi
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari tim SAR gabungan, BPBD, TNI, Polri, hingga relawan kebencanaan.
Sejak laporan pertama diterima, penyisiran dilakukan secara intensif di sepanjang aliran sungai Ciwulan Kabupaten Tasikmalaya.
Namun kondisi medan dan arus air yang cukup deras membuat proses pencarian membutuhkan waktu lebih lama.
Hujan yang turun sejak pagi pada hari kejadian disebut turut memperburuk kondisi sungai sehingga menyulitkan tim di lapangan.
Operasi SAR Resmi Berakhir
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan.
Seluruh personel yang terlibat dalam proses pencarian kemudian dikembalikan ke satuan atau instansi masing-masing.
Peristiwa korban hanyut di Sungai Ciwulan ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika kondisi cuaca sedang buruk dan debit air meningkat drastis.
Musim hujan maupun perubahan cuaca ekstrem kerap meningkatkan risiko kecelakaan air, terutama di wilayah yang memiliki aliran sungai deras.(dh)
- Penulis: Redaktur Lintas Jabar

Saat ini belum ada komentar