lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bersama Satbrimob Polda Jawa Barat melakukan penggeledahan di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Minggu (12/7/2026). Penggeledahan dilakukan menyusul insiden ledakan yang terjadi di kawasan Kompleks Olahraga Dadaha pada Sabtu (11/7/2026) malam.
Rumah yang menjadi sasaran penggeledahan diduga dihuni AS, salah seorang terduga pelaku Ledakan di Dadaha Tasikmalaya, yang sebelumnya disebut berada di lokasi saat terjadi keributan antarpedagang sebelum ledakan terdengar.
Petugas bersenjata lengkap mendatangi lokasi dan langsung mensterilkan area. Garis polisi dipasang di sekitar rumah kontrakan sehingga menarik perhatian warga yang berbondong-bondong menyaksikan proses penggeledahan.
Ledakan di Dadaha Tasikmalaya Berawal dari Keributan Antarpedagang
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa bermula dari cekcok antara pedagang jagung berinisial S dengan seorang penjual tahu gejrot berinisial E di kawasan Dadaha.
Menurut sejumlah saksi, E diduga berada di bawah pengaruh minuman keras sehingga terjadi adu mulut yang kemudian berkembang menjadi aksi saling dorong.
Di tengah keributan tersebut, AS yang merupakan kerabat S datang ke lokasi. Warga sempat berusaha melerai pertikaian. Namun tidak lama kemudian terdengar suara ledakan keras dari arah belakang kawasan pedagang kaki lima.
Ledakan di Dadaha Tasikmalaya itu membuat pengunjung dan pedagang panik. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Tak lama setelah menerima laporan, personel Polresta Tasikmalaya bersama Polsek Cihideung langsung mendatangi lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta memasang garis polisi di sekitar titik ledakan.
Densus 88 Turun, Rumah Kontrakan Digeledah
Perkembangan penyelidikan berlanjut pada Minggu siang ketika Tim Densus 88 Antiteror Polri bersama Satbrimob Polda Jawa Barat melakukan penggeledahan di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Cilembang.
Ketua RT 02 setempat, H. Ade Mumu, mengaku terkejut dengan kedatangan petugas.
“Ini rumah kontrakan atas nama Pak Doni. Saya baru tahu dia mengontrak di sini sekitar dua bulan. Saat ditanya kenapa belum melapor, jawabnya masih menunggu rumah yang sedang dibangun selesai,” ujarnya.
Menurut keterangan warga, penghuni rumah dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Sementara istrinya disebut beraktivitas sebagai pedagang di pasar.
13 Barang Bukti Diamankan
Dalam proses penggeledahan, petugas mengamankan sedikitnya 13 item barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Di antara barang yang diamankan terdapat sebuah bedil angin mini, sebilah belati, serta sejumlah barang lain yang hingga kini masih didalami oleh penyidik.
Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian belum memberikan penjelasan resmi mengenai keterkaitan barang-barang tersebut dengan ledakan yang terjadi di Dadaha.
Begitu pula mengenai status hukum AS maupun motif di balik ledakan tersebut masih dalam proses pendalaman oleh aparat penegak hukum.
Penyelidikan kini dilakukan secara terpadu oleh Densus 88 Antiteror Polri bersama jajaran kepolisian guna memastikan penyebab ledakan serta mengungkap seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.(KRS/doel)


