Lewati ke konten
Daerah

Kebakaran Lahan Ciamis Jadi Alarm Musim Kemarau, Damkar Ingatkan Bahaya Bakar Ilalang

Kang DoelJuli 9, 20262 menit baca97 dilihat
Kebakaran Lahan Ciamis
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA CIAMIS – Meningkatnya kasus Kebakaran Lahan Ciamis mulai menjadi peringatan serius memasuki musim kemarau. Cuaca panas, lahan yang mengering, serta aktivitas pembakaran terbuka dinilai menjadi kombinasi yang berpotensi memicu kebakaran lebih besar dan mengancam permukiman maupun fasilitas umum.

Peristiwa terbaru terjadi di Dusun Cicapar, Desa Cicapar, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Rabu (8/7/2026). Sekitar dua hektare lahan dipenuhi ilalang dan semak kering hangus terbakar setelah api diduga berasal dari pembakaran yang ditinggalkan tanpa pengawasan.

Beruntung, respons cepat petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Ciamis berhasil mencegah api meluas hingga ke kawasan SMP Negeri 2 Banjarsari yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Kebakaran Lahan Ciamis Dipicu Kondisi Lahan yang Mengering

Kepala Regu Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Banjarsari, Dikri Nur Dena Tama, mengatakan laporan diterima dari petugas keamanan sekolah sekitar pukul 13.10 WIB.

Tak lama berselang, tim Damkar langsung diterjunkan menuju lokasi menggunakan satu unit mobil pemadam.

Saat petugas tiba, kobaran api telah membakar hamparan ilalang kering dan terus membesar akibat embusan angin yang cukup kencang.

“Tim langsung melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas. Setelah berhasil dikendalikan, kami melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa,” ujarnya.

Selain Damkar, proses pemadaman juga melibatkan personel Polsek Banjarsari, relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta masyarakat sekitar yang ikut bergotong royong memadamkan api.

Pembakaran Terbuka Masih Jadi Penyebab Utama

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan api diduga berasal dari pembakaran ilalang yang dilakukan seseorang.

Namun, api ditinggalkan dalam kondisi masih menyala sehingga dengan cepat menjalar ke semak-semak kering di sekitarnya.

Menurut Dikri, kondisi musim kemarau membuat vegetasi kering sangat mudah terbakar. Sedikit percikan api saja dapat berkembang menjadi kebakaran besar apabila tidak segera ditangani.

“Kami menduga api berasal dari pembakaran ilalang. Saat cuaca kering seperti sekarang, api sangat mudah merambat sehingga masyarakat harus lebih berhati-hati,” katanya.

Damkar Ajak Warga Cegah Kebakaran Sejak Dini

Usai proses pemadaman, petugas Damkar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya mencegah Kebakaran Lahan Ciamis.

Warga diimbau tidak membakar sampah, ilalang, maupun membuka lahan menggunakan api selama musim kemarau.

Selain itu, masyarakat juga diminta segera menghubungi layanan darurat Damkar apabila menemukan titik api sekecil apa pun agar penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas.

Dikri menegaskan bahwa upaya pencegahan merupakan langkah paling efektif dibandingkan harus memadamkan kebakaran yang sudah telanjur membesar.

“Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama. Jangan melakukan pembakaran terbuka, terutama ketika cuaca panas dan angin bertiup kencang, karena risikonya sangat besar,” pungkasnya.(doel)

ADS BANNER
728 x 90

Kang Doel

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di lintasjabar.id

Berita SebelumnyaProyek Infrastruktur di DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Jadi Temuan BPK Berita SelanjutnyaTruk Masuk Jurang di Ciamis, Sopir Selamat Meski Kendaraan Ringsek
Iklan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *