lintasjabar.id, BERITA DAERAH. Haflah Akhirussanah Tasikmalaya di Pondok Pesantren Sabilul Huda, Kelurahan Cigantang, Kecamatan Mangkubumi, memasuki malam puncak penyelenggaraan malam ini, Selasa (7/7/2026). Kegiatan yang digelar Ikatan Muda Mudi Sukahening (IMMS) bersama Pondok Pesantren Sabilul Huda tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, serta Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Hilman Wiranata.
Malam puncak akan diisi dengan Tabligh Akbar bersama Ustaz Usman, S.Pd.I., sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak 3 Juli 2026. Kehadiran unsur pemerintah daerah diharapkan menjadi bentuk dukungan terhadap pendidikan keagamaan, pembinaan generasi muda, dan pemberdayaan masyarakat yang selama ini tumbuh di lingkungan pesantren.
Tak hanya menjadi seremoni akhir tahun ajaran, Haflah Akhirussanah Tasikmalaya tahun ini juga menghadirkan pentas seni santri, kreasi muda-mudi, serta bazar UMKM yang melibatkan puluhan pelaku usaha lokal. Konsep tersebut menjadikan kegiatan ini bukan sekadar perayaan kelulusan, tetapi juga ruang silaturahmi yang mempertemukan santri, orang tua, alumni, dan masyarakat.
Apresiasi untuk Santri dan Semangat Kebersamaan
Panitia pelaksana, Engkus Kusmana, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dirancang sebagai bentuk penghargaan atas proses belajar para santri selama satu tahun. Setiap penampilan yang ditampilkan merupakan hasil pembinaan dan latihan yang telah dipersiapkan jauh hari.
“Selama lima hari kami menampilkan berbagai kreasi anak-anak dan muda-mudi. Ini menjadi bentuk apresiasi atas proses belajar mereka selama satu tahun,” ujar Engkus.
Menurutnya, malam puncak menjadi momen yang paling dinantikan karena menghadirkan Tabligh Akbar sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi antara lembaga pendidikan, orang tua santri, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah.
“Kami berharap kehadiran para tamu undangan, termasuk Wakil Wali Kota Tasikmalaya, dapat memberikan motivasi kepada para santri agar terus semangat belajar, berprestasi, dan berkontribusi bagi masyarakat,” katanya.
Bazar 35 UMKM Jadi Daya Tarik Masyarakat
Selain panggung kreativitas santri, Haflah Akhirussanah Tasikmalaya juga diramaikan bazar yang diikuti 35 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Beragam produk kuliner, kerajinan, fesyen, hingga kebutuhan rumah tangga dipasarkan oleh warga dan santri di area kegiatan.
Engkus menilai bazar tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian acara karena memberikan ruang promosi bagi produk lokal sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Antusiasme pengunjung selama lima hari pelaksanaan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM.
“Kami berharap bazar UMKM ini menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus menambah semarak pelaksanaan Haflah Akhirussanah,” ujarnya.
Melalui perpaduan syiar Islam, pendidikan, seni, dan pemberdayaan ekonomi, Haflah Akhirussanah Tasikmalaya di Pondok Pesantren Sabilul Huda diharapkan terus menjadi agenda yang memberi manfaat luas bagi masyarakat. Malam puncak yang berlangsung malam ini pun menjadi penegas bahwa kebersamaan dan gotong royong mampu menghadirkan perayaan pendidikan yang tidak hanya bermakna bagi santri, tetapi juga bagi warga sekitar. (DH)


