Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » DPRD Kabupaten Tasikmalaya Disorot, Anggaran Perjalanan Dinas Capai Rp7,1 Miliar

DPRD Kabupaten Tasikmalaya Disorot, Anggaran Perjalanan Dinas Capai Rp7,1 Miliar

  • account_circle Deny Heryanto
  • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Kebijakan efisiensi anggaran yang digaungkan pemerintah pusat kembali menjadi sorotan di daerah. Di tengah arahan penghematan belanja negara, alokasi anggaran perjalanan dinas di lingkungan DPRD Kabupaten Tasikmalaya justru memicu polemik.

Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) Swakelola Tahun Anggaran 2026, total anggaran perjalanan dinas bagi legislatif mencapai angka fantastis, yakni Rp7,1 miliar. Besarnya nominal tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengenai komitmen lembaga legislatif terhadap semangat efisiensi yang dicanangkan pemerintah.

Sorotan tajam datang dari berbagai elemen masyarakat, akademisi, hingga aktivis. Mereka menilai, besarnya anggaran tersebut tidak sejalan dengan kondisi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi berbagai tantangan.

Anggaran Perjalanan Dinas Jadi Perhatian Publik

Dalam rincian anggaran yang beredar, hampir seluruh aktivitas kelembagaan dewan memuat komponen perjalanan dinas.

Mulai dari pembahasan rancangan peraturan daerah, penyusunan kode etik, rapat pembahasan anggaran, hingga kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat, seluruhnya dianggarkan dengan nilai yang tidak sedikit.

Untuk pembentukan peraturan daerah saja, anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp1,6 miliar. Sementara penyusunan kode etik dewan menelan biaya lebih dari Rp100 juta.

Tak hanya itu, sejumlah agenda rapat koordinasi dan konsultasi juga mencantumkan paket pertemuan di luar daerah. Kondisi ini memunculkan tuntutan akan Transparansi dan Anggaran Perjalanan Dinas anggota dewan.

Inpres Efisiensi Dinilai Belum Membumi

Pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden telah menekankan pentingnya efisiensi belanja, termasuk dalam penggunaan anggaran perjalanan dinas.

Di tingkat daerah, Bupati Tasikmalaya pun telah mengeluarkan surat edaran yang mengatur langkah serupa.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan adanya perbedaan implementasi, khususnya di lingkungan legislatif.

Kondisi tersebut memicu kritik bahwa semangat penghematan belum sepenuhnya diinternalisasi oleh seluruh lembaga pemerintahan.

Kritik Tajam dari Aktivis dan Akademisi

Presiden Komunitas Masyarakat Transparansi (KMRT), Ahmad Rifa, secara terbuka mengkritik besarnya anggaran tersebut.

Menurutnya, kebijakan itu menunjukkan minimnya sensitivitas terhadap situasi ekonomi masyarakat.

“Wakil rakyat seharusnya menjadi teladan dalam menerapkan efisiensi, bukan justru tampil kontradiktif,” ujarnya.

Senada, Koordinator PSU, Septian Hadinata, menilai alokasi tersebut menjadi indikator bahwa sebagian anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan rakyat.

Ia menegaskan bahwa anggaran publik harus diprioritaskan pada sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Studi Banding di Era Digital

Kritik juga datang dari kalangan akademisi. Wakil Rektor III Universitas KH. Ruhiat Cipasung, Dr. Asep M. Tamam, menyoroti relevansi studi banding di tengah kemajuan teknologi informasi.

Menurutnya, era digital telah menyediakan akses informasi yang sangat luas.

Banyak referensi kebijakan, regulasi, hingga praktik terbaik dari daerah lain dapat dipelajari secara daring tanpa harus melakukan kunjungan fisik.

“Jika tujuannya hanya untuk belajar, teknologi sudah sangat memadai. Efisiensi harus menjadi budaya baru,” katanya.

Pernyataan ini memperkuat tuntutan akan Transparansi dan Anggaran Perjalanan Dinas anggota dewan.

Kontras dengan Langkah Eksekutif

Di saat legislatif disorot, Pemerintah Kota Tasikmalaya justru mengambil langkah penghematan yang cukup konkret.

Sejumlah pejabat diketahui mulai menggunakan kendaraan pribadi untuk aktivitas kedinasan. Mobil dinas bahkan dikurangi penggunaannya sebagai bentuk efisiensi bahan bakar.

Perbandingan ini semakin menegaskan pentingnya konsistensi seluruh unsur pemerintahan dalam menjalankan kebijakan penghematan. (DH) 

  • Penulis: Deny Heryanto

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tasikmalaya: Komitmen Pelayanan Inklusif untuk Semua

    Tasikmalaya: Komitmen Pelayanan Inklusif untuk Semua

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 45
    • 0Komentar

    LintasJabar. Id, BERITA TASIKMALAYA – Disdukcapil Kota Tasikmalaya terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan warga disabilitas yang inklusif dan merata. Pada 30 Maret 2026, Disdukcapil Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan perekaman data sekaligus penyerahan dokumen kependudukan secara langsung kepada warga binaan di Yayasan Mentari Hati Tasikmalaya. Program ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam […]

  • Plh Sekda Tasikmalaya Respons Tuntutan 116 Petugas Kebersihan

    Plh Sekda Tasikmalaya Respons Tuntutan 116 Petugas Kebersihan

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 121
    • 0Komentar

    lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Hanapi, merespons tuntutan reward yang disampaikan 116 petugas kebersihan berstatus sukarelawan (sukwan). Pemerintah Kota Tasikmalaya memastikan aspirasi tersebut telah diterima dan kini tengah dibahas di internal pemerintahan dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran serta ketentuan hukum yang berlaku. Pernyataan itu disampaikan Hanapi usai kegiatan pelepasan petugas […]

  • Sopir Ekspedisi Ngamuk, Siram Air Keras ke 9 Pegawai Konveksi di Tasikmalaya

    Sopir Ekspedisi Ngamuk, Siram Air Keras ke 9 Pegawai Konveksi di Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 50
    • 0Komentar

    lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Kasus air keras Tasikmalaya menggegerkan warga setelah seorang sopir ekspedisi diduga melakukan aksi penyiraman cairan berbahaya terhadap pekerja konveksi di Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin malam (4/5/2026) sekitar pukul 19.00 WIB dan mengakibatkan sembilan orang menjadi korban. Kronologi Kejadian di Lokasi Konveksi Berdasarkan keterangan saksi dan korban, […]

  • Dua Santriwati Kembar Asal Garut Hilang Sejak Turun di Terminal Singaparna

    Dua Santriwati Kembar Asal Garut Hilang Sejak Turun di Terminal Singaparna

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 114
    • 0Komentar

    lintasjabar.id, BERITA GARUT – Dua santriwati kembar asal Kabupaten Garut dilaporkan hilang setelah perjalanan menuju pondok pesantren di Kota Banjar. Keluarga kini berharap bantuan masyarakat setelah kabar terakhir menyebut keduanya sempat berada di Terminal Singaparna, Tasikmalaya. Laporan kehilangan tersebut telah diterima Polsek Bayongbong, Polres Garut, pada Sabtu, 23 Mei 2026. Dua remaja yang dilaporkan hilang […]

  • Tragedi di Cisurupan: Kakak Bunuh Adik di Garut

    Tragedi di Cisurupan: Kakak Bunuh Adik di Garut

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 105
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id, BERITA GARUT — Sebuah tragedi keluarga mengguncang masyarakat Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kasus kakak bunuh adik di Garut terjadi di wilayah Kecamatan Cisurupan dan menewaskan seorang remaja perempuan yang masih berusia belasan tahun. Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Rabu, 11 Maret 2026, di Desa Sukatani, Kecamatan Cisurupan. Korban diketahui merupakan seorang remaja perempuan yang tinggal satu rumah […]

  • MBG Tasikmalaya Kembali Disorot, Sayur Jagung Muda Diduga Berulat

    MBG Tasikmalaya Kembali Disorot, Sayur Jagung Muda Diduga Berulat

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 141
    • 0Komentar

    lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan di Kabupaten Tasikmalaya setelah beredarnya video yang memperlihatkan temuan ulat dalam sajian makanan yang diduga bagian dari program tersebut. Insiden itu disebut terjadi di Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (19/5/2026). Video temuan tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu […]

expand_less