Kebiasaan Buang Sampah Jadi Tantangan Bersama
Selain menyoroti minimnya fasilitas, Diky juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Ia menilai persoalan sampah tidak hanya bergantung pada jumlah tong sampah yang tersedia, tetapi juga pada perilaku warga dalam menjaga kebersihan.
Menurutnya, perubahan pola pikir menjadi langkah penting agar berbagai program kebersihan yang dijalankan pemerintah dapat berjalan efektif. Kesadaran untuk menyimpan sampah sementara hingga menemukan tempat pembuangan yang tepat perlu terus ditanamkan kepada masyarakat.
Sebagai kawasan yang menjadi salah satu etalase Kota Tasikmalaya, Jalan KHZ Mustofa dan Cihideung dinilai harus mampu mencerminkan budaya hidup bersih dan tertib. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat dinilai sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur pendukung.
Diky Ajak Pengusaha Terlibat Sediakan Tong Sampah
Menariknya, Diky menawarkan solusi kolaboratif dalam penyediaan fasilitas kebersihan. Ia mendorong pemerintah daerah untuk duduk bersama dengan para pelaku usaha yang beraktivitas di sepanjang Jalan KHZ Mustofa dan Cihideung.
Menurutnya, forum diskusi bersama dapat menjadi sarana untuk membahas berbagai kebutuhan kawasan, mulai dari persoalan parkir, kebersihan, hingga penataan ruang publik yang lebih nyaman bagi masyarakat.
Dengan melibatkan dunia usaha, penyediaan fasilitas seperti tong sampah tidak harus sepenuhnya mengandalkan anggaran pemerintah. Pelaku usaha juga dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus mendukung kenyamanan pengunjung yang datang ke kawasan tersebut.
Diky meyakini kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pengusaha akan menghasilkan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, Diky Candranegara berharap penyediaan tong sampah di Jalan KHZ Mustofa dapat segera direalisasikan sehingga kawasan pusat Kota Tasikmalaya semakin tertata, nyaman, dan mencerminkan semangat bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan. (dh/hs)


