Lewati ke konten
Daerah

Resah! Sawah Jadi Tempat Buang Botol Miras, Petani Tasikmalaya Bereaksi

Kang DoelJuli 5, 20263 menit baca83 dilihat
Botol Miras di Sawah Tasikmalaya
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Kesabaran para petani di Kecamatan Tawang dan Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, mulai habis. Bukan karena gagal panen atau serangan hama, melainkan ulah orang-orang tak bertanggung jawab yang menjadikan area persawahan sebagai tempat pembuangan botol minuman keras.

Fenomena Botol Miras di Sawah Tasikmalaya ini terjadi di dua titik utama, yakni kawasan Jalan Baru, Kecamatan Purbaratu, dan Jalan Saptamarga, Kecamatan Tawang. Hampir setiap pagi, para petani menemukan ratusan botol kosong berserakan di pematang, selokan, hingga area tanam padi.

Botol-botol bekas minuman beralkohol itu terdiri dari berbagai merek, mulai dari cap orang tua, anggur merah, hingga bir.

Bagi petani, kondisi tersebut bukan sekadar persoalan kebersihan lingkungan, tetapi telah mengganggu aktivitas pertanian dan mengancam keselamatan warga.

Botol Miras di Sawah Tasikmalaya Ganggu Aktivitas Bertani

Iwan, salah seorang petani setempat, mengaku sudah sangat jenuh dengan kondisi yang terus berulang tanpa solusi nyata.

Menurutnya, setiap pagi sebelum mengurus tanaman padi, dirinya harus lebih dahulu memunguti sampah botol yang memenuhi area persawahan.

“Ini bukan sekali dua kali. Tiap hari begitu. Pagi datang ke sawah, langsung pungut sampah dulu. Ada cap orang tua, anggur merah, bir. Semua campur,” ujarnya, Minggu (5/7/2026).

Ia mengaku dalam satu hari dapat mengumpulkan lebih dari 500 botol kosong yang dibuang sembarangan oleh orang yang diduga mengonsumsi minuman keras di pinggir jalan pada malam hari.

Kondisi tersebut membuat pematang sawah menjadi licin dan saluran irigasi tersumbat oleh tumpukan sampah.

Lebih memprihatinkan lagi, pecahan kaca dari botol yang hancur berpotensi melukai petani maupun anak-anak yang sering ikut orang tuanya ke sawah.

Sawah untuk Padi, Bukan Tempat Pembuangan Miras

Para petani menduga botol-botol tersebut berasal dari kelompok pemuda yang berkumpul pada malam hari di sepanjang jalan sekitar area persawahan.

Setelah mengonsumsi minuman keras, botol kosong diduga langsung dilempar ke lahan pertanian tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan.

“Ini sawah, bukan tong sampah. Kami nanam padi buat makan. Mereka mabuk, sampahnya dibuang ke sini. Tidak punya perasaan,” kata Iwan dengan nada kesal.

Bagi masyarakat tani, sawah bukan hanya sumber penghasilan, tetapi juga simbol kehidupan dan keberlangsungan pangan keluarga.

Karena itu, tindakan membuang botol miras ke lahan pertanian dianggap sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap jerih payah petani.

Warga Desak Patroli Malam dan Pemasangan CCTV

Keluhan warga disebut sudah berlangsung selama berbulan-bulan, namun hingga kini belum terlihat perubahan berarti.

Malam hari kawasan tersebut tetap ramai oleh aktivitas nongkrong, sementara pagi harinya petani kembali menemukan tumpukan botol baru di area persawahan.

Warga meminta Pemerintah Kota Tasikmalaya, Satpol PP, serta aparat kepolisian segera mengambil langkah konkret.

Usulan yang muncul antara lain pemasangan kamera pengawas, peningkatan patroli malam, hingga penindakan tegas terhadap pelaku pembuangan sampah dan konsumsi miras di ruang terbuka.

“Razia mereka saat nongkrong malam-malam di pinggir jalan. Kalau tidak ditindak, lama-lama sawah kami benar-benar jadi tempat pembuangan,” tegas salah seorang warga.

Bagi petani Tawang dan Purbaratu, persoalan ini melampaui urusan sampah semata.

Ini adalah soal penghormatan terhadap ruang hidup dan kerja mereka. Tanah yang seharusnya menghasilkan padi dan menghidupi keluarga, kini justru dipenuhi botol-botol minuman keras yang mengotori lingkungan dan melukai harga diri para petani.(doel)

ADS BANNER
728 x 90

Kang Doel

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di lintasjabar.id

Berita SebelumnyaHANI 2026 di Tasikmalaya, GANNA Ajak Keluarga Jadi Benteng Pertama Lawan Narkoba Berita SelanjutnyaBanjar Setia City Run 5K Satukan 1.100 Peserta dalam Semangat Bhayangkara
Iklan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *