Tasikmalaya: Aksi Menegangkan! Evakuasi Sapi Limousin 720 Kg Diselamatkan Damkar
- account_circle Redaktur Lintas Jabar
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Menjelang momentum Iduladha, drama tak biasa terjadi di Kota Tasikmalaya. Bukan kebakaran, bukan pula evakuasi bencana, melainkan aksi penyelamatan seekor sapi kurban raksasa yang tercebur ke kolam dan nyaris tak bisa diselamatkan oleh Petugas Damkar Tasikmalaya.
Insiden itu terjadi di Kampung Lengo, Jalan Bantarsari, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Selasa petang (26/5/2026), ketika seekor sapi jenis Limousin berbobot sekitar 720 kilogram hendak dipindahkan menuju lokasi penyembelihan.
Namun proses pemindahan berubah menjadi kepanikan.
Jalur yang sempit dan kondisi akses yang tidak ideal membuat hewan berukuran besar itu kehilangan pijakan, lalu tergelincir hingga tercebur ke sebuah kolam berlumpur.
Dalam hitungan menit, suasana di lokasi berubah tegang. Warga yang semula membantu proses pemindahan mendadak panik melihat sapi kurban tersebut meronta di dalam air.

Bobot hewan yang mencapai hampir tiga perempat ton membuat upaya penyelamatan secara manual nyaris mustahil dilakukan.
Kekhawatiran terbesar bukan hanya soal sulitnya mengangkat hewan sebesar itu, tetapi juga risiko sapi kelelahan, stres, bahkan tenggelam.
Di titik inilah peran Damkar Kota Tasikmalaya kembali menunjukkan fungsi yang sering kali jauh melampaui urusan pemadaman api.
Damkar Kota Tasikmalaya Bergerak Cepat Saat Laporan Masuk
Begitu menerima laporan sekitar pukul 17.45 WIB, petugas langsung bergerak.
Regu 2 Damkar Kota Tasikmalaya diberangkatkan lima menit kemudian dan tiba di lokasi sekitar pukul 18.00 WIB, mencatat respons time sekitar 15 menit.
Kecepatan ini menjadi faktor penting, mengingat kondisi hewan yang terus meronta di kolam berlumpur bisa memperbesar risiko cedera maupun kematian.
Sesampainya di lokasi, petugas mendapati situasi yang jauh dari mudah.
Tanah di sekitar kolam dalam kondisi lembek, licin, dan berisiko amblas. Sementara posisi sapi yang panik membuat setiap langkah penanganan harus dilakukan ekstra hati-hati.
Dipimpin Eman Sulaeman, tim langsung melakukan asesmen cepat sebelum proses evakuasi sapi kurban dimulai.
Sebagian petugas turun langsung ke area kolam untuk menstabilkan posisi hewan agar tidak semakin tenggelam.
Tim lainnya menyiapkan tali pengaman dan peralatan bantu angkat.
Koordinasi dilakukan ketat, karena satu kesalahan kecil bisa memperburuk situasi.
Penyelamatan Sapi 720 Kg Jadi Ujian Ketangkasan Petugas
Kasus seperti ini memang tidak terjadi setiap hari.
Menangani sapi Limousin 720 kg yang terjebak dalam ruang sempit membutuhkan kombinasi kekuatan fisik, teknik penanganan hewan, serta disiplin prosedur.
Tidak cukup hanya menarik secara paksa.
Jika salah penanganan, hewan bisa cedera, petugas terluka, atau proses justru gagal total.

Itulah sebabnya petugas meminta warga menjauh demi keamanan bersama.
Setelah perjuangan cukup menegangkan melawan lumpur, beban berat, dan kondisi medan yang tidak bersahabat, sapi akhirnya berhasil ditarik ke daratan dalam kondisi selamat.
Momen itu langsung disambut lega warga yang sejak awal menyaksikan proses penyelamatan.
Aksi Heroik Damkar Tasikmalaya Jadi Bukti Layanan Publik yang Adaptif
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa fungsi pemadam kebakaran Tasikmalaya saat ini jauh lebih luas dibanding persepsi umum.
Di banyak daerah, Damkar kini juga menjadi garda depan dalam berbagai bentuk penyelamatan non-kebakaran, mulai dari evakuasi hewan, penyelamatan warga, hingga penanganan situasi darurat lainnya.
Kasus penyelamatan sapi kurban di Tasikmalaya ini menjadi contoh nyata bagaimana layanan publik dituntut adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Eman Sulaeman menegaskan keberhasilan operasi tersebut tidak lepas dari kerja sama tim dan penerapan prosedur yang tepat.
Sementara itu, masyarakat juga diingatkan agar lebih berhati-hati saat memindahkan hewan kurban, terutama melalui akses sempit atau medan yang berisiko.
Karena dalam situasi tertentu, satu langkah kecil yang salah bisa berubah menjadi operasi penyelamatan besar. (dh/hs)
- Penulis: Redaktur Lintas Jabar

Saat ini belum ada komentar